Senin, 17 Oktober 2011

MEMAHAMI STRATEGI

Share it Please

I TUJUAN :
A.PROFITABILITAS :
Dalam bisnis, kapasitas untuk menghasilkan laba biasanya merupakan tujuan yang paling penting.Profitabilitas dinyatakan dalam arti dan konsep yang paling luas melalui persamaan :
                     Pendapatan – Beban x Pendapatan = ROI
                          Pendapatan           Investasi

Istilah investasi mengacu pada investasi para pemegang saham, yang terdiri dari penerbitan saham dan laba yang ditahan.
Salah satu tanggung jawab manajemen adalah menjaga keseimbangan diantara dua sumber utama pendanaan : utang dan ekuitas.Investasi pemegang saham (ekuitas) merupakan jumlah pendanaan yang diperoleh bukan melalui utang, yaitu dengan cara meminjam.Dengan demikian investasi adalah total modal utang dan modal ekuitas.
Profitabilitas mengacu pada laba dalam jangka panjang, bukan laba kuartal atau tahun berjalan.Banyak pengeluaran pada periode berjalan ( misalnya, jumlah uang yang dikeluarkan untuk iklan atau penelitian dan pengembangan ) mengurangi laba saat ini dan meningkatkan laba jangka panjang.

Memaksimalkan Nilai Pemegang Saham :
Jika memaksimalisasi merupakan tujuan tersendiri, maka pihak manajemen akan menggunakan setiap jam kerja yang ada memikirkan alternative yang tidak ada habis-habisnya untuk meningkatkan profitabilitas.


B.RESIKO :
Upaya sebuah organisasi perusahaan untuk meningkatkan profitabilitas sangat dipengaruhi oleh kemajuan pihak manajemen untuk mengambil resiko.Tingkat pengambilan resiko sangat bervariasi, tergantung pada kepribadian atas masing-masing individu dijajaran manajemen.
Tanggung jawab manajemen adalah menjaga asset-aset perusahaan, sedangkan profitabilitas adalah menjadi tujuan kadua.

Pendekatan Banyak Stakeholder :
Organisasi terlibat dalam tiga jenis pasar : Pasar  modal, pasar produk, dan pasar factor.
Perusahaan mencari dana melalui pasar modal, dimana para pemegang saham public merupakan konstituennya yang sangat penting.Perusahaan menjual barang dan jasa dipasar produk, dimana para konsumenlah yang menjadi konstituennya. Sementara perusahaan berkompetisi untuk memperoleh sumber daya seperti sumber daya manusia dan bahan-bahan mentah dipasar factor, dimana yang menjadi konstituen utamanya adalah pegawai perusahaan dan para pemasok serta berbagai komunitas yang menyediakan sumber daya dan yang menjadi tempat beroperasinya perusahaan.
Sebuah perusahaan bertanggung jawab kepada banyak stakeholder, yaitu para pemegang saham, konsumen, para pegawai, para pemasok, dan masyarakat.
II.KONSEP STRATEGY
Strategy adalah rencana-rencana untuk mencapai tujuan organisasi.Strategy mendeskripsikan arah umum yang akan dituju suatu organisasi untuk mencapai tujuannya.
Strategy dapat ditemukan pada dua tingkatan :
1.     Strategy untuk organisasi keseluruhan.
2.     Strategy untuk unit bisnis dalam organisasi.

A.Strategy Tingkat Korporat :
Strategy korporat adalah mengenai keberadaan di tengah-tengah bauran bisnis yang tepat.Masalah yang timbul pada tingkat korporat ini adalah :
1.     Definisi bisnis dimana perusahaan akan berpartisipasi.
2.     Penugasan sumber daya antarbisnis-bisnis tersebut.
Analisis strategy pada tingkat korporat menhasilkan keputusan yang melibatkan bisnis yang akan ditambah, bisnis yang akan dipertahankan, bisnis yang akan ditekankan, bisnis yang akan dikurangi perhatiannya, dan bisnis yang didivestasi (dijual).
Berkaitan dengan strategy tingkat korporat, perusahaan dapat diklasifikasikan ke dalam ketegori :
1.     Perusahaan dengan Industri tunggal,beroperasi dalam satu lini bisnis.Salah satunya adalah Exxon-Mobil yang bergerak dalam bidang industri minyak bumi.
2.     Perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan beroperasi dalam beberapa industri, dan unit-unit bisnis tersebut memperoleh manfaat dari seperangkat kompetensi inti yang umum.Contohnya : Procter dan Gamble yang memiliki diversifikasi yang berhubungan, dimana perusahaan-perusahaan ini memiliki unit-unit bisnis dalam popok (pampers), deterjen (Tide), sabun (ivory), pasta gigi (crest), shampoo (head & shoulders),dan produk konsumen bermerek lainnya.Kedua perusahaan ini memiliki dua kompetensi inti yang menguntungkan semua unit bisnisnya : (a) kemampuan inti dalam beberapa teknologi kimia, (b) keahlian distribusi dan pemasaran produk konsumen bermerek dengan harga rendah melalui supermarket.
3.     Perusahaan dengan bisnis yang tidak berhubungan beroperasi dalam bisnis yang tidak saling berhubungan satu sama lain, contohnya : textron yaitu : perusahaan yang beroperasi dalam bisnis yang sangat teriversifikasi seperti dalam alat tulis, helicopter, gergji besar, komponen mesin pesawat terbang, forklift, alat mesin, penghubung khusus, dan mesin turbin gas.
Pada tingkat korporat,salah satu dimensi yang paling signifikan adalah tingkat dan jenis diversifikasi yang dilakukan oleh perusahaan yang berbeda.

B.Kompetensi Inti dan Diversifikasi Korporat :
Penelitian telah menunjukkan bahwa perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan mencapai kinerja tinggi, perusahaan dengan industri tunggal mencapai kinerja terbaik kedua, dan perusahaan dengan diversifikasi tidak berhubungan tidak mencapai kinerja baik dalam jangka waktu panjang.Hal ini disebabkan, karena markas besar korporat, dalam perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan mempunyai kemampuan untuk mentransfer kompetensi inti dari satu unit bisnis ke unit bisnis yang lainnya.
Kompetensi inti adalah kemampuan yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai kinerja yang lebih tinggi dan menambah nilai signifikan bagi pelanggan.Oleh karena itu, pertumbuhan berbasis kompetensi dan diversifikasi mempunyai potensi untuk berhasil.Selain itu perusahaan dengan diversifikasi berhubungan dapat mengeksploitasi system operasinya secara lintas unit bisnis.
Sedangkan perusahaan dengan diversifikasi tidak berhubungan, tidak memiliki sinergi operasi.Sebagian besar kegiatan usaha diversifikasi korporat yang gagal dimasa lalu termasuk dalam jenis ini,tetapi memiliki profitabilitas tinggi.

C.Implikasi dari Desain Sistem Pengendalian :
Strategy korporat adalah satu rangkaian dengan strategy tunggal di satu ujung spectrum dan diversifikasi yang tidak berhubungan diujung lain (diversifikasi yang berhubungan ada ditengah spectrum).Syarat perencanaan dan pengendalian perusahaan yang menggunakan strategy diversifikasi tingkat korporat begitu berbeda.Oleh karena itu, masalah kunci bagi desainer system pengendalian adalah : bagaimana struktur dan bentuk pengendalian akan berbeda antara perusahaan dengan industri tunggal, perusahaan dengan diversifikasi berhubungan, atau perusahaan dengan diversifikasi tidak berhubungan.

III.Strategy Unit Bisnis :
Tiga alat Bantu dalam mengembangkan strategy unit bisnis adalah : matriks portfolio, analisis struktur industri,dan analisis rantai nilai.
Strategy unit bisnis bergantung pada dua aspek yang saling berkaitan :
1.      Misi Unit Bisnis
Dalam perusahaan dengan diversifikasi,salah satu tugas dari manajemen senior adalah mengalokasikan sumber daya,yakni,membuat membuat keputusan mengenai penggunaan kas yang dihasilkan dari beberapa unit bisnis untuk mendanai pertumbuhan dalam unit bisnis lain.Beberapa model perencanaan telah dikembangkan untuk membantu manager tingkat korporat dalam mengalokasikan sumber daya secara efektif.Dari berbagai model perencanaan,tapi yang paling banyak digunakan adalah Boston consulting Group’s matriks pembagian pertumbuhan 2 x 2 dan General Electric Company / Mc.Kinsey & Company’s Matriks daya tarik industri kekuatan bisnis 3 x 3. Model-model tersebut memiliki perangkat misi sama, yaitu :
a.       Bangun (build), yaitu : misi yang menyiratkan tujuan menambah pangsa pasar, bahkan dengan mengorbankan laba jangka pendek dan arus kas.
b.      Pertahankan, yaitu : misi yang diarahkan pada perlindungan pangsa pasar unit bisnis dan posisi persaingan.
c.       Panen, yaitu misi yang mempunyai tujuan memaksimalkan laba jangka pendek dan arus kas, bahkan dengan mengorbankan pangsa pasar.
d.      Divestasi, yaitu : misi yang menunjukkan suatu keputusan untuk mundur dari bisnis melalui proses likuidasi perlahan-lahan atau penjualan segera.




Kurva belajar merupakan alat analisis yang kuat, tetapi memiliki beberapa keterbatasan :
  • Konsep tersebut berlaku pada produk yang tidak didiferensiasikan, dimana basis persaingan utama adalah pada harga.
  • Dalam situasi tertentu, peningkatan dalam teknologi proses mungkin mempunyai dampak yang lebih besar pada pengurangan biaya perunit dibandingkan dengan volume kumulatif itu sendiri.
  • Kerja keras yang agresif untuk mengurangi biaya melalui produksi terkumulasi dari barang yang terstandardisasi dapat menimbulkan hilangnya fleksibilitas di pasar.
  • Komitmen pada konsep kurva belajar dapat sangat merugikan bila teknologi baru muncul dalam industri tersebut.
  • Yang mempengaruhi biaya adalah skala, lingkup, teknologi, dan kompleksitas.Perusahaan perlu mempertimbangkan pemicu biaya relevan yang berlaku untuk mencapai posisi biaya rendah.

BCG menggunakan logika berikut untuk strategy dengan membagi istilah pada devisi menjadi : Bintang sebagai pertahankan, Tanda tanya sebagai bangun, sapi perah kas sebagai panen, dan anjing sebagai divestasi.Kemudian masing – masing memiliki unit bisnis, antara lain :
  • Unit bisnis dalam kuadran tanda tanya secara khusus diberi misi untuk bangun pangsa pasar.karena BCG berargumentasi bahwa dengan membangun pangsa pasar dalam pertumbuhan dari suatu industri, unit bisnis akan menikmati posisi biaya rendah.Bertambahnya pangsa pasar dimaksudkan untuk membangun kepemimpinan pasar dalam jangka pendek yang akan menekan keuntungan jangka pendek.Bertambahnya pangsa pasar dimaksudkan untuk menghasilkan profitabilitas jangka panjang.Beberapa bisnis dalam kuadran tanda tanya mungkin juga didivestasi bila kebutuhan kas unit bisnis tersebut untuk membangun posisi persaingan sangat tinggi
  • Unit bisnis yang termasuk dalam kuadran bintang secara khusus diberi misi : Pertahankan pangsa pasar,maksudnya adalah : untuk memepertahankan pangsa pasar yang tinggi dengan investasi kas.Unit bisnis ini menghasilkan jumlah kas yang besar,tetapi juga memerlukan pengeluaran kas yang signifikan untuk memelihara kekuatan persaingan dalam pasar yang sedang tumbuh.Sehinga unit-unit ini bersifat swasembada dan tidak memerlukan kas dari unit lain dalam organisasi tersebut.
  • Unit bisnis yang termasuk dalam kuadran sapi perah kas adalah : sumber utama kas bagi perusahaan.Karena unit-unit ini mempunyai pangsa pasar yang cukup tinggi, maka unit-unit tersebut mungkin mempunyai biaya perunit yang paling rendah dan oleh karena itu memiliki laba yang paling tinggi.Dilain pihak, karena unit-unit ini beroperasi dalam industri yang pertumbuhannya lambat atau mengalami penurunan, maka tidak perlu menginvestasikan semua kas yang dihasilkannya.Oleh karena itu, unit-unit tersebut menghasilkan jumlah arus kas positif yang signifikan.Maka, unit-unit tersebut diberi misi untuk memanen untuk laba jangka pendek dan arus kas.
  • Bisnis dalam kuadran anjing, mempunyai posisi persaingan yang lemah dalam industri yang tidak menarik.Bisnis seperti ini harus didivestasi, kecuali bila ada kemungkinan baik untuk membuatnya menjadi menguntungkan.

Misi-misi ini memiliki kesatuan rangkaian dengan “murni bangun” diujung yang satu dan “murni panen” diujung yang lain.Unit bisnis dapat berada dimanapun pada rangkaian tersebut, bergantung pada imbal balik yang diperkirakan akan terjadi antara membangun pangsa pasar dan memaksimalkan laba jangka pendek.
2.Keunggulan Kompetitif Unit Bisnis :
  • Analisis Struktur Industri adalah : alat untuk secara sistematis menilai kesempatan dan ancaman dipasar eksternal.Rata-rata profitabilitas industri sejauh ini merupakan predictor paling signifikan dari kinerja perusahaan.Struktur industri harus dianalisis terkait dengan kekuatan kolektif dari 5 kekuatan persaingan,antara lain :
1.      Intensitas persaingan diantara para pesaing yang ada.Faktor-faktor yang mempengaruhi persaingan secara langsung adalah pertumbuhan industri, perbedaan produk, jumlah dan keanekaragaman pesaing, tingkat biaya tetap, kapasitas intermiten yang berlebihan, dan kendala untuk keluar dari industri.
2.      Daya tawar pelanggan, factor-faktor yang mempengaruhi daya beli adalah : jumlah pembeli, biaya peralihan pembeli, kemampuan pembeli untuk mengintegrasikan kembali, dampak produk dari unit bisnis pada biaya total pembeli, dampak produk unit bisnis pada kualitas / kinerja produk pembeli, dan signifikansi volume unit bisnis bagi pembeli.
3.      Daya tawar pemasok.Factor-faktor yang mempengaruhi kekuatan pemasok adalah jumlah pemasok, kemampuan pemasok untuk melakukan integrasi kedepan, kehadiran input substitusi, dan pentingnya volume unit bisnis bagi pemasok.
4.      Ancaman dari barang substitusi.Faktor-faktor yang mempengaruhi ancaman barang substitusi adalah harga/kinerja relative barang substitusi, biaya peralihan  pembeli, dan kecendrungan pembeli untuk menggunakan barang substitusi.
5.      Ancaman pendatang baru yang masuk industri.Faktor-faktor yang mempengaruhi kendala untuk masuk ke dalam industri adalah persyaratan modal, akses terhadap saluran distribusi,skala ekonomis, diferensiasi produk, kompleksitas teknologi dari produk atau proses, tindakan balasan yang diperkirakan dari perusahaan-perusahaan yang sudah ada, dan kebijakan pemerintah.

Ada 3 observasi yang dibuat sehubungan dengan analisis industri :
1.      Semakin kuat kelima kekuatan tersebut,semakin rendah profitabilitas dari industri tersebut.Dan sebaliknya.
2.      Bergantung pada kekuatan relative dari lima kekuatan tersebut,masalah strategis kunci yang dihadapi oleh unit bisnis tersebut akan berbeda dari satu industri ke industri yang lain.
3.      Memahami hakikat setiap kekuatan membantu perusahaan untuk merumuskan strategy yang efektif.
  • Keunggulan Bersaing Generik :
Unit bisnis mempunyai dua cara generik untuk merespon terhadap kesempatan dalam lingkungan eksternal dan mengembangkan keunggulan kompetitif yang berkesinambungan : biaya rendah dan diferensiasi.
1.      Biaya rendah : biaya dapat diperoleh melalui beberapa pendekatan seperti skala ekonomis dalam produksi, dampak kurva belajar, pengendalian biaya yang ketat, dan minimalisasi biaya ( dalam beberapa area seperti : penelitian dan pengembangan,jasa,tenaga penjualan,atau periklanan).
2.      Diferensiasi,focus utama strategy ini adalah melakukan diferensiasi penawaran produk yang dihasilkan oleh unit bisnis,sehingga menciptakan sesuatu yang dipandang oleh pelanggan sebagai sesuatu yang unik.Pendekatan pada diferensiasi produk meliputi loyalitas merek,pelayanan pelanggan yang unggul,jaringan dealer,desain produk dan fitur produk, dan teknologi.
Keunggulan kompetitif dipasar pada intinya berasal dari penyediaan nilai pelanggan lebih baik untuk biaya yang sama atau niali pelanggan yang sama untuk biaya yang lebih rendah.
  • Analisis Rantai Nilai :
Rantai nilai adalah sekelompok kegiatan lengkap yang terlibat dalam suatu poduk, mulai dan ekstraksi bahan baku dan berakhir dengan dukungan pascapengiriman bagi pelanggan.
Analisis rantai nilai merupakan alat yang berguna dalam mengembangkan keunggulan persaingan yang didasarkan pada biaya rendah, atau diferensiasi bersama pengurangan biaya.
Sedangkan rantai nilai untuk bisnis adalah seperangkat kegiatan penciptaan nilai untuk menghasilkan produk,dari sumber bahan mentah dasar untuk pemasok komponen pada produk penggunaan akhir pokok yang dikirim ke tangan konsumen akhir.
Rantai nilai memisahkan perusahaan ke dalam kegiatan strategisnya yang berbeda.Dengan menganalisa biaya, pendapatan, dan aktiva secara sistematis, unit bisnis dapat mencapai keunggulan differensiasi dengan pengurangan biaya.
Kerangka rantai nilai adalah : metode untuk membagi rantai tersebut dari bahan baku dasar sampai pelanggan pemakai akhir,kedalam kegiatan spesifik untuk dapat memahami perilaku biaya dan sumber diferensiasi.
Rantai nilai membantu perusahaan untuk memahami system penyaluran nilai, tidak hanya bagian dari rantai nilai di tempat perusahaan beroperasi.Pemasok dan pelanggan, dan pemasok dari pemasok, serta pelanggan dari pelanggan mempunyai selisih keuntungan yang penting untuk diidentifikasi dalam memahami pembentukan posisi biaya/diferensiasi perusahaan, karena pelanggan pengguna akhir pada intinya membayar untuk semua selisih keuntungan sepanjang rantai nilai keseluruhan.Pemasok tidak hanya menghasilkan dan memberikan input yang digunakan dalam kegiatan nilai perusahaan, tetapi secara signifikan juga mempengaruhi posisi biaya/diferensiasi perusahaan.Demikian juga, tindakan pelanggan dapat memiliki dampak yang signifikan pada keunggulan biaya/diferensiasi perusahaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Calendar