Sabtu, 02 April 2011

Auditors’ Responsibilities and Reports

Share it Please

Modern Auditing :
Assurance Services and the Integrity of Financial Reporting, 8th Edition
Chapter 2 – Auditors’ Responsibilities and Reports

Azas-azas yang Mendasari Audit Laporan Keuangan
Hubungan antara Akuntansi dan Auditing.
metode akuntansi mencakup kegiatanmengidentifikasi bukti dan transaksi yang dapat mempengaruhi entitas. Tujuan akhir akuntansi adalah komunikasi data yang relevan dan andal, sehingga dapat berguna bagi pengambilan keputusan.
Audit laporan keuangan yaitu terdiri dari upaya memahami, mendapatkan dan mengevaluasi bukti yang berkaitan dengan laporan keuangan manajemen, sehingga memungkinkan auditor meneliti laporan keuangan tersebut sesuai dengan GAAP. Tujuan audit laporan keuangan yaitu untuk menambah keandalan laporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen.
Pembuktian dan pertimbangan Profesional dalam Audit Laporan Keuangan.
Audit dilakukan berdasarkan asumsi bahwa laporan keuangan dapat diteliti untuk pembuktian. Data dikatakan verifiable jika dua atau lebih orang yang memiliki kualifikasi dapat member kesimpulan yang serupa dari data yang serupa.
Auditing dan akuntansi secara signifikan memerlukan yang disebut pertimbangan professional. Oleh karena itu, auditor hanya mencari dasar yang memadai untuk menyatakan pendapatan atas kewajaran laporan keuangan. Dalam melakukan pemeriksaan, audit memperoleh bukti-bukti untuk meyakinkan validity dan ketepatan perlakuan akuntansi atas transaksi dan saldo, lalu ketepatan berarti sesuai dengan aturan-aturan akuntansi.
Kebutuhan akan Audit Laporan keuangan.
            Pertentangan kepentingan
Para pengguna mencari keyakinan dari auditor independen luar bahwa informasi yang ada bebas dari bias untuk kepentingan menejemen dan netral untuk kepentingan pengguna.
            Konsekuensi
Keyakinan bahwa laporan keuangan sesuai dengan GAAP, termasuk semua pengungkapan yang memadai.       
            Komleksitas
Semakin tinggi kompleksitas maka resiko risiko interpretasi dan risiko timbulnya kesalahan yang tidak disengaja juga meningkat.                     
Keterpencilan
Kurangnya kepercayaan akan mutu data keuangan, maka kebanyakan para pengguna lebih mengandalkan laporan auditor independen untuk memenuhi kebutuhannya.

Manfaat Ekonomi suatu Audit
·         Akses kepasar modal
·         biaya modal yang lebih randah
·         penangguhan inefisiensi dan kecurangan
·         peningkatan pengendalian dan oprasional
           
Keterbatasan Audit Laporan Keuangan
Batasan satuan audit laporan keuangan:
·         biaya yang memadai
·         jumlah waktu yang memadai
keterbatasan kerangka kerja akuntansi:
·         Prinsip akuntansi alternatif
·         Estimasi akuntansi

Hubungan Auditor Independen
·         Manajemen
·         Dewan Direksi dan Komite Audit
·         Auditor Internal
·         Pemegang saham
Standar Auditing
Statements on Auditing Standards (SAS)
Generally Accepted Auditing  standards (GAAS)
            Standar Umum
1. keahlian dan pelatihan teknis yang memadai.
2. independensi dalam sikap mental.
3. penggunaan kemahiran profesional.
           
Standar Pekerjaan Lapangan
1. Perencanaan dan supervisi yang memadai.
2. Pemahaman struktur pengendalian intern.
3. Mendapatkan bukti audit kompeten yang cukup.
             
Standar Pelaporan
1. Laporan keuangan disajikan sesuai GAAP.
2. Konsistensi dalam penerapan GAAP.
3. Pengungkapan informatif yang memadai.
4. Pernyataan pendapat.
PCAOB  Auditing standards
Hubungan antara Standar Auditing dengan Prosedur Auditing
Keyakinan yang disediakan oleh Audit
            independensi Auditor
            Keyakinan yang Memadai
            Deteksi Kecurangan
                        tanggung jawab deteksi kecurangan
                        tanggung jawab untuk melaporkan kecurangan
            Tindakan Melawan Hukum yang Dilakukan  oleh Klien
                        tanggung jawab mendeteksi tindakan melanggar hukum yang dilakukan klien
                        tanggung jawab untuk melaporkan tindakan melanggar hukum
            Keyakinan Akan kelangsungan Klien
                        surat keterangan kesehatan

Laporan Auditor
Penyimpangan dari Laporan  Standar
                        laporan standar dengan bahasa penjelas
                        jenis-jenis pendapat lain
            Laporan Pertanggungjawaban Manajemen
Kecendrungan yang Mempengaruhi Tanggungjawab Auditor
            Teknologi informasi
            Assurance Services

Definition assurance
Pelayanan atau jasa profesional independen yang dapat meningkatkan kualitas informasi bagi para pembuat keputusan.
jasa profesional meliputi aplikasi pertimbangan profesional yang merupakan ciri unik yang dibawa KAP dalam perikatan. Kemajuan teknologi tidak dapat menggantikan pertimbangan seorang auditor.
                Assurance service dapat meningkatan mutu informasi. AICPA menyebutkan bahwa “mutu” meliputin konsep kegunaan keputusan. Meningkatkan mutu dilakukan dengan cara meningkatkan keandalan (penyajian yang jujur, netralitas, dan konsistensi) dan relevansinya (dapat dipahami, digunakan, dan diperbandingkan dengan entitas lain).
Assurance service berbeda dengan jasa audit, assurance service tidak hanya berkaitan laporan keuangan tetapi juga berkaitan dengan lingkup luas informasi yang digunakan oleh para pengambil keputusan. Pengambilan keputusan menjadi objek utama dalam definisi tentang jasa. Assurance service dimaksudkan untuk memberikan manfaat bagi para pengambil keputusan.
Contoh assurance service:
Jasa atestasi. Merupakan jasa dimana kantor CPA mengeluarkan komunikasi tertulis yang menyatakan suatu kesimpulan tentang keadaan asersi tertulis yang menjadi tanggung jawab pihak lain.
Jasa audit. Audit laporan keuangan  meliputi upaya memperoleh dan mengevaluasi bukti yang mendasari laporan keuangan historis yang memuat asersi yang dibuat oleh manajemen entitas. CPA member pendapat positive.
Pemeriksaan. Digunakan untuk menguraikan jasa lain yang muncul dalam pernyataan positif suatu pendapat tentang kesesuaian asersi yang dibuat oleh pihak lain dengan criteria yang telah ditetapkan.
Review. Terdiri dari permintaan keterangan dari manajemen entitas serta serta analisis komparatif atas informasi keuangan. Tujuannya untuk memberikan keyakinan negatif sebagai lawan dari pernyataan positif yang diberikan jasa audit.
Prosedur yang disepakati.  Lingkup kerja lebih sempit dibanding jasa audit dan jasa pemeriksaan. untuk ini kantor CPA dapat menerbitkan suatu ringkasan temuan.
Jasa akuntansi dan kompilasi. Jasa yang berhubungan dengan akuntansi, dan ketika CPA melakukan kompilasi atas berkas laporan keuangan, CPA tidak memberikan keyakinan tentang apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai GAAP.
Jasa-jasa lain. Jasa teknologi,konsultasi manajemen, perencanaan keuangan dan jasa internasional.

Generally accepted of auditing
Standar Umum .
berkaitan dengan kualifikasi auditor dan mutu pekerjaan auditor.
1.       keahlian dan pelatihan teknis yang memadai.
Dalam setiap profesi, terdapat sesuatu yang sangat berharga pada kopetensi teknis. Kompetensi auditor ditentukan oleh tiga faktor, yaitu pendidikan universitas formal untuk memasuki profesi, pelatihan praktik dan pengalaman dalam auditing, dan mengikuti pendidikan profesi berkelanjutan selama karier professional auditor.

2.       independensi dalam sikap mental.
Auditor harus bebas dari pengaruh klien dalam melaksanakan audit serta dalam melaporkan temuan-temuannya.
3.       penggunaan kemahiran profesional.
Auditor diharapkan memiliki kesungguhan dan kecermatan dalam melaksanakan audit serta menerbitkan laporan atas temuan.
Standar Pekerjaan Lapangan
Berkaitan dengan pelaksanaan audit ditempat atau pada bisnis klien.
1.       Perencanaan dan supervisi yang memadai.
Audit dapat dikatakan efektif dan efisien jika dilakukan perencanaan dengan baik. Perencanaan ini meliputi pengembangan strategi audit serta rencana program audit yang akan digunakan dalam melaksanakan audit.supervisi yang benar merupakan hal yang penting pula.
2.        Pemahaman struktur pengendalian intern.
Merupakan hal yang sangat mendasar bagi seorang auditor untuk memahami struktur pengendalian intern sehingga dapat merencanakan suatu audit yang efektif dan efisien.
3.        Mendapatkan bukti audit kompeten yang cukup.
Untuk memenuhi standar diperlukan penggunaan pertimbangan professional dalam menentukan jumlah dan mutu bukti audit yang diperlukan untuk mendukung pendapat auditor.
Standar Pelaporan
1. Laporan keuangan disajikan sesuai GAAP.
2. Konsistensi dalam penerapan GAAP.
3. Pengungkapan informatif yang memadai.
4. Pernyataan pendapat.

Reasonable assurance
Untuk memberikan Reasonable assurance dalam peruses auditing seorang auditor hanya mengambil sampling atau beberapa data dari laporan keuangan yang di audit dengan keahlian dan pertimbangan untuk memutuskan bukti apa saja yang perlu , kapan ,seberapa banyak data yang harus dilihat serta siapa yang akan ditugaskan untuk mengevaluasi bukti tersebut termasuk siapa yang akan memberikan interpretasi dan mengevaluasi hasilnya. Estimasi yang tidak pasti yang terdapat dalam laporan manajemen menyebabkan akurasi laporan keuangan tidak dapat dijamin oleh auditor.

Paragraph in auditor opinions and type of auditor opinion
Bentuk Baku
  1. Terdiri dari 3 alinea:
·         Pendahuluan
·         Lingkup audit
·         Pendapat
2.       Bentuk Tidak Baku
·         Terdiri dari 3 alinea
·         Terdiri dari 3 alinea, tetapi dengan jenis pendapat lain

1.       Bentuk Baku
Paragraf pendapat berisi opini wajar tanpa pengecualian (wajar tanpa syarat)
2.       Bentuk Tidak Baku
                Jenis pendapat lain tersebut antara lain:
       Wajar dengan pengecualian
       Tidak wajar
       Menolak memberi pendapat

Criteria of evaluating deficiency of internal control
1.       Kesalahan dalam pertimbangan. Terkadang menejemen memberikan pertimbangan yang buruk karena Informasi  yang tidak mencukupi ,keterbatasan waktu, dan prosedur lainnya
2.       Kemacetan. Disebabkan oleh perubahan personil, salah memahami instruksi, atau membuat kekeliruan akibat kecerobohan ,kebingungan atau kelelahan.
3.       Kolusi.
4.       Penolakan menejemen.
Detecting and reporting fraud
Kecurangan harus dibedakan dengan kesalahan
}  Kesalahan (error) dapat diartikan sebagai suatu yang tidak disengaja dan ini dapat terjadi dalam setiap proses transaksi.
}  Kecurangan (fraud) adalah kesalahan yang disengaja.
Deteksi dan penemuan kecurangan
                Auditor intern harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang kecurangan dan dapat mengidentifikasi kemungkinan terjadi kecurangan.
Secara profesional, jika seorang Auditor menemukan adanya indikasi kepada pelangaran hukum, maka auditor tersebut diharuskan melaporkan kepada penyidik atau penegak hukum. Mengacu kepada Standar Audit Pemerintahan butir 6.24 yang menyatakan bahwa dalam keadaan tertentu, peraturan perundang-undangan atau kebijakan, dapat mengharuskan auditor untuk dengan segera melaporkan indikasi berbagai jenis ketidakberesan atau unsur perbuatan melanggar/melawan hukum tertentu kepada penegak hukum atau kepada pihak penyidik yang berwenang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Calendar