Senin, 26 Desember 2011

Kasus Blades, Inc.- Penilaian Eksposure Ekonomi

Share it Please
Ringkasan Kasus
Penilaian Eksposure Ekonomi
            Blades, Inc. adalah produsen sepatu roda asal Amerika dengan merek dagang Speedos. Blades memiliki kontrak dengan importir Thailand untuk melakukan transaksi pembelian Speedos selama 3 tahun (saat ini sudah berjalan selama 1 tahun) sejumlah 180.000 pasang Speedos dengan harga 4.594 baht atau setara dengan $100. Peristiwa terbaru di Asia secara fudamental akan mempengaruhi kondisi perekonomian negara-negara di Asia, termasuk Thailand. Hal ini sudah diindikasikan dengan menurunnya pengeluaran konsumen Asia untuk pembelian produk pengisi waktu senggang seperti sepatu roda.
            Selain mengekspor produknya ke Thailand, Blades juga mulai mengekspor Speedos ke perusahaan ritel di Inggris, yakni Jogs,Ltd. Jogs telah berjanji untuk membeli 200.000 pasang Speedos tiap tahun dengan harga £80 per pasang.
            Dalam memproduksi Speedos, Blades mengimpor bahan baku berupa karet dan plastik dari Thailand mengingat pertimbangan harga dan kualitas yang lebih baik. Seluruh ekspor dan impor Blades dinyatakan dalam mata uang asing terkait, misalnya, Blades membayar impor Thailand dalam baht. Untuk tahun mendatang, Blades memperkirakan akan mengimpor komponen karet dan plastik dari Thailand untuk memproduksi 80.000 pasang Speedos dengan biaya sekitar 3.000 bath per unit Speedos.

 Pokok Permasalahan

                        Kondisi perekonomian negara-negara Asia, termasuk Thailand masih belum dapat ditentukan arahnya, apakah akan terus menurun atau akan menunjukkan perbaikan. Jika perekonomian Thailand terus menurun maka di khawatirkan akan mempengaruhi kinerja Blades. Hal ini mengingat beberapa faktor, salah satunya adalah dampak depresiasi bath dan inflasi yang akan mempengaruhi nilai tukar bath dengan dolar AS. Kemudian mengenai daya beli konsumen Thailand yang dikhawatirkan terus menurun sehingga peusahaan importir Thailand tidak lagi akan memperpanjang kontrak dengan Blades.
 
Landasan Teori

            Eksposure fluktuasi kurs adalah salah satu resiko yang dihadapi oleh perusahaan multinasional (MNC). Jika suatu perusahaan sangat terekspos fluktuasi kurs, maka perusahaan dapat mempertimbangkan teknik untuk megurangi eksposure tersebut, tergantung dari bentuk eksposure yang dihadapi. Eksposure ini terbagi kedalam 3 bentuk yaitu :
  •            Eksposure transaksi
  •            Eksposure ekonomi
  •            Eksposure translasi
Eksposure transaksi adalah sebarapa jauh nilai transaksi kas masa depan akan terpengaruh oleh fluktuasi kurs. Eksposure transaksi dapat menyebabkan dampak signifikan terhadap laba perusahaan. Untuk menilai esposure transaksi, MNC perlu (1) mengestimasikan arus kas bersih dalam tiap mata uang dan (2) mengukur potensi dampak dari eksposure mata uang tersebut. Teknik yang dapat digunakan untuk menghadapi eksposure trasaksi antara lain dengan melakukan lindung nilai futures, lindung nilai forward, lindung nilai pasar uang atau pun lindung nilai opsi mata uang.
Eksposure ekonomi adalah tingkat dimana nilai sekarang arus kas suatu perusahaan akan dipengaruhi fluktuasi kurs mata uang. Semua jenis antisipasi transaksi masa depan yang menyebabkan eksposure transaksi juga akan menyebabkan eksposure ekonomi karena transaksi ini mencerminkan arus kas yang dapat dipengaruhi oleh fluktuasi kurs. Untuk melihat besarnya eksposure yang akan dihadapi perusahaan maka MNC harus melakukan penilaian terhadap eksposer ekonomi. Hal ini dapat dilakukan dengan mellihat laporan laba rugi untuk membuat estimasi tersebut. Selanjtnya untuk melakukan pengurangan dampak eksposure ekonomi maka MNC dapat melakukan restrukturisasi pada operasinya. Restrukturisasi ini melibatkan perubahan sumber pembiayaan atau pendapatan ke lokasi lain dengan tujuan penyesuaian arus kas masuk dan arus kas keluar dalam mata uang asing.
Dalam melakukan restrukturisasi operasi, MNC harus mempertimbangkan beberapa hal berikut :
1.Apakah perusahaan harus berusaha untuk meningkatkan atau mengurangi penjualan di pasar asing baru atau pasar asing yang telah dimasuki?
2.Apakah perusahaan harus meningkatkan atau mengurangi ketergantungan dengan pemasok asing?
3. Apakah perusahaan harus menambah atau menghapus fasilitas produksi untuk pasar asing?
4. Apakah perusahaan harus meningkatkan atau mengurangi tingkat hutang dalam satuan mata uang asing?
Eksposure translasi terjadi saat MNC mentranlasikan data keuangan setiap anak perusahaan ke dalam mata uang asal untuk konsolidasi laopran keuangan. Meskipun tidak mempengaruhi arus kas, namun eksposure ini dipertimbangkan MNC karena dapat mengurangi laba konsolidasi MNC dan karenanya menyebabkan penurunan harga saham. Umumnya laba anak perusahaan, yang ditranslasikan dalam mata uang pelaporan pada laporang keuangan konsolidasi, terpengaruh oleh perubahan kurs. Tindkat ekposure ekonomi tergantung dari hal berikut : proporsi bisnis yang dilakukan oleh anak perusahaan asing; lokasi anak perusahaan asing; dan metode akuntansi yang digunakan.
Pembahasan

Kondisi perekonomian di Thailand akhir-akhir ini tidak menguntungkan. Pergerakan nilai bath sangat berfluktuasi dan investor asing telah kehilangan kepercayaan, sehingga modal keluar dari Thailand dalam jumlah yang besar. Akibatnya bath mengalami depresiasi. Blades memperoleh arus kas bersih dalam satuan bath, depresiasi bath yang terus berlanjut dapat memberikan dampak buruk bagi Blades, karena arus kas bersih ini akan ditukar dengan dolar yang lebih sedikit. Situasi ini menyusul terjadinya peristiwa terbaru di Asia yang secara fundamental mempengaruhi perekonomian negar-negara Asia. Perekonomian di Thailand belum dapat dipastikan apakah akan terus menurun seperti saat ini, ataukah akan membaik. Jika kondisi perekonomian di Thailand terus menurun maka inflasi akan terus meningkat
 Suatu Negara lebih memilih untuk menginvestasikan dananya pada negara yang memiliki tingkat inflasi rendah. Jika inflasi suatu Negara naik, maka akan meningkatkan impor dan mengurangi ekspor negara tersebut. Blades dapat menerima dampak negative dari inflasi di Thailand jika konsumen Thailand memperbarui komitmen untuk tiga tahun berikutnya. Blades tetap optimis dan yakin bahwa konsumen Thailand akan memperbarui komitmen untuk tiga tahun berikutnya dengan harga tertentu saat perjanjian saat ini berakhir karena Asia Tenggara akan memperlihatkan potensi pertumbuhan yang tinggi saat dampak peristiwa krisis berkurang.
Jika tidak memperbarui kontrak selama tiga tahun dengan harga tertentu yang telah disepakati, maka seharusnya Blades dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar. Namun karena telah melakukan kontrak dengan konsumen Thailand selama tiga tahun dengan mengikat harga tertentu, maka keuntungan yang diterima Blades akan menurun. Apalagi Blades menerima pembayaran dari konsumen Thailand dalam satuan bath. Ketika bath yang diterima Blades akan dikonversikan ke dalam dolar maka nilainya akan lebih kecil dibandingkan yang diterima sebelum masa melemahnya ekonomi Thailand.
Kondisi perekonomian Thaland belum menunjukkan titik terang akan adanya perbaikan atau justru keterpurukan. Jika kondisi ekonomi semakin memburuk maka hal ini akan semakin memperburuk kinerja keuangan Blades dan bahkan miungkin kontrak Blades dengan importir Thalland tidak dapat berlanjut. Namun jika kondisi ekonomi mengalami perbaikan bahkan kembali mencapai tingkat pertumbuhan tinggi sebelum peristiwa ekonomi yang memburuk belakangan ini maka akan sangat mungkin importir Thailand akan memperpanjang kontraknya dengan Blades.




            Berikut ini adalah Laporan Laba/Rugi Blades dalam 3 skenario perubahan kurs spot bath dan poundsterling 2 tahun ke depan untuk  melihat dan mengukur eksposur ekonomi yang dihadapi Blades :
Laporan Laba Rugi Blades Inc.

Skenario Kurs
Bath = $0.0220
Bath = $0.0209
Bath = $0.0198
£= $1.530
£= $1.485
£= $1.50
Penjualan



(1) AS
 $                  62.400.000,00
 $  62.400.000,00
 $            62.400.000,00
(2) Thailand
 $                  18.192.240,00
 $  17.282.628,00
 $            16.373.016,00
(3) Ingris
 $                  24.480.000,00
 $  23.760.000,00
 $            24.000.000,00
Total
 $                105.072.240,00
 $103.442.628,00
 $          102.773.016,00




Harga pokok penjualan



(1) AS
 $                  57.400.000,00
 $      57.400.000,00
 $           57.400.000,00
(2) Thailand
 $                    5.280.000,00
 $       5.016.000,00
 $              4.752.000,00
Total
 $                  62.680.000,00
 $     62.416.000,00
 $            62.152.000,00
Laba Kotor
 $                  42.392.240,00
 $     41.026.628,00
 $            40.621.016,00




beban operasional



(1) AS : tetap
 $                    2.000.000,00
 $       2.000.000,00
 $              2.000.000,00
(2) AS : variabel(11% dari total penjualan)
 $                  11.557.946,40
 $     11.378.689,08
 $            11.305.031,76
total biaya
 $                  13.557.946,40
 $     13.378.689,08
 $            13.305.031,76
EBIT
 $                  28.834.293,60
 $     27.647.938,92
 $            27.315.984,24
tidak ada hutang jadi EBIT=EBT



           
Dengan melihat Laporan Laba Rugi Blades dalam 3 skenario kurs yang berbeda dapat diketahui aliran kas yang masuk ke Blades dalam dolar. Dampak kurs terhadap pendapatan dan beban Blades sekarang dapat dikaji. Tampilan di atas memberikan ilustrasi bahwa pada saat bath dan poundsterling mengalami depresiasi terhadap dolar AS maka arus kas dalam dolar yang diterima Blades mengalami penurunan. Jika bath terus terdepresiasi menjadi $ 0,0198 maka aliran kas masuk Blades dari Thailand akan terus mengalami penurunan dibandingkan penjualan yang diterima dengan kurs spot saat ini. Dari penurunan poundsterling sebelumnya maka jika selanjutnya poundsterling mengalami perbaikan, terapresiasi sedikit terhadap dolar maka penjualan yang diterima Blades dalam dolar juga mengalami peningkatan dari sebelumnya.
            Jika dilihat dari total penjualan Blades keseluruhan yang dinilai dalam dolar maka kas yang diterima dari penjualan pada kondisi terdepresiasinya mata uang bath dan poundsterling, akan semakin kecil dolar yang diterima Blades. Jadi depresiasi bath dan poundsterling akan mempengaruhi nilai total penjualan Blades dalam dolar, yakni semakin kecil jumlah dolar yang diterima Blades.
            Sementara itu, pada baris harga pokok produksi menunjukkan harga pokok produksi Speedos di Thailand menjadi lebih rendah ketika dikonversikan dalam dolar. Hal ini terjadi seiring depresiasi nilai bath, yang mengakibatkan lebih sedikitnya dolar yang dikeluaran oleh Blades untuk harga pokok produksi. Harga pokok produksi di AS tidak mengalami perubahan karena nilainya sudah dalam dolar AS. Blades tidak memiliki utang pada struktur modalnya, baik dalam satuan dolar, bath maupun Thailand. Jadi perubahan kurs tidak mempengaruhi nilai bunga yang harus dibayar oleh Blades.
            Jadi kesimpulan umum yang dapat ditarik dari laporan Laba/Rugi Blades dalam 3 skenario perubahan kurs adalah depresiasi bath dan poundsterling akan membawa dampak penurunan nilai kas masuk yang di terima Blades dalam satuan dolar. Namun demikian, hal ini berdampal lain pada kas keluar Blades, harga pkok produksi yang dibayarkan dalam dolar menjadi lebih murah dalam kondisi ini.
            Jika bath dan poundsterling memiliki korelasi yang tinggi, misal jika bath mengalami depresiasi 5 persen maka pondsterling juga akan mengalami depresiasi sebesar 5 persen maka eksposure ekonomi yang dihadapi Blades termasuk kategori tinggi. Situasi yang terjadi adalah Blades memiliki arus kas masuk dari dua mata uang yang memiliki korelasi yang tinggi, jika keduanya mengalami depresiasi bersamaan dengan nilai yang sama besarnya maka Blades akan mengalami kerugian yang cukup besar. Penjualan di Thailand dan Inggis akan menjadi rendah jika dinilai dalam dolar. Tidak ada kompensasi silang dalam kondisi ini. Namun Blades juga memiliki kesempatan memperoleh keuntungan besar jika bath dan poundsterling yang terkorelasi tinggi mengalami apresiasi cukup besar. Hal ini akan menjadikan nilai penjualan yang diterma Blades dalam dolar menjadi lebih banyak.
Seluruh ekspor dan impor Blades dinyatakan dalam mata uang asing terkait, misalnya  Blades membayar impor Thailand dalam baht. Transaksi ini memerlukan konversi mata uang, kondisi ini mencerminkan terjadinya eksposur transaksi dan eksposur ekonomi sekaligus. Karena arus kas dari transaksi tersebut dapat dipengaruhi oleh pergerakan kurs. Pergerakan kurs dapat memiliki dampak besar pada arus kas yang berasal dari transaksi tersebut dalam hal ini akan berpengaruh pada Blades, seperti juga yang terjadi pada transaksi yang membutuhkan konversi mata uang seperti Thailand.
Setelah mengukur eksposur yang dihadapi, maka dapat dilihat bawasannya Blades memiliki tingkat sensitivitas pendapatan terhadap kurs yang lebih tinggi dibandingkan bebannya. Blades dapat mengurangi eksposur ekonomi dengan mengurangi tingkat sensitivitas pendapatan terhadap kurs atau dengan meningkatkan tingkat sensitivitas beban terhadap kurs.
Sehingga eksposur ekonomi dapat dikelola dengan menyeimbangkan sensitivitas pendapatan dan beban terhadap fluktuasi kurs. Untuk mencapai hal tersebut, Blades harus mengenali bagaimana pendapatan dan bebannya terpengaruh oleh fluktuasi kurs. Untuk perusahaan yang pendapatan lebih rentan seperti Blades, ia lebih mengkhawatirkan jika mata uang asalnya terapresiasi terhadap mata uang asing, karena dampak pengurangan terhadap pendapatan akan lebih besar dibandingkan dampak pengurangan beban. Ketika perusahaan mengurangi eksposur ekonomi, perusahaan tidak hanya mengurangi dampak merugikan ini tetapi juga dampak menguntungkan jika nilai mata uang asal bergerak ke arah yang berlawanan.
            Tindakan yang dapat dilakukan Blades untuk mengelola eksposure yang dihadapi adalah dengan meningkatkan impor pembelian bahan baku Speedos dari Thailand. Depresiasi bath membuat nilai yang harus dibayar Blades untuk bahan baku menjadi lebih murah. Implikasinya adalah, meskipun Blades mengalami penurunan nilai pendapatan yang diterima dalam dolar namun disaat yang bersamaan Blades mampu menghemat biaya (harga pokok produksi) menjadi lebih rendah juga. Jika sebelumnya Blades mengimpor bahan baku dari Thailand untuk meproduksi 80.000 unit Speedos maka jumlah ini lah yang harus ditingkatkan. Pembelian bahan baku dari AS dikurangi dan sebagai gantinya memperbanyak impor bahan baku dari Thailand dengan harga yang lebih rendah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Calendar