Minggu, 08 Mei 2011

AUDIT SIKLUS PENGELUARAN

Share it Please

SIFAT SIKLUS PENGELUARAN
Siklus pengeluaran terdiri dari aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan akuisisi dan pembayaran barang serta jasa. Aktivitas utama dari siklus pengeluaran adalah :
-           Membeli barang dan jasa/transaksi pembelian
-           Melakukan pembayaran/transaksi pengeluaran kas

Tujuan Audit
Manajemen akan menetapkan asersi implisit atau eksplisit tentang transaksi dan saldo siklus pengeluaran dalam laporan keuangan perusahaan. Asersi-asersi ini mendefinisikan tujuan audit spesifik dari program audit siklus.
Menggunakan Pemahaman tentang Bisnis dan Industri Klien untuk Mengembangkan Strategi Audit
Setiap perusahaan menghadapi kekuatan pasar yang berbeda, sehingga membuat permintaan atas arus kas perusahaan juga berbeda. Bagi perusahaan manufaktur, siklus operasi kotor diestimasi oleh jumlah hari rata-rata yang dibutuhkan untuk memutar persediaan dan menagih piutang. Siklus operasi bersih adalah siklus operasi kotor dikurangi dengan hari perputaran hutang usaha, yaitu waktu yang diberikan pemasok untuk menggunakan kredit dagang sebelum barang dan jasa harus dibayar. Bagi beberapa perusahaan yang bergerak dalam industri jasa, hutang usaha mungkin tidak memiliki peran yang signifikan dan risiko terjadinya salah saji yang material tidaklah besar. Pemahaman tentang bisnis dan industri ini akan membantu auditor dalam memahami risiko bisnis klien. Selain itu, pemahaman ini juga akan membantu auditor dalam membuat pertimbangan tentang :
-           Materialitas siklus pengeluaran bagi pemakai laporan keuangan.
-           Risiko inheren dalam siklus pengeluaran.
-           Pengendalian inheren dalam siklus pengeluaran.
-           Pemberian jasa bernilai tambah.


Mempertimbangkan Komponen Pengendalian Internal
a.         Lingkungan Pengendalian
Pemahaman tentang bagaimana manajemen bertanggungjawab atas penggunaan sumber daya perusahaan merupakan hal yang berguna untuk menentukan :
-           Laporan yang digunakan manajemen untuk mengevaluasi review kinerja peruahaan.
-           Seberapa sering dan seberapa cepat laporan manajemen direview.
-           Keputusan yang didasarkan atas laporan itu.
-           Kebijakan perusahaan untuk menindaklanjuti masalah yang berasal dari laporan utama.
b.         Penilaian Risiko Manajemen
Penilaian risiko manajemen yang berkaitan dengan aktivitas siklus pengeluaran meliputi pertimbangan atas hal-hal berikut :
-           Kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan arus kas untuk transaksi pembelian.
-           Kontinjensi kerugian yang berkaitan dengan komitmen pembelian.
-           Terus tersedianya perlengkapan yang penting dan stabilitas pemasok yang penting.
-           Pengaruh kenaikan biaya terhadap perusahaan.
-           Atensi perusahaan terhadap risiko terjadinya pembayaran berganda.
-           Atensi perusahaan terhadap risiko kecurangan yang dilakukan oleh pegawai.
c.         Informasi dan komunikasi
Pemahaman atas sistem akuntansi memerlukan pengetahuan tentang metode pemrosesan data dan dokumen serta catatan penting yang digunakan dalam pemrosesan transaksi siklus pengeluaran. Informasi penting yang harus dipahami auditor meliputi :
-           Bagaimana pembelian, pembayaran, dan retur  diawali.
-           Bagaimana transaksi pembelian diperhitungkan ketika barang dan jasa diterima atau barang dikembalikan.
-           Catatan akuntansi, dokumen, akun, dan file komputer apa yang digunakan dalam akuntansi untuk berbagai tahapan dari setiap transaksi siklus pembelian.
-           Proses yang mengawali terjadinya pembayaran atas barang dan jasa.
d.         Pemantauan
Aktivitas pemantauan yang mengharuskan auditor mendapatkan pengetahuan, apabila berlaku, mencakup :
-           Umpan balik yang terus menerus dari pemasok perusahaan menyangkut setiap masalah masalah pembayaran atau masalah pengiriman di masa depan.
-           Komunikasi dari auditor  eksternal tentang kondisi yang dapat dilaporkan atau kelemahan yang material atas pengendalian internal yang relevan, yang ditemukan selama audit sebelumnya.
-           Penilaian periodik oleh auditor internal tentang kebijakan serta prosedur pengendalian yang berhubungan dengan siklus pengeluaran.
e.         Penilaian awal atas risiko pengendalian
Auditor  dapat melaksanakan beberapa pengujian pengendalian  secara berbarengan dengan prosedur untuk mendapatkan pemahaman yang diperlukan. Dalam kasus ini, auditor  dapat memperoleh kepastian yang terbatas mengenai keefektifan pengendalian bersangkutan. Bukti yang diperoleh dari pengujian pengendalian secara berbarengan tersebut dapat mendukung penurunan penilaian awal atas risiko pengendalian untuk asersi-asersi terkait tertentu sedikit dibawah maksimum atau tinggi.
AKTIVITAS PENGENDALIAN-TRANSAKSI PEMBELIAN
Ada dua jenis pengendalian komputer, yaitu :
-           Pengendalian umum, yang berkaitan dengan lingkungan komputer dan yang mempunyai pengaruh pervasif terhadap aplikasi komputer.
-           Pengendalian aplikasi, yang berkaitan dengan setiap aplikasi akuntansi yang terkomputerisasi, seperti siklus pengeluaran.

Dokumen dan Catatan Umum
Dokumen  dan catatan umum yang tercakup dalam siklus pengeluaran antara lain :
-           Permintaan pembelian
-           Pesanan pembelian
-           Laporan penerimaan
-           Faktur penjual
-           Voucher
-           Laporan pengecualian
-           Ikhtisar voucher
-           Register voucher
-           File induk pemasok yang telah disetujui
-           File pesanan pembelian terbuka
-           File penerimaan
-           File transaksi pembelian
-           File induk hutang usaha
-           File suspensi atau penolakan

Fungsi-fungsi
Pemrosesan transaksi pembelian mencakup fungsi-fungsi pembelian berikut :
a.         Pengajuan pembelian. Permintaan yang diajukan oleh perusahaan untuk melakukan transaksi dengan perusahaan lain yang meliputi :
-           Pencantuman nama pemasok pada daftar pemasok yang telah disetujui.
-           Pengajuan kembali permintaan barang dan jasa.
-           Pembuatan pesanan pembelian.
b.         Penerimaan barang dan jasa. Penerimaan atau pengiriman fisik barang atau jasa yang mencakup :
-           Penerimaan barang.
-           Penyimpanan barang yang diterima untuk persediaan.
-           Pengembalian barang ke pemasok.
c.         Pencatatan kewajiban. Pengakuan formal oleh perusahaan atas kewajiban hukum, yang meliputi :
-           Pembuatan voucher pembayaran dan pencatatn kewajiban.
-           Pertanggungjawaban atas transaksi yang telah dicatat.
Sistem Ilustratif untuk Transaksi Pembelian
Proses transaksi pembelian dibuat dalam bentuk bagan arus. Bagan arus tersebut menunjukkan tahapan yang dilalui transaksi mulai dari pemrakarsaan transaksi pada buku besar, yang mendukung laporan keuangan. Auditor juga harus mendokumentasikan aktivitas atau prosedur pengendalian yang penting.
Memahami dan Menilai Risiko Pengendalian
Auditor harus memperoleh pemahaman tentang siklus pembelian yang mencukupi untuk merencanakan audit. Yaitu, auditor perlu memiliki pemahaman yang cukup agar mampu mengidentifikasi jenis-jenis salah saji yang potensial, mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi salah saji yang material, dan merancang pengujian substantif. Jika auditor merencanakan untuk menilai risiko pengendalian pada tingkat yang rendah untuk suatu asersi, maka penting bagi dia untuk memperoleh pemahaman mengenai prosedur pengendalian atas asersi tersebut.
AKTIVITAS PENGENDALIAN-TRANSAKSI PENGELUARAN KAS
Dokumen dan Catatan Umum
         Dokumen dan catatan penting yang digunakan dalam pemrosesan transaksi pengeluaran kas meliputi :
-           Cek
-           Ikhtisar cek
-           File transaksi pengeluaran kas
-           Jurnal pengeluaran kas atau register cek

Fungsi-fungsi
         Pengendalian atas pengeluaran kas meliputi hal-hal berikut :
-           Total run to run membandingkan saldo awal file pengeluaran kas ditambah transaksi, dengan saldo akhir yang diperkirakan dalam file transaksi pengeluaran kas yang telah dimutakhirkan serta file induk hutang usaha.
-           Pengecekan independen atas kesesuaian total cek yang diterbitkan dengan total batch voucher yang diproses pembayaran.
-           Pengecekan independen oleh supervisor akuntansi atas kesesuaian jumlah yang dijurnal dan dibukukan ke hutang usaha dengan ikhtisar cek yang diterima dari bendahara.
-           Rekonsiliasi bank secara independen.

Memahami dan Menilai Risiko Pengendalian
Auditor biasanya memperoleh pemahaman mengenai kelima aspek  pengendalian internal yang berkaitan dengan pengeluaran kas itu melalui pengalaman sebelumnya dengan klien, observasi, tanya jawab, dan menginspeksi dokumen. Pengujian pengendalian merupakan cara untuk menilai keefektifan pengendalian internal.

PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO HUTANG USAHA
Hutang usaha biasanya merupakan kewajiban lancar terbesar dalam neraca dan merupakan faktor yang signifikan dalam mengevaluasi solvensi jangka pendek perusahaan. Seperti halnya dengan piutang usaha, hutang usaha biasanya juga dipengaruhi oleh volume transaksi yang tinggi dan karenanya sangat rentan terhadap salah saji. Akan tetapi bila dibandingkan dengan audit saldo aktiva, audit atas hutang lebih ditekankan pada asersi kelengkapan daripada asersi eksistensi atau kejadian. Tahapannya yaitu :
1.         Menentukan Risiko Deteksi untuk Pengujian Rincian
2.         Merancang Pengujian Substantif
3.         Prosedur Awal
4.         Prosedur Analitis
5.         Pengujian Rincian Transaksi
6.         Pengujian Rincian Saldo
7.         Perbandingan Penyajian Laporan dengan GAAP

JASA BERNILAI TAMBAH
Dalam proses pelaksanaan audit, audit dapat mementapkan tolok ukur atas pengeluaran perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain dalam industri yang sama.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Calendar