Minggu, 08 Mei 2011

Ideologi

Share it Please



Pengertian Ideologi
Idea : gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita
Logos : ilmu atau pengetahuan
  • Secara harfiah dapat di artikan sebagai kumpulan gagasan, cita-cita yang harus dicapai, pandangan atau faham secara menyeluruh dan sistematis di jadikan dasar bagi perubahan suatu institusi kepentingan golongan atau sosial
  • Definisi ideologi berkembang menjadi: suatu paham mengenai seperangkat nilai atau pemikiran yang dipegang oleh seorang atau sekelompok orang untuk menjadi pegangan hidup.

Menurut Patrick Corbett
Ideologi → struktur kejiwaan yang tersusun oleh:
  1. seperangkat keyakinan mengenai :
    1. penyelenggaraan hidup bermasyarakat beserta pengorganisasiannya,
    2. hakikat manusia dan alam semesta yang ia hidup di dalamnya,
  2. suatu pernyataan pendirian bahwa kedua perangkat keyakinan tersebut independen, dan
  3. suatu dambaan agar keyakinan-keyakinan tersebut dihayati dan pernyataan pendirian itu diakui sebagai kebenaran oleh segenap orang yang menjadi anggota penuh dari kelompok sosial yang bersangkutan.
Menurut A.S. Hornby
Ideologi → seperangkat gagasan yang membentuk landasan  teori ekonomi dan politik atau yang dipegangi oleh seseorang atau sekelompok orang
Menurut Soejono Soemargono
Ideologi → kumpulan gagasan, ide, keyakinan, kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis, yang menyangkut bidang: politik, sosial, kebudayaan, dan agama
Menurut Gunawan Setiardja
Ideologi →seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup
Menurut Descrates
Ideologi → inti semua pemikiran manusia
Menurut Karl Marx
Ideologi → alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat

Fungsi Ideologi
  • Sebagai tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai bersama oleh suatu masyarakat.
Nilai yang terkandung dalam ideologi menjadi cita-cita atau tujuan yang hendak diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Sebagai pemersatu masyarakat dan juga menjadi prosedur penyelesaian konflik yang terjadi di dalam masyarakat.
Nilai dalam ideologi merupakan nilai yang disepakati bersama sehingga dapat mempersatukan masyarakat itu, serta nilai bersama tersebut dijadikan acuan bagi penyelesaian suatu masalah yang mungkin timbul dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan.

  • Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia secara individual. (Cahyono, 1986)
  • Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua (founding fathers) ke generasi muda. (Setiardja, 2001)
  • Sebagai kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi individu, masyarakat, dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai tujuan. (Hidayat, 2001)

Macam-macam Ideologi di Dunia

Liberalisme
Inti pemikiran : Kebebasan Individual
Latar belakang : Sebagai respons terhadap kekuasaan negara yang absolut dan otoriter yang membatasi kebebasan dan hak-hak warga negaranya.
Landasan : Manusia pada hakikatnya adalah baik dan berbudi, tanpa harus diterapkannya aturan-aturan ketat yang bersifat mengekang.
Ciri-ciri :
-              Kebebasan sebesar-besarnya bagi setiap individu
-           Penolakan terhadap pembatasan, terutama dari pemerintah dan agama.
-              Ekonomi pasar relatif bebas

Fasisme
Inti pemikiran : Crediere, Obediere, Combattere (Yakinlah, tunduklah, berjuanglah.)
Latar belakang : Perkembangan dari paham yang dipraktikkan di Italia pada tahun 1922-1943, yaitu pada saat Benito Mussolini menjabat sebagai Perdana Menteri Fasis di Italia. Dilakukan awalnya untuk melawan anarkisme dan komunisme.
Landasan : Negara dan pemerintah harus bertindak keras agar “ditakuti” oleh rakyat, intinya negara diperlukan untuk mengatur masyarakat.
Ciri-ciri :
-           Kekuasaan dipegang oleh pemerintah yang  dapat berupa koalisi sipil, militer, atau partai yang berkuasa saat itu.
-            Rakyat diperintah dengan intimidasi agar patuh terhadap negara.
-            Pemerintah mengatur segala yang boleh maupun tidak boleh dilakukan oleh rakyatnya.

Sosialisme
Inti pemikiran : Kolektivitas (Kebersamaan, Gotong Royong)
Latar belakang : Menentang adanya kepemilikan pribadi yang timbul akibat kapitalisme yang eksploitatif dan menyokong pemakaian milik pribadi tersebut untuk kesejahteraan umum.
Landasan : Masyarakat dan juga negara adalah suatu pola kehidupan bersama. Manusia tidak bisa hidup sendiri-sendiri, dan manusia akan lebih baik serta layak kehidupannya jika ada kerja sama melalui fungsi yang dilaksakan oleh negara
Ciri-ciri :
-           Kesamaan kesempatan bagi semua orang
-           Penghapusan sebagian besar hak-hak milik pribadi dan negara.
-           Negara tanpa strata

Komunisme
Inti pemikiran :  Perjuangan kelas dan penghapusan kelas-kelas dimasyarakat, sehingga negara hanya sasaran antara.
Latar belakang : Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manuskrip politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848.
Landasan : Penolakan kondisi  masa lampau, analisa yang cenderung negatif terhadap situasi dan kondisi yang ada, resep perbaikan untuk masa depan, dan rencana tindakan jangka pendek yang memungkinkan tercapainya tujuan yang berbeda-beda.
Ciri-ciri :
-           Kesamaan kesempatan bagi semua orang
-           Penghapusan seluruh besar hak-hak milik pribadi dan negara.
-           Negara tanpa strata (tanpa kelas)
-           Pemerintahan otoriter

Sejarah Pancasila
§  7 September 1944 : pemberian janji kemerdekaan oleh perdana menteri Jepang
§  29 Mei 1945 : perumusan falsafah pancasila oleh Muh.Yamin
§  1 Juni 1945 : hari lahir pancasila
§  18 Agustus 1945 : penetapan pancasila sebagai dasar negara

Fungsi Pancasila
§  Sebagai dasar negara RI
§  Merupakan jiwa dan kepribadian bangsa
§  Pandangan hidup atau falsafah hidup bangsa

Pancasila Sebagai Ideologi
cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila.
Sifat-sifat Pancasila Sebagai Ideologi
1. Terbuka
§  Nilai-nilai dan cita-cita digali dari kekayaan adat istiadat, budaya dan religius masyarakatnya.
§  Menerima reformasi.
§  Penguasa bertanggung jawab pada masyarakat sebagai pengemban amanah rakyat.
2. Komprehensif
§  Mengakomodasi nilai-nilai dan cita-cita yang bersifat menyeluruh tanpa berpihak pada golongan tertentu atau melakukan transformasi sosial secara besar-besaran menuju bentuk tertentu.
§  Negara mengakomodasi berbagai idealisme yang berkembang dalam masyarakat yang bersifat majemuk.

Mengapa Ideologi Pancasila?
§  Nilai-nilai falsafah yang mendasar dan rasional
§  Teruji kokoh dan kuat sebagai dasar negara
§  Nilai-nilai pancasila sesuai dengan budaya Indonesia
§  Mampu mengakomodir berbagai kepentingan masyarakat yang majemuk dan beragam

Posisi Pancasila
§  Pandangan/Visi Hidup
§  Sumber dari segala sumber hukum

Kelebihan dan Kekurangan Pancasila Sebagai Ideologi
1. Kelebihan :
§  Dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih adil dan makmur
§  Merupakan jalan tengah antara Liberal dan Komunis
§  Memberi inspirasi akan tata masyarakat bebas
§  Menjadi sumber etik sosial
§  Sebagai instrumen politik untuk melihat kinerja pemerintah dan untuk melawan ketidakadilan sosial dan segala manifestasinya

2. Kekurangan :
§  Memberi kesempatan kebebasan yang cenderung menjadi anarki
§  Adanya kemungkinan masuknya kepentingan neoliberal
§  Terlalu normatif
§  Dianggap tidak jelas karena hanya mengambil jalan tengah diantara komunis dan liberal
§  Pancasila justru membuat bangsa mengambil keburukan Liberal dan Komunis bersama-sama











Perbandingan Ideologi Pancasila dengan Ideologi Dunia Lainnya
Ideologi Pancasila vs. Liberalisme
perbedaan
Pancasila
Liberalisme
  1. Kepemilikan individu dibatasi pada kepentingan yang tidak menjadi hajat hidup orang banyak.
  2. Bercampurnya kepemerintahan dengan aspek agama.
  3. Masih adanya pembatasan oleh pemerintah dan agama.
  1. Kepemilikan individu tidak dibatasi sama sekali.
  2. Aspek pemerintah dan keagamaan dilarang untuk dicampuradukkan.
  3. Penolakan terhadap pembatasan oleh pemerintah dan agama.
Persamaan
            Sama-sama menganut sistem demokrasi, di mana semua orang berhak menyuarakan pendapatnya.

Ideologi Pancasila vs. Fasisme
Perbedaan
Pancasila
Fasisme
  1. Kekuasaan tertinggi di tangan rakyat.
  2. Pendekatan peraturan sesuai dengan jenis peraturan dan sasarannya.
  3. Pemerintah mengatur rakyat pada hal-hal umum saja, sisanya diatur oleh nilai dan norma
  4. Pemerintahan yang demokratis
  1. Kekuasaan tertinggi di tangan pemerintahan (negara) yang berkuasa saat itu.
  2. Peraturan diberikan secara intimidatif agar dipatuhi.
  3. Pemerintah mengatur segala yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh rakyat.
  4. Pemerintahan yang otoriter.








Ideologi Pancasila vs. Sosialisme
Perbedaan
Pancasila
Sosialisme
  1. Hak milik pribadi dan negara dipisahkan dengan jelas dan diperbolehkan sesuai peraturan.
  2. Menimbulkan adanya kelas dalam masyarakat dengan penanganan masing-masing.
  1. Penghapusan sebagian besar hak milik pribadi dan negara menjadi hak milik bersama.
  2. Terciptanya negara tanpa kelas
Persamaan
            Beberapa negara penganut paham sosialisme masih menganut sistem demokrasi dalam pemerintahan mereka.
Note:
            Dapat dikatakan sosialisme adalah versi lunak dari komunisme.

Ideologi Pancasila vs. Komunisme
Perbedaan
Pancasila
Komunisme
  1. Hak milik pribadi dan negara dipisahkan dengan jelas dan diperbolehkan sesuai peraturan.
  2. Menimbulkan adanya kelas dalam masyarakat dengan penanganan masing-masing.
  3. Pemerintah yang demokratis.
  1. Penghapusan seluruh hak milik pribadi dan negara menjadi hak milik bersama.
  2. Terciptanya negara tanpa kelas
  3. Pemerintahan cenderung otoriter agar rakyat dapat diatur sepenuhnya





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Calendar