Kamis, 26 Mei 2011

PART D - Pelaporan

Share it Please

INTERNATIONAL STANDARD ON AUDITINGS

Part D
PELAPORAN

A.  MENGEVALUASI BUKTI AUDIT 
TUJUAN MENGEVALUASI BUKTI
            Tujuan dari mengevaluasi bukti audit adalah untukmemutuskan setelah mempertimbangkan semua data relevan yang diperoleh, apakah :
       Penilaian dari risiko salah saji material pada tingkatan asersi sudah sesuai
       Bukti cukup yang diperoleh untuk mengurangi risiko salah saji material dalam laporan keuangan pada tingkatan terendah yang dapat diterima

 MATERIALITAS
         Sebelum mengevaluasi hasil dari prosedur yang dilakukan dan salah saji apapun yang timbul, pertimbangan harus dilakukan apakah tingkat materialitas yang dibentuk perlu ditinjau kembali sebagai hasil dari :
  Informasi baru, seperti hasil keuangan aktual yang pada hakekatnya berbeda dari yang diantisipasi
       Suatu perubahan pemahaman dalam suatu entitas dan pengoperasiannya
       Keadaan baru
Perubahan Pada Penilaian Risiko yang Asli
            Penilaian resiko yang asli pada tingkatan asersi akan didasarkan pada bukti audit yang tersedia sebelum melakukan uji pengendalian atau prosedur substantif yang direncanakan.

AUDIT SESUAI CUKUP BUKTI
            Tujuannya adalah untuk memperoleh bukti cukup yang sesuai untuk mengurangi risiko salah saji material dalam laporan keuangan pada tingkatan terendah yang dapat diterima.

 PROSEDUR ANALITIS AKHIR
            Tujuannya adalah :
  1. Mengidentifikasi risiko salah saji material yang tidak dikenali sebelumnya
  2. Memastikan bentuk kesimpulan selama audit pada komponen individual atau elemen dari laporan keuangan yang dapat dibenarkan
  3. Membantu dalam pencapaian keseluruhan kesimpulan sebagai pertanggungjawaban dari laporan keuangan
Mengevaluasi Salah Saji
            Tujuan dari mengevaluasi salah saji adalah untuk menilai apakah laporan keuangan itu disajikan salah dalam sejumlah hal material. Dalam membuat penilaian ini, auditor harus memberikan pertimbangan akan adanya kemungkinan salah saji yang mirip yang belum ditemukan, yang mungkin saja memerlukan penyelidikan.
            Salah saji yang spesifik diidentifikasi dengan prosedur audit, termasuk penyesuaian rutin akhir periode yang diminta, harus didiskusikan dengan pihak manajemen. Kemudian manajemen diminta untuk membuat penyesuaian pada catatan akuntansi.
Mengumpulkan Kemungkinan Salah Saji
            Salah saji diidentifikasi selama proses audit, selain hal yang sepele, salah saji itu harus dikumpulkan. Ada beberapa tahap dalam proses pengumpulan salah saji yang dampaknya dapat dipertimbangkan, diantaranya :
1.      Dampak pada masing-masing kelas transaksi dan keseimbangan saldo
2.      Dampak pada total aktiva lancar dan hutang lancar
3.      Dampak pada total aktiva dan hutang
4.      Dampak pada total pendapatan dan biaya
5.      Dampak pada pendapatan bersih
Mengoreksi Salah Saji
  Jika pengumpulan salah saji dilakukan selama proses audit, maka pertimbangannya apakah keseluruhan strategi audit dan rencana audit yang terperinci perlu ditinjau kembali atau tidak. Hal yang mungkin dilakukan :
  • Mengusulkan pada manajemen untuk meneliti lagi area tertentu yang dirasa mempunyai risiko dan mengoreksi laporan keuangan berdasar pada penemuan 
  • Melakukan prosedur audit lebih lanjut
            Jika manajemen menolak untuk mengoreksi beberapa atau semua salah saji :
  • Memperoleh pemahaman atas alasan manajemen mengapa tidak melakukan koreksi 
  • Pertimbangkan ini ketika mengevaluasi apakah laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari salah saji material.
PENEMUAN PENTING DAN ISU
            Tahap terakhir dari proses evaluasi adalah mencatat semua penemuan penting atau isu dalam dokumen penyelesaian. Dokumen ini meliputi :
1.      Semua informasi yang dibutuhkan untuk memahami penemuan penting atau isu
2.      Cross-references yang sesuai sebagai dokumentasi audit pendukung.

B.                 BERKOMUNIKASI DENGAN YANG BERTANGGUNGJAWAB PADA PEMERINTAH
            Tujuan dari berkomunikasi dengan yang bertanggungjawab dengan pemerintah adalah :
   Menguraikan secara singkat tanggungjawab dari  auditor dalam hubungannya  dengan audit laporan keuangan, pemilihan waktu dan lingkup dari  audit
●     Memperoleh informasi yang relevan dengan audit
     Menyediakan pengamatan tepat waktu yang timbul dari audit yang terkait dengan tanggung jawab mereka untuk mengatur proses pelaporan keuangan.
Pemerintah
            Yang bertanggungjawab pada pemerintah biasanya memiliki tanggung jawab untuk :
  • Memastikan bahwa sebuah entitas mampu mencapai tujuannya mengenai keandalan tentang pelaporan keuangan; 
  • Efisiensi dan efektivitas operasi; 
  • Pemenuhan dengan ketentuan hukum yang bisa diterapkan; dan 
  • Pelaporan ke pihak-pihak yang berkepentingan.

BERBAGAI HAL DARI AUDIT PEMERINTAH YANG MENARIK
            Berbagai hal audit pemerintah yang menarik timbul dari laporan keuangan. Meliputi hal-hal yang pernah ada yang menarik perhatian auditor sebagai hasil pencapaian audit. Bagaiamanapun juga, keputusan tentang apa yang dikomunikasikan itu tidak selalu menjadi hal yang mudah. Suatu audit boleh menyempurnakan penemuan dan situasi yang meminta keragu-raguan profesional, kebijaksanaan dan pertimbangan dalam memutuskan apa yang harus dikomunikasikan.
Surat Perjanjian
            Untuk menghindari kesalahpahaman, surat perjanjian audit ditulis :
     Bahwa hanya berbagai hal yang menarik perhatian pemerintanh yang datang pada auditor sebagai hasil dari  pencapaian suatu audit yang akan dikomunikasikan. Kemudian, menguraikan format di mana komunikasi pada berbagai hal audit yang menarik perhatian pemerintah yang akan dibuat;
       Orang relevan dengan siapa komunikasi itu akan dibuat
  Berbagai hal audit spesifik yang menarik perhatian pemerintah yang telah disetujui untuk diharapkan dikomunikasikan.
Ketepatan Waktu
            Memastikan bahwa berbagai hal audit yang menarik perhatian pemerintah dikomunikasikan pada suatu basis tepat waktu sedemikian rupa sehingga mereka yang bertanggungjawab pada pemerintah itu dapat mengambil tindakan yang sesuai.

C.   LAPORAN AUDITOR
MENGEVALUASI KESIMPULAN
            Langkah terakhir pada proses audit adalah mengevaluasi kesimpulan yang ditarik dari bukti audit yang diperoleh dan menyiapkan sebuah laporan auditor yang sesuai.
Kerangka Kerja Pelaporan Keuangan
            Opini auditor pada laporan keuangan akan dibuat dalam konteks kerangka kerja pelaporan keuangan yang diterapkan.
PEMBENTUKAN SUATU OPINI
         Pembentukan suatu opini dalam sebuah laporan keuangan meliputi lima langkah sebagai berikut:
1.   Mengevaluasi bukti audit yang diperoleh
2.   Mengevaluasi akibat dari salah saji yang teridentifikasi tapi tidak dikoreksi dan aspek kualitatif dari praktik akuntansi pada sebuah entitas
3. Mengevaluasi apakah laporan keuangan telah disiapkan sesuai dengan kerangka kerja yang ditetapkan
4.     Mengevaluasi presentasi yang adil dari laporan keuangan
5.     Melakukan prosedur analitis
KOMPONEN LAPORAN AUDITOR
1.      Judul. Judulnya adalah “ Laporan Auditor Independen”
2.      Alamat. Seperti yang diminta pada perjanjian atau peraturan lokal
3.      Paragraf Pendahuluan.
§  Jenis jasa yang dilakukan (“Kami telah mengaudit”).
§  Laporan keuangan yang telah diaudit.
§  Entitas yang diaudit, tanggal laporan keuangan
§  Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan.
§  Tanggung jawab auditor untuk menyatakan pendapat
4.      Paragraf Ruang Lingkup Audit. Menyatakan :
§  Audit dilaksanakan sesuai dengan GAAS yang mengharuskan :
-        Merencanakan dan melaksanakan audit agar mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material
-        Memeriksa, bukti-bukti atas dasar pengujian
-  Menilai prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen
-        Penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan
§  Keyakinan auditor bahwa audit memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat
5.      Paragraf Pendapat. Menyatakan :
§  Pendapat auditor apakah laporan keuangan :
-        Menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material
-        Posisi keuangan pada tanggal neraca
-        Hasil usaha dan arus kas untuk periode tertentu
-        Sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP)
6.      Tanda Tangan KAP. Manual atau tercetak.
7.      Tanggal Laporan. Hari terakhir pekerjaan lapangan
Audit Diselenggarakan Sesuai dengan ISAs dan National Auditing Satndards
            Referensi yang dapat dibuat pada audit yang diselenggarakan sesuai dengan ISAs dan National Auditing Standards hanya ketika auditor:
§  Mematuhi ISAs yang relevan pada audit;
§  Melaksanakan semua prosedur audit lebih lanjut yang diperlukan untuk mematuhi standard negeri yang relevan atau yurisdiksi itu
§  Mengidentifikasi negeri atau yurisdiksi asal dari  standard auditing di dalam laporan auditor
§  Mencukupi bahwa masing-masing standar pelaporan yang unsur-unsurnya dikenali dalam tabel di atas telah dimasukkan.
Penjelasan Tambahan yang Tidak Teraudit
            Pembedaan tentang  penjelasan tambahan yang tak-teraudit mungkin dicapai melalui metoda berikut :
§  Memberi nama yang jelas pada informasi itu sebagai hal yang tak-teraudit;
§  Memastikan catatan yang tak-teraudit tidaklah dicampur dengan catatan teraudit.
§  Meminta manajemen untuk menempatkan informasi yang tak-teraudit di luar dari  satuan laporan keuangan, atau sedikitnya untuk memindahkan semua cross-references dari laporan keuangan ke jadwal pengganti yang tak-teraudit atau catatan tak-teraudit.
§  Identifikasi angka-angka halaman di dalam  laporan auditor yang di atasnya laporan keuangan teraudit yang diperkenalkan.

D.                MODIFIKASI PADA LAPORAN AUDITOR
            Ini pada umumnya terjadi ketika:
       Suatu ketidak-pastian yang signifikan yang ada itu harus dibawa kepada perhatian pembaca
       Suatu pembatasan pada lingkup dari  perikatan yang ada;
       Ada perselisihan paham dengan manajemen mengenai aplikasi atau pemilihan kebijakan akuntansi atau ketercukupan pengungkapan laporan keuangan

 MODIFIKASI PADA OPINI AUDIT
            Sebuah modifikasi opini audit diperlukan jika efek dari suatu perihal dalam  pertimbangan auditor atau mungkin hal material pada laporan keuangan:
       Suatu pembatasan pada lingkup dari  pekerjaan auditor; atau
       Perselisihan paham dengan manajemen mengenai:
-        Kemampuan menerima dari  kebijakan akuntansi yang dipilih;
-        Metoda tentang aplikasinya; atau
-        Ketercukupan pengungkapan laporan keuangan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Calendar