Selasa, 08 November 2011

sejarah singkat islam abad ke-3 sampai dengan abad ke-5 Hijriah

Share it Please

Pemerintahan al-Buwaihiyah (320-447 H / 932-1055 M)
Periode ini ditandai dengan adanya dominasi keluarga Buwaih. Mereka adalah kelompok Syiah yang sangat benci kepada islam dan fanatik. Orang yang pertama kali muncul ke permukaan adalah Buwaih bin Syuja’. Dia orang yang sangat fakir dan seorang. Sedangkan anak-anaknya (Ahmad, Hasan, Ali) menjadi tentara Makan bin Kali salah seorang pemimpin terkemuka di Dailam (selatan Laut Qazwin). Pada tahun 320 H/932 M pengaruh mereka (Ali) mulai terasa dan pengaruh mereka sampai pada puncak keemasannya. Kekuasaan mereka meliputi beberapa wilayah pemerintahan Bani Abbasiyah. Mereka meminta kepada khalifah Bani Abbasiyah untuk mengakui wujud dan eksistensi mereka. Mereka memiliki pengaruh yang amat besar terhadap para khalifah Bani Abbas dan menyetir para khalifah. Mereka juga menentukan siapa khalifah yang akan diangkat dan dicopot. Maka, saat itu khalifah tidak lagi memiliki pengaruh dan kekuasaan sehingga karisma khalifah menghilang pada masa tersebut.

Pemimpin-pemimpin yang paling menonjol dari anak Buwaih bin Syuja’ ada tiga :
  1. Imadud Daulah Ali (320-338 H / 932-949 M)
  2. Ruknud Daulah Hasan (320-366 H / 932-976 M)
  3. Mu’izud Daulat Ahmad (320-356 H / 932-966 M)
Mereka bertiga membagi negeri-negeri itu demikian bentuknya. Setelah mereka meninggal, kekuasaan berada di tangan ’Adhat Daulah bin Ruknud Daulah. Pada masa ini Bani Buwaih mencapai puncak kekuasaan. Setelah dia meninggal, terjadi pertempuran yang berujung pada kehancuran. Pemimpin terakhir mereka adalah al-Malik ar-Rahim. Pada masa pemerintahannya terjadi serangan yang mengakibatkan kehancuran Bani Buwaihiyun.

Pemerintahan al-Akhasyidiyah di Mesir (323-358 H / 934-968 M)
Asal Akhasyidiyun adalah dari Turki dan Farghanah di Asia Tengah. Pendirinya adalah Muhammad ibnul-Akhasyidiyah bin Thaghaj. Mesir sangat maju ketika ia memerintah dan berhasil menjadikan Syam sebagai bagian dari wilayahnya yang kemudian disusul dengan Hijaz. Setelah meninggal, dia digantikan oleh dua anaknya yang masih kecil dan berada di bawah arahan Kafur seorang budak al-Akhsyayid asal Habasyah. Perdagangan mengalami masa gemilang di zamannya. Setelah meninggal, pemerintahannya langsung melemah hingga akhirnya berhasil diruntuhkan oleh orang-orang Fathimi pada tahun 358 H/ 968 M.

Pemerintahan Imran bin Syahin di Bithih-Irak (329-408 H / 940-1047 M)
Dia awalnya adalah seorang penarik pajak pada pemerintahan Mu’izzud Daulah al-Buwaihi. Dia memerintah selama empat tahun dan memiliki kekuatan hingga akhirnya dicukur habis oleh Bani Buwaih. Sementara itu, anak keturunannya terus berkuasa hingga tahun 408 H / 1017 M

Pemerintahan Ghaznawiyah di Ghaznah, sebagian Iran, Asia Tengah, dan Sebagian India
Pada masa antara tahun 366-387 H / 976-997 M yang berkuasa adalah seorang Mamluk yang dikenal dengan sebutan Sabaktakin.
Sultan Mahmud al-Ghaznawi
Dikenal sebagai penguasa yang adil, sangat cinta dan menghormati ilmu dan ulama. Sultan memberikan wasiat bahwa yang berkuasa setelah dirinya adalah anaknya yang bungsu. Hal ini menimbulkan peperangan antarsaudara dan menjadikan pemerintahan ini menjadi lemah dan kemudian dihancurkan oleh orang-orang Saljuk dan Ghawri.

Pemerintahan az-Zairiyah di Aljazair dan Tunisia (362-563 H / 972-1167 M)
Wilayah ini berada di bawah kekuasaan Fathimi. Ketika mereka menguasai Mesir, orang-orang Fathimi memindahkan pusat kekuasaannya ke Mesir pada tahun 363 H / 973 M. Mereka mengangkat Balkin bin Zayri ash-Shanhaji sebagai penguasa di wilayah Afrika Utara. Ketika mendeklerasikan diri lepas dari pemerintahan Fathimi, mereka mulai menghalalkan segala cara, maka lemahlah pemerintahan mereka dan terus runtuh hingga akhirnya sirna.

Pemerintahan al-’Aqiliyah di Mushol (386-489 H / 996-1095 M)
Pemerintahan ini didirikan oleh Abu Dzawad Muhammad ibnul-Musayyib al-’Aqili. Setelah itu dia digantikan oleh saudaranya Husamud Daulah al-Muqallid ibnul-Musayyib. Mereka berhasil menguasai Mushol, Anbar, Madain, Kufah, dan yang lainnya. Pemerintahannya terus berlangsung hingga akhirnya dihancurkan oleh orang-orang Saljuk pada tahun 489 H / 1095 M.

Pemerintahan keluarga Khazrun az-Zanatiyun di Tharablis-Libya(390-540H/999-1145M)
Pendiri pemerintahan ini adalah Fulful bin Said bin Khazrun az-Zanati (390-400 H). Dia adalah penguasa dari keluarga Zairi. Masa pemerintahan ini diwarnai dengan guncangan yang terus-menerus. Kemudian wilayah kekuasaannya dikuasai oleh orang Eropa pada tahun 541 H.

Negara-negara terpenting di Abad ke-5 H / 11 M
1.      pemerintahan al-Asadiyah di Hilal, sebelah barat Baghdad (403-551 H/1012-1156 M)
ini adalah pemerintahan Syiah. Mereka berasal dari kabilah Arab dan mendirikan pemerintahan. Pendirinya adalah Abul Hasan Ali al-Asadi.
2.      pemerintahan Saljuk Besar (432-583 H/ 1040-1187 M)
orang-orang Saljuk adalah keluarga besar al-Ghizz yang besar dari Turki. Ketika Thughril Beik menguasai sebagian wilayah Turki, dia mengumumkan berdirinya negeri mereka pada tahun 432 H/ 1040 M. Thughril Beik sebagai raja dan Ray sebagai pusat pemerintahan. Pemerintahan mereka menjadi lemah akibat adanya perang salib, pemberontakan Hasyasyin, dan adanya perepecahan internal. Pada saat pemerintahan mengalami kelemahan, maka mereka memisahkan diri dengan wilayah mereka masing-masing dan memisahkan diri dari pemerintahan Saljuk. Pada akhirnya, mereka berhasil dihancurkan oleh pemerintahan Khawarizm.  
3.      pemerintahan Bani Hammad di Aljazair (398-547 H/ 1007-1152 M)
mereka adalah cabang dari keluarga besar Zairi dan pemerintahan bermahzab Syiah. Pemerintahan ini didirikan oleh Hammad bin Balkin pada tahun 398 H di Maghrib Tengah (Aljazair) kemudian ia menguasai Persia. Pemerintahan ini berakhir di tangan orang Muwahhidin pada tahun 547 H/ 1152 M.
4.      pemerintahan an-Najahiyah (Zabid) (403-554 H / 1012-1159 M)
pendiri pemerintahan ini adalah Najah, salah seorang budak asal Habasyah yang berada di bawah pemerintahan Ziyadiyah. Ketika kekuasaan diambil oleh orang-orang Shalahiyun, maka perang dan pertempuran terus berlangsung. Kondisinya membaik pada masa pemerintahan Said al-Ahwal bin Najah. Pada akhir pemerintahannya kekuasaan dikendalikan oleh sekelompok budak hingga akhirnya pemerintahan mereka berakhir di tangan Bani al-Mahdi pada tahun 554 H / 1159 M.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Calendar