Minggu, 08 Mei 2011

AUDIT SIKLUS PRODUKSI DAN JASA PERSONALIA

Share it Please


I.        AUDIT SIKLUS PRODUKSI
MERENCANAKAN AUDIT ATAS SIKLUS PRODUKSI
Siklus produksi berhubungan dengan konversi bahan baku menjadi bahan jadi. Siklus ini meliputi perencanaan serta pengendalian produksi dari jenis-jenis dan kuantitas barang yang akan diproduksi, tingkat persediaan yang akan dipertahankan, serta transaksi dan peristiwa yang berkaitan dengan proses pabrikasi. Transaksi yang terjadi dalam siklus ini mulai pada saat bahan baku diminta untuk produksi, dan berakhir ketika barang yang diproduksi ditransfer ke barang jadi. Transaksi yang terjadi dalam siklus ini disebut sebagai transaksi pabrikasi. Siklus produksi saling berkaitan dengan tiga siklus lain berikut ini :
a.      Siklus pengeluaran dalam pembelian bahan baku dan pembayaran berbagai biaya overhead
b.      Siklus jasa personalia dalam pembayaran biaya tenaga kerja pabrik
c.      Siklus pendapatan dalam penjualan barang jadi

Tujuan Audit
Dua kelompok tujuan audit yaitu :
a.      Tujuan audit atas kelompok transaksi yang berkaitan dengan transaksi pabrikasi
b.  Tujuan audit atas saldo akun yang berkaitan dengan saldo persediaan serta Harga pokok penjualan.

Menggunakan Pemahaman tentang Bisnis dan Industri untuk Mengembangkan Strategi Audit
Pemahaman tentang bisnis dan industri klien akan membantu auditor dalam merancang program audit yang efektif dan efisien. Bagi banyak perusahaan persediaan pabrikasi merupakan proses inti, dan kemampuan entitas itu untuk menghasilkan laba serta arus kas akan tergantung pada seberapa baik proses pabrikasi itu dikelola. Bagi banyak perusahaan distribusi dan eceran, manajemen persediaan merupakan hal yang penting untuk mencapai keberhasilan.


Materialitas, Risiko Inheren, dan Prosedur Analitis
  1. Materialitas
Pertimbangan utama dalam mengevaluasi alokasi materialitas adalah penentuan besarnya salah saji yang akan mempengaruhi keputusan pemakai laporan keuangan yang berakal sehat. Pertimbangan sekunder adalah hubungannya dengan biaya untuk mendeteksi kesalahan. Umumnya audit atas persediaan termasuk mengamati keberadaan persediaan dan mengaudit ketepatan penilaian persediaan memerlukan banyak biaya. Akibatnya, auditor biasanya akan mengalokasikan suatu jumlah yang signifikan dari keseluruhan materialitas ke audit persediaan, tanpa melebihi jumlah yang ia anggap akan mempengaruhi analisis pemakai laporan keuangan.
  1. Risiko Inheren
Risiko inheren dari terjadinya salah saji dalam laporan keuangan yang disebabkan oleh transaksi persediaan pada jaringan hotel atau distrik sekolah relatif rendah, karena persediaan bukan merupakan bagian yang material dari proses inti entitas itu.
  1. Prosedur analitis
Prosedur analitis adalah prosedur yang murah dari segi biaya dan dapat membuat auditor waspada terhadap potensi terjadinya salah saji. Jika persediaan bersifat material bagi audit laporan keuangan, maka auditor tidak boleh menganggap bahwa prosedur analitis merupakan pengganti untuk pengujian rincian lainnya, tetapi prosedur ini bisa sangat efektif dalam memusatkan perhatian audit dimana salah saji mungkin terjadi.

Mempertimbangkan Komponen Pengendalian Internal
Prosedur analitis yang biasa digunakan untuk mengaudit siklus produksi :
  1. Rasio jumlah hari perputaran persediaanRata-rata hutang persediaan: Harga Pokok Penjualan x 365
  1. Rasio Pertumbuhan persediaan terhadap pertumbuhan harga pokok penjualan
  1. Rasio barang jadi yang diproduksi terhadap bahan baku yang digunakan
  1. Rasio barang jadi yang diproduksi terhadap tenaga kerja langsung
  1. Rasio produk yang cacat per jutaJumlah produk cacat sebagai persentase dari setiap juta yang diproduksi

AKTIVITAS PENGENDALIAN-TRANSAKSI PABRIKASI
Dokumen dan Catatan yang Lazim
Dokumen dan catatan berikut ini penting dalam memproses transaksi pabrikasi :


  1. Perintah produksi
  2. Laporan kebutuhan bahan
  3. Slip pengeluaran bahan
  4. Tiket waktu
  5. Tiket perpindahan
  6. Laporan aktivitas produksi harian
  7. Laporan produksi yang sudah selesai
  8. Buku besar pembantu atau file induk persediaan
  9. File induk biaya standar
  10. File induk persediaan bahan baku
  11. File induk persediaan barang dalam proses
  12. File induk persediaan barang jadi



Fungsi-fungsi dan Pengendalian yang Terkait
Pelaksanaan dan pencatatan transaksi pabrikasi serta pengamanan persediaan melibatkan fungsi-fungsi pabrikasi berikut ini :
  1. Memulai produksi
-          Merencanakan dan mengendalikan produksi
-          Mengeluarkan bahan baku
  1. Memindahkan barang
-          Memproses barang dalam produksi
-          Memindahkan pekerjaan yang sudah selesai ke barang jadi
-          Melindungi persediaan
  1. Mencatat transaksi pabrikasi dan persediaan
-          Menentukan dan mencatat biaya-biaya pabrikasi
-          Menjaga kebenran saldo-saldo persediaan

Mendapatkan Pemahaman dan Menilai Risiko Pengendalian
Prosedur ini meliputi review atas pengalaman sebelumnay dengan klien bersangkutan, jika ada, pengajuan pertanyaan kepada manajemen serta personil produksi lainnya, pemeriksaan dokumen dan catatan produksi, serta pengamatan atas aktivitas dan kondisi produksi. Prosedur ini juga mencakup penggunaan kuesioner pengendalian internal, bagan arus, dan memorandum naratif.

PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO PERSEDIAAN
Menentukan Risiko Deteksi untuk Pengujian Rincian
Spesifikasi auditor mengenai tingkat risiko deteksi yang dapat diterima untukpengujian rincian atas asersi-asersi persediaan akan mencerminkan suatu hubungan terbalik dengan risiko inheren, risiko pengendalian, dan risiko prosedur analitis yang relevan berkaitan dengan asersi-asersi itu.

Merancang Pengujian Substantif

  • Prosedur Awal
  • Prosedur Analitis
  • Pengujian Rincian Transaksi
  • Pengujian Rincian Saldo
  • Pengujian Rincian Saldo Estimasi Akuntansi
  • Prosedur yang Diwajibkan
  • Penyajian dan Pengungkapan



JASA BERNILAI TAMBAH DALAM SIKLUS PRODUKSI
Banyak akuntan publik yang telah membantu klien mengembangkan sistem persediaan just-in-time dengan menggunakan pertukaran data elektronik(EDI/Electronic Data Interchange) untuk berkomunikasi dengan pemasok. Selain itu, mereka juga membantu klien dalam mengeliminasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dari proses pabrikasi. Para akuntan publik ini secara teratur memberikan rekomendasi untuk menyempurnakan sistem informasi yang memungkinkan manajemen memantau dan mengendalikan penciutan persediaan dengan lebih baik, serta mencocokkan kuantitas persediaan dengan permintaan secara lebih baik. Dewasa ini, para akuntan publik telah menolong klien dalam menata ulang proses reenginering yang berkaitan dengan e-business.


II.      AUDIT SIKLUS JASA PERSONALIA
MERENCANAKAN AUDIT ATAS SIKLUS JASA  PERSONALIA
Siklus jasa personalia suatu entitas menyangkut peristiwa dan aktivitas yang berhubungan dengan kompensasi eksekutif serta karyawan. Jenis-jenis kompensasi ini meliputi gaji, upah per jam, dan insetif, komisi, bonus, opsi saham, dan tunjangan karyawan. Kelompok transaksi utama dalam siklus ini adalah transaksi penggajian.



Menggunakan Pemahaman tentang Bisnis dan Industri untuk Mengembangkan Strategi Audit
Sebelum melanjutkan audit atas jasa personalia, adalah penting bagi auditor untuk memahamai :
  • Pentingnya jasa personalia bagi keseluruhan entitas.
  • Sifat kompensasi, karena kompensasi per jam memerlukan sistem pengendalian yang berbeda dengan kompensasi gaji.
  • Pentingnya berbagai paket kompensasi seperti bonus, opsi saham dan hak apresiasi saham, serta penggajian pensiun.

Materialitas, Risiko Inhern dan Prosedur Analitis
a.       Materialitas
Untuk perusahaan perangkat lunak dan perusahaan jasa seperti bank, perusahaan asuransi, dan kantor profesional, jasa personalia merupakan beban utama. Untuk sekolah, jasa personalia mungkin menjadi pengeluaran yang utama.
b.       Risiko Inheren
Auditor jarang memperhatikan asersi kelengkapan dalam siklus gaji dan upah karena sebagian besar karyawan akan segera menuntut majikan mereka jika tidak dibayar. Akan tetapi, penipuan gaji dan upah telah menjadi perhatian utama auditor.
c.       Prosedur Analitis
Auditor biasanya akan melakukan prosedur analitis ketika memulai audit atas siklus jasa personalia karena prosedur ini efektif dari segi biaya.

Mempertimbangkan Komponen Pengendalian Internal
Seperti untuk kelompok transaksi utama lainnya, kelima komponen pengendalian internal dianggap relevan dengan siklus jasa personalia. Beberapa faktor lingkungan pengendalian mempunyai relevansi yang bersifat langsung. Keseluruhan tanggung jawab atas masalah personalia seringkali diserahkan kepada wakil direktur hubungan industrial atau tenaga kerja, atau kepada manajer SDM atau personalia. Departemen SDM biasanya bertanggung jawab atas otorisasi pengangkatan personel dan mengotorisasi pembayaran gaji, upah, serta tunjangan. Dewan direktur biasanya menetapkan gaji pejabat dan bentuk-bentuk kompensasi pejabat lainnya. Departemen yang mungkin secara signifikan terlibat dalam pemrosesan transaksi gaji dan upah meliputi pencatatan waktu, penggajian, serta kantor bendahara.
Aktivitas pemantauan yang dapat diterapkan atas penggajian mencakup umpan balik dari karyawan mengenai masalah pembayaran, umpan balik dari badan pemerintah mengenai masalah pelaporan serta pembayaran pajak gaji dan upah, penilaian efektivitas pengendalian gaji dan upah oleh auditor internal, dan pengawasan kompensasi eksekutif oleh komite audit.

AKTIVITAS PENGENDALIAN-TRANSAKSI PENGGAJIAN
Dokumen dan Catatan yang Lazim
Dokumen dan catatan berikut ini penting dalam melaksanakan serta mencatat mencatat transaksi penggajian :
  1. Otorisasi personalia
  2. Kartu absen/clock card
  3. Tiket waktu/time ticket
  4. Register penggajian
  5. Rekening bank untuk penggajian imprest
  6. Cek gaji
  7. Ikhtisar distribusi biaya tenaga kerja
  8. SPT pajak gaji dan upah
  9. File personalia karyawan
  10. File induk data personalia
  11. File induk penghasilan karyawan

Fungsi-fungsi dan Pengendalian yang Terkait
Pemrosesan transaksi penggajian melibatkan fungsi-fungsi penggajian berikut ini :
  1. Memulai transaksi penggajian yang mencakup
-          Mengangkat karyawan
-          Mengotorisasi perubahan gaji dan upah
  1. Penerimaan jasa, mencakup :
-          Menyiapkan data kehadiran dan pencatatan waktu
  1. Pencatatan transaksi penggajian, mencakup :
-          Menyiapkan daftar serta mencatat gaji dan upah
  1. Pembayaran gaji dan upah, mencakup :
-          Membayar gaji dan upah serta menjaga upah yang belum diambil
-          Menyerahkan SPT pajak gaji dan upah



PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO PENGGAJIAN
Menentukan Risiko Deteksi
Pengujian substantif atas saldo-saldo gaji dan upah seringkali dibatasi pada penerapan prosedur analitis atas akun-akun beban dan pos-pos akrual yang terkait, serta pengujian rincian yang terbatas. Jika prosedur analitis trsebut mengungkapkan fluktusi yang tidak diduga, maka akan diperlukan pengujian rincian yang lebih ekstensif.

Merancang Pengujian Substantif
Apabila tidak terungkap fluktuasi yang tidak diduga leh prosedur ini, auditor sudah memperoleh bukti yang mendukung tujuan audit yang berkaitan dengan asersi ekstensi/keberadaan atau keterjadian, kelengkapan, serta penilaian atau alokasi. Yaitu :
  1. Menghitung kembali jumlah-jumlah akrual
  2. Mengaudit tunjangan karyawan dan program pensiun
  3. Mengaudit opsi saham dan hak apresiasi saham
  4. Memverivikasi kompensasi pejabat

JASA BERNILAI TAMBAH DALAM SIKLUS JASA PERSONALIA
Akuntan publik dapat membantu dengan :
  1. Menyarankan ukuran produktivitas karyawan yang tepat.
  2. Mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat diambil klien untuk meningkatkan produktivitas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Calendar