Sabtu, 02 April 2011

Materiality Decisions and Performing Analytical Procedures

Share it Please

Chapter 8 – Materiality Decisions and Performing Analytical Procedures
Materialitas
SAS 47, Audit Risk and Materiality in Conducting an Audit (AU312.08),menyatakan agar auditor mempertimbangkan materialitas dalam merencanakan audit dan mengevaluasi apakah laporan keuangan secara keseluruhan telah disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Konsep materialitas
FASB mendefinisikan materiality sebagai:
Besarnya pengabaian atau salah saji informasi akuntansi yang diluar keadaan di sekitarnya, memungkinkan bahwa pertimbangan seseorang yang bergantung pada informasi tersebut akan berubah atau terpengaruh oleh pengabaian atau salah saji tersebut.
Definisi tersebut mensyaratkan auditor untuk mempertimbangkan baik situasi yang berkenaan dengan entitas dan informasi yang dibutuhkan oleh mereka yang akan bergantung pada laporan keuangan yang diaudit.
Pertimbangan pendahuluan mengenai materialitas
Auditor membuat pertimbangan pendahuluan menganai tingkat materialitas dalam merencanakan audit.materialitas perencanaan mungkin berbeda dari tingkat materialitas yang digunakan pada penyelesaian audit dalam mengevaluasi temuan audit karena situasi yang ada disekitarnya mungkin akan berubah dan informasi tambahan mengenai klien akan diperoleh selama pelaksanaan audit.
Dalam merencanakan suatu audit, auditor harus menilai materialitas pada dua tingkat berikut:
·         Tingkat laporan keuangan karena pendapat auditor mengenai kewajaran meluas sampai laporan keuangan secara keseluruhan.
·         Tingkat saldo akun karena auditor menguji saldo akun dalam memperoleh kesimpulan keseluruhan atas kewajaran laporan keuangan.
Materialitas pada tingkat laporan keuangan
Salah saji agregat minimum dalam suatu laporan keuangan yang cukup penting untuk mencegah laporan disajikan secara tidak wajar agar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Untuk tujuan perencanaan, auditor harus menggunakan tingkat agregat terkecil dari salah saji yang dipertimbangkan sebagai material untuk setiap laporan keuangan.peraturan keputusan ini tepat karena laporan keuangan saling berkaitan dan banyak prosedur audit berkaitan dengan lebih dari satu laporan keuangan.
Pedoman kuantitatif
Pedoman resmi mengenai pengukuran kuantitatif dari materialitas
·         5% hingga 10% dari laba bersih sebelum pajak (10% untuk laba yang lebih kecil, 5% untuk laba yang lebih besar)
·         ½% hingga 1% dari total aktiva
·         1% dari ekuitas
·         ½% hingga 1% dari pendapatan kotor
·         Sesuai persentase variable berdasarkan mana yang lebih besar antara total aktiva atau total pendapatan
Pertimbangan kuanlitatif
Pertimbangan kualitatif berhubungan dengan penyebab dari salah saji. Salah saji secara kuantitatif tidak material mungkin secara kualitatif akan material. Salah saji ini terjadi  ketika salah saji terdapat ketidak beresan atau tindakan tindakan melanggar hukum oleh klien.  AU312.13 menyatakan bahwa walaupun auditor harus waspada terhadap salah saji yang secara kualitatif material, biasanya tidak praktis untuk merancang prosedur untuk mendeteksi salah saji tersebut.
Materialitas pada tingkat saldo akun
·         Account Balance Materiality
·         Tolerable Misstatement
·         Material Account Balance
Mengalokasikan materialitas laporan keuangan pada akun-akun
·         Ketika materialitas laporan keuangan dihitung
·         Harus mengalokasikan ke rekening masing-masing
·         Akun Neraca dan Laporan Laba Rugi
·         Dua Pertimbangan
§  Salah saji material jumlah rekening
§  Kemungkinan biaya verifikasi
Hubungan materialitas dan bukti audit
Kecukupan Bukti
Invers hubungan
Jumlah yang lebih rendah dari salah saji diterima perlu lebih banyak bukti untuk memperoleh keyakinan memadai

Evaluasi Bukti
Mengevaluasi ulang pendahuluan materialitas
Kuantitatif dan pertimbangan Kualitatif
Melakukan Prosedur Analitik
·         Mengidentifikasi perhitungan dan perbandingan untuk dilakukan
·         Mengembangkan berbagai harapan
·         Melakukan perhitungan (menggunakan data entitas)
·         Analisa data dan mengidentifikasi kekurangan yang signifikan
·         Selidiki perbedaan tak terduga yang signifikan
·         Menentukan efek pada perencanaan audit
Efektivitas Prosedur Analitis
kurang efektif
faktor kunci
lebih efiktif
prosedur analitik yang mungkin atau mungkin tidak secara khusus berhubungan dengan pernyataan.

data yang mungkin tidak berhubungan satu sama lain dapat menyebabkan Kesimpulan keliru.

hubungan yang dinamis atau tidak stabil kurang diprediksi.

data yang digunakan adalah dari sumber-sumber di dalam entitas tersebut.

data tidak dikembangkan di bawah sistem pengendalian internal realible.

Data belum mengalami pengujian audit di tahun-tahun sekarang atau sebelumnya.

harapan dikembangkan menggunakan data dari satu sumber.

model tidak tepat menyebabkan jangkauan harapan yang lebih luas.

model tidak tepat memiliki faktor ganda, dan sulit untuk membedakan faktor-faktor yang mempengaruhi hasilnya.


sifat pernyataan




masuk akal dan prediktabilitas dari hubungan






ketersediaan data yang dapat dipercaya










presisi harapan
prosedur analitik secara khusus berhubungan dengan pernyataan.

data yang berhubungan satu sama lain akan mengakibatkan Kesimpulan lebih dapat diandalkan.

hubungan yang stabil juga lebih diprediksi.

data yang digunakan adalah dari sumber-sumber independen di luar entitas.

data dikembangkan di bawah sistem handal pengendalian internal.

data telah mengalami pengujian audit di tahun-tahun sekarang atau sebelumnya.

harapan dikembangkan menggunakan data dari berbagai sumber.

model tepat mengarah ke berbagai
kecil harapan.

model tepat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi data yang diaudit.

Mengidentifikasi penghitungan dan perbandingan yang akan dilakukan
Jenis perhitungan dan perbandingan yang digunakan secara umum termasuk ha-hal berikut:
·         Perbandingan data absolute
·         Laporan keuangan ukuran umum
·         Analisis rasio
·         Analisis tren
·         Hubungan informasi keuangan dengan informasi nonkeuangan yang relevan.
Mengembangkan ekspektasi
·         Informasi keuangan untuk periode masa lalu yang dapat dibandingkan
·         Hasil yang diantisipasi berdasarkan anggaran formal dan peramalan
·         Hubungan antara elemen-elemen informasi keuangan dalam suatu periode
·         Data industri
Melakukan prosedur analitik
·         Lakukan Perhitungan
·         Menganalisis data dan Identifikasi Perbedaan Signifikan
·         Selidiki perbedaan tak terduga  Signifikan
·         menentukan Efek Perencanaan Audit
memahami entitas dan lingkungannya
1.      memperoleh pemahaman tentang entitas dan  lingkungan tersebut
a. industru, peraturan, dan faktor eksternal lainnya
b. sifat entitas, termasuk pilihan dan penerapan kebijakan Akuntansi
c. tujuan entitas, strategi, dan risiko bisnis yang terkait
d. pengukuran dan meninjau kinerja keuangan entitas
2.      mengembangkan sebuah perspektif pengetahuan tentang entitas dan  laporan keuangan tersebut
3.      menilai risiko salah saji material

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Calendar