Kamis, 10 November 2011

Audit Siklus Personalia

Share it Please



Siklus personalia suatu perusahaan meliputi kejadian-kejadian dan kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan pemberian kompensasi kepada pimpinan dan pegawai perusahaan. Siklus personalia berkaitan dengan dua siklus lain. Pembayaran kompensasi kepada karyawan dan pembayaran pajak penghasilan karyawan yang dipotong perusahaan dari penghasilan karyawan berhubungan dengan transaksi pengeluaran kas dalam siklus pengeluaran. Kemudian, pendistribusian biaya tenaga kerja pabrik ke barang dalam proses berkaitan dengan siklus produksi.


Tujuan Audit
Tujuan khusus audit untuk siklus personalia adalah sebagai berikut :
Asersi
Tujuan Audit Kelompok Transaksi
Tujuan Audit Saldo Rekening
Keberadaan atau keterjadian
Biaya gaji dan upah serta biaya PPh karyawan dalam pembukuan berkaitan dengan kompensasi atas jasa yang diberikan selama periode yang diaudit
Saldo utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan mencerminkan jumlah yang terutang per tanggal neraca
Kelengkapan
Biaya gaji dan upah serta biaya PPh karyawan mencakup semua biaya yang terjadi untuk jasa personalia selama periode yang diaudit
Utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan mencakup semua utang kepada karyawan dan utang kepada Negara per tanggal neraca
Hak dan Kewajiban

Utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan adalah kewajiban perusahaan klien
Penilaian atau Pengalokasian
Biaya gaji dan upah serta biaya PPh karyawa telah dihitung dengan teliti dan telah dicatat
Utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan telah dihitung dengan teliti dan telah dicatat.
Distribusi biaya tenaga kerja pabrik telah dihitung dan dicatat dengan benar
Penyajian dan Pengungkapan
Biaya gaji dan upah serta biaya PPh karyawan telah diidentifikasi dan dikelompokkan dengan benar dalam laporan rugi-laba
Utang gaji dan upah serta utang PPh karyawan telah diidentifikasi dengan benar dalam neraca.
Laporan keuangan telah memuat pengungkapan yang tepat tentang program pension dan program benefit lainnya

Materialitas, Risko Bawaan, dan Prosedur Analitis
Materialitas
Untuk perusahaan-perusahaan jasa dan perusahaan professional, jasa personalia biasanya merupakan salah satu pos biaya yang besar. Pada lembaga-lembaga pendidikan, jasa personalia pada umumnya merupakan pengeluaran yang utama. Perkembangan yang pesat pada perusahaan-perusahaan jasa menyebabkan semakin pentingnya peranan tenaga kerja, sehingga siklus jasa personalia pada banyak perusahaan merupakan bidang audit yang material. Di lain pihak, saldo rupiah utang gaji dan upah pada umumnya tidak begitu signifikan, namun pengungkapan yang berkaitan dengan opsi saham dan program pensiun biasanya merupakan pengungkapan yang material.

Risko Bawaan
Auditor umunya tidak begitu khawatir dengan asersi kelengkapan pada siklus personalia, karena kebanyakan pegawai akan segera beraksi untuk menagih kepada majikannya jika mereka tidak dibayar tepat pada waktunya. Namun kecurangan (asersi keberadaan atau keterjadian) merupakan masalah besar bagi auditor. Volume transaksi pembayaran tenaga kerja bisa cukup tinggi. Pada perusahaan manufaktur, dasar perhitungan upah kotor bisa berupa waktu dan atau jumlah hasil kerja. Oleh karena itu, perhitungan bisa menjadi masalah yang kompleks dan risiko bawaan untuk asersi penilaian dan pengalokasian bisa menjadi tinggi. Sebagai kesimpulan dapat dikatakan bahawa risiko bawaan cukup tinggi untuk asersi keberadaan atau keterjadian, penilaian atau pengalokasian,serta penyajian dan pengungkapan.

Prosedur Analitis
Prosedur analitis sangat bermanfaat dalam mengidentifikasi kecurangan potensial seperti misalnya apabila gaji atau upah kotor pegawai lebih tinggi dari jumlah yang diperkirakan auditor. Prosedur ini akan sangat efektif apabila auditor bisa menggunakan pernagkat lunak audit digeneralisasi, mengelompokkan pegawa berdasar kategori pegawai, dan kemudian menganalisis gaji atau upah rata-rata per kategori pegawai.

Aktivitas Pengendalian – Transaksi Penggajian/ Pengupahan
Dopkumen dan catatan
·         Otorisasi personil
·         Kartu waktu hadir
·         Catatan waktu kerja
·         Daftar gaji dan upah
·         Rekening bank-gaji & upah
·         Cek gaji/ upah
·         Ikhtisar distribusi biaya tenaga kerja
·         Formulir pajak penghasilan karyawan
·         Arsip pegawai
·         File induk data personil
·         File induk pendapatan karyawan

Fungsi dan Pengendalian yang Bersangkutan
  • Permulaan transaksi penggajian/ pengupahan meliputi :
    • Pengangkatan karyawan
    • Pemberian otorisasi perubahan gaji/ upah

  • Penerimaan jasa meliputi :
    • Pembuatan data kehadiran dan waktu kerja
  • Pencatatan transaksi penggajian/ pengupahan meliputi :
    • Penyiapan dan pencatatan daftar gaji/ upah
  • Pembayaran gaji/ upah meliputi :
    • Pembayaran gaji/ upah dan mengamankan upah yang belum/ tidak diambil
    • Pembeyaran pajak penghasilan karyawan

Pengujian Substantif saldo-saldo Penggajian/ Pengupahan
Pengujian substantif saldo-saldo penggajian/ pengupahan biasanya dilakukan pada tanggal neraca atau mendekati tanggal neraca.
Penentuan Risiko Detektif
Pengujian pengendalian atas efektivitas pengendalian untuk risiko ini memungkinkan auditor untuk menetapkan tingkat risiko deteksi pada tingkat rendah, sehingga tingkat risiko deteksi bisa diterima untuk kebanyakan asersi penggajian/ pengupahan adalah moderat atau tinggi. Akibatnya, pengujian tersebut seringkali dibatasi hanya dengan menerapkan prosedur analitis atas rekening-rekening biaya dan utang biaya yang bersangkutan,serta pengjuian detil terbatas. Apabila prosedur analitis menunjukkan adanya fluktuasi yang tidak wajar, mak diperlukan pengujian detil lebih banyak.

Perancangan Pengujian Substantif
Program audit yang bisa dipertimbangkan untuk mengaudit saldo rekening utang gaji/ upah sama dengan apa yang telah diidentifikasi. Namun dalam hal ini auditor tidak perlu mengkonfirmasi utang gaji/ upah. Uraian tentang pengujian substantif khusus untuk saldo-saldo penggajian/ pengupahan yang akan dijelaskan di bawah ini dibatasi hanya prosedur-prosedur berikut :
·         Menghitung ulang utang-utang yang berkaitan dengan penggajian/ pengupahan
·         Mengaudit program kesejahteraan karyawan dan program pensiun
·         Mengaudit opsi saham
·         Melakukan verifikasi atas kompensasi kepada para pejabat perusahaan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Calendar