Jumat, 04 Mei 2012

Metode Pengumpulan Data

Share it Please


Sumber Data
Data dapat diperoleh dari sumber primer atau sekunder. Data primer mengacu pada informasi yang diperoleh dari tangan pertama oelh peneliti yang berkaitan dengan variabel minat untuk tujuan spesifik studi. Data sekunder mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah ada.
Sumber data primer
Selain dari individu yang member informasi ketika diwawancara, dari kuesioner, atau observasi, sumber data primer lain yang berguna adalah kelompok focus.
Kelompok fokus
Kelompok focus terdiri dari beberapa anggota dengan seorang moderator yang memimpin diskusi dengan waktu tertentu yang membahas suatu topic, konsep, atau produk tertentu. Anggitanya dipilih berdasarkan keahlian mereka dalam topic yang perlu digali informasinya. Moderator memiliki peran untuk memperkenalkan topic, mengamati serta mencatat dan mengarahkan diskusi agar menghasilkan informasi yang dicari, menjaga anggota tetap berada dijalur yang tepat, dan memastikan semua berpartisipasi tanpa ada yang mendominasi.
Sifat data yang diperoleh melalui kelompok focus
Isi dari data tersebut hanya memberikan informasi kualitatif dan tidak kuantitatif. Karena anggota tidak dipilih secara ilmiah untuk mewakili pendapat populasi secara keseluruhan, pendapat tersebut tidak bisa dianggap benar-benar mewakili. Tetapi, jika informasi eksploratif dikumpulkan sebagai dasar untuk penelitian ilmiah lebih lanjut, kelompok focus memainkan fungsi penting.
Singkatnya, kelompok focus digunakan untuk (1) studi eksploratif, (2) membuat generalisasi berdasarkan informasi yang dihasilkan, dan (3) mengandalkan survey sampel.
Videokonfrensi
Adanya fasilitas komunikasi dengan moderator melalui instant message, video konfrensi sebagai suatu instrumen untuk memperoleh informasi dari berbagai kelompok dilokasi yang jauh merupakan prospek yang menjanjikan dimasa depan. Internet ikut mempermudah sesi kelompok focus.
Panel
Merupakan sumber informasi primer untuk tujuan penelitian, panel bertemu labih dari sekali. Dalam kasus dimana pengaruh intervensi atau perubahan tertentu perlu dipelajari selama suatu periode waktu, studi panel sangat berguna. Individu dipilih secara acak sebagai anggota panel untuk sebuah tujuan penelitian.
Panel statis dan dinamis
Panel statis yaitu anggota yang sama berada dalam panel selama periode waktu yang diperpanjang. Panel dinamis yaitu anggota panel berganti dari waktu kewaktu saat berbagai fase studi sedang berlangsung. Keuntungan panel statis adalah memberikan ukuran yang baik dan peka mengenai perubahan yang terjadi diantara dua titik waktu. Kerugiannya adalah anggota panel menjadi sangat peka terhadap perubahan sebagai akibat dari wawancara yang terus-menerus sehingga opini mereka mungkin  tidak lagi mewakili apa yang orang lain dalam populasi mungkin pegang, anggota juga bisa keluar dari panel dari waktu-kewaktu karena berbagai alasan sehingga meningkatkan persoalan bias karena mortalitas.
Ukuran umum
Ukuran jejak, atau juga dikenal dengan ukuran umum (yang tidak langsung tampak), berasal dari sumber primer yang tidak melibatkan orang.
Sumber data sekunder
Data sekunder mengacu pada informasi yang dikumpulkan seseorang, dan bukan peneliti yang melakukan studi mutakhir. Data tersebut bisa merupakan internal atau eksternal organisasi dan diakses melalui internet, penelusuran dokumen, atau publikasi informasi. Keuntungan mencari data sekunder adalah penghematan waktu dan biaya memperoleh informasi. Kekurangannya dalam hal menjadi using, dan tidak memenuhi kebutuhan spesifik dari situasi dan keadaan tertentu. Karena itu penting untuk mengacu pada sumber yang memberikan informasi terkini.
Metode Pengumpulan Data
Mewawancara, memberikan kuesioner, dan mengobservasi orang dan fenomena adalah tiga metode pengumpulan data yang utama dalam penelitiaan survey. Tes proyektif dan teknik motivasional lainnya juga kadang kala digunakan untuk menguraikan variabel. Dalam hal tersebut, responden biasanya diminta untuk menulis sebuah crita, melengkapi kalimat, atau mengungkapkan reaksi mereka terhadap isyarat yang ambigu.
Meskipun wawancara memiliki kelebihan fleksibel dalam hal mengadaptasi, mengadopsi, dan mengubah pertanyaan, kuesioner memiliki kelebihan memperoleh data secara lebih efisien dalam hal waktu, energy, dan biaya peneliti. Metode pengumpulan data umum seperti ekstraksi dari dokumen perusahaan memiliki kelebihan akurasi.
Pilihan metode pengumpulan data tergantung pada fasilitas yang tersedia, tingkat akurasi yang disyaratkan, keahlian peneliti, kisaran waktu studi, biaya, dan sumber daya lain yang berkaitan dan tersedia untuk pengumpulan data.
Bagian I: Wawancara
Salah satu metode pengumpulan data adalah wawancara responden untuk memperoleh informasi mengenai isu yang diteliti.
Wawancara tidak terstruktur dan terstruktur
Wawancara Tidak Terstruktur
Wawancara disebut tidak terstruktur karena pewawancara tidak memasuki situasi wawancara dengan urutan pertanyaan yang terencana untuk ditanyakan kepada responden. Tujuannya membawa beberapa isu pendahuluan ke permukaan supaya peneliti dapat menentukan  variabel yang memerlukan investigasi mendalam lebih lanjut. Jenis dan sifat pertanyaan yang ditanyakan  kepada masing-masing orang mungkin bervariasi sesuai dengan tingkat dan jenis pekerjaan yang mereka lakukan. Jika beberapa responden member jawaban bersuku satu, singkat, pendek yang tidak informative, pewawancara harus mengajukan pertanyaan yang meminta rincian dan tidak dapat dijawab dengan satu atau dua kata. Sejumlah responden tidak membutuhkan banyak dorongan untuk berbicara, yang lainnya butuh dan mereka ini harus ditanyai secara luas. Beberapa responden mungkin menunjukkan keengganan untuk diwawancara, dan secara halus atau terang-terangan menolak untuk bekerja sama dan keputusan itu harus dihargai oelh pewawancara.
Wawancara terstruktur
Adalah wawancara yang diadakan ketika diketahui pada permulaan informasi apa yang diperlukan. Pewawancara memiliki daftar pertanyaan yang direncanakan untuk ditanyakan kepada responden. Pertanyaan besar kemungkinan difokuskan pada faktor-faktor yang mengemuka selama wawancara tidak terstruktur dan dianggap relevan dengan masalah. Pertanyaan yang sama akan diajukan kepada semua responden. Tetapi, kadang kala, berdasarkan urgensi situasi, peneliti dapat mengutip jawaban responden dan mengajukan pertanyaan relevan lain yang tidak terdapat dalam protocol wawancara. Dari proses tersebut, faktor-faktor baru dapat diidentifikasi, sehingga dapat menghasilkan pemahaman yang lebih dalam. Tetapi untuk mengenali respon yang mungkin, pewawancara harus memahami tujuan dan sasaran dari setiap pertanyaan.
Melatih pewawancara
Pewawancara harus memahami sepenuhnya mengenai penelitian dan dilatih mengenai cara untuk memulai wawancara, bagaimana meneruskan pertanyaan, bagaimana memotivasi responden untk menjawab, apa yang perlu digali dalam jawaban, dan bagaimana menutup wawancara. Mereka juga perlu diberi instruksi mengenai membuat catatan dan mengodekan respons selama wawancara.
Tujuan wawancara tidak terstruktur dan terstruktur
Tujuan utama wawancara tidak terstruktur adalah untuk mengeksplorasi dan menggali ke dalam beberapa faktor dalam situasi yang mungkin berpusat pada bidang permasalahan yang luas. Lalu kemudian akan dikejar lebih jauh selama wawancara terstruktur utnuk mengungkap informasi yang lebih mendalam. Hal ini akan membantu mengidentifikasi masalah kritis dan memecahkannya.
Beberapa tips dalam mewawancara
Dalam mewawancara kita harus mempunyai hubungan yang baik dengan responden. Mendengarkan orang yang diwawancara dengan penuh perhatian, menunjukkan minat terhadap apa yang disampaikan reponden.
Bias juga terjadi karena situasi: (1) nonpartisipan, entah karena ketidakinginan atau ketidakmampuan responden untuk berpartisipasi dalam studi, bisa membiaskan data karena respon partisipan mungkin berada dari mereka yang nonpartisipan, (2) tingkat kepercayan dan hubungan yang dibangun, (3) keadaan tempat wawancara.
Membangun kredibilitas, hubungan, dan memotivasi orang untuk merespon
Untuk mendapatkan informasi yang jujur dari responden, peneliti/pewawancara harus mampu membangun hubungan dan kepercayaan dengan mereka. Dengan kata lain, peneliti harus mampu membuat responden cukup bersedia memberikan jawaban informatif dan terpercaya tanpa rasa takut pada konsekuensi yang merugikan. Akhirnya, peneliti harus menyampaikan tujuan wawancara dan menjamin sepenuhnya kerahasian sumber respons.
Teknik bertanya
Corong, Transisi dari tema luas ke tema sempit ini disebut teknik corong (funneling technique).
Pertanyaan Tidak Bias, Pertanyan yang dibebani dapat mempengaruhi tipe jawaban yang diterma dari responden. Bias juga dapat timbul dengan menekankan kata-kata tertentu, dengan perubahan nada dan suara, dan melalui saran yang tidak tepat.
Mengklarifikasi Persoalan, Untuk memastikan bahwa peneliti memahami persoalan sebagaimana responden bermaksud mengungkapkannya, disarankan untuk menyatakan atau mengucapkan kembali informasi penting yang diberikan oleh responden.
Membantu Responden untuk Memikirkan Keseluruhan Persoalan, Bila responden tidak dapat memverbalkan presepsinya atau menjawab “tidak tahu”, sebaiknya peneliti mengajukan pertanyan secara lebih sederhana atau mengulanginya.
Membuat Catatan, Ketika melakukan wawancara, adalah penting bahwa peneliti membuat catatan tertulis saat wawancara berlangsung atau segera setelah wawancara berakhir.
Tinjauan tips untuk mewawancara
Peneliti perlu membangun hubungan dengan responden dan memotivasi mereka untuk memberikan respon secara relatif bebas dari bias dengan menyingkirkan semua kecurigan, ketakutan, kegelisahan, dan kekhawatiran yang mungkin mereka miliki tentang penelitian dan konsekuensinya.
Wawancara tatap muka dan telepon
Wawancara Tatap Muka
Kelebihan
Kelebihan utama wawancara langsung atau tatap muka adalah bahwa peneliti dapat menyesuaikan pertanyaan sesuai kebutuhan, mengklarifikasi keraguaan, dan memastikan bahwa respons dipahami dengan tepat, dengan mengulangi atau mengatakan kembali pertanyaan. Peneliti juga dapat melihat isyarat nonverbal dari responden. Semua ketidak nyamanan, stress, atau masalah yang responden alami bisa dideteksi melalui kerut dahi, ketukan gugup, dan bahasa tubuh lainnya yang secara tidak sadar ditunjukkan oleh responden.
Kekurangan
Kekurangan utama wawancara tatap muka adalah keterbatasan geografis yang menghalangi survey dan sumber daya yang sangat banyak yang diperlukan jika survey tersebut dilaksankan secara nasional atau internasional.
Wawancara Telepon
Kelebihan
Kelebihan utama wawancara telepon, dari sudut pandang peneliti adalah bahwa sejumlah orang yang berbeda dapat dicapai dalam periode waktu yang relatif singkat. Dari titik responden, hal tersebut akan menghilangkan semua ketidaknyamanan yang beberapa dari mereka mungkin rasakan ketika menghadapi pewancara.
Kekurangan
Kekurangan utama wawancara telepon adalah bahwa responden bisa mngakhiri wawancara tanpa peringatn atau penjelasan, dengan meletakkan gagang telepon. Untuk meminimalkan tipe masalah nonrespon ini, disarankan untuk menghubungi responden beberapa saat sebelumnya untuk meminta partisipasi dalam survey, memberi perkiraan lama wawancara, dan mengatur waktu yang tepat untuk kedua pihak.
Wawancara dengan bantuan komputer
Wawancara dengan komputer, memungkinkan pertanyan dikirim ke dalam layar computer dan pewawancara dapat memasukkan jawaban responden secara langsung ke dalam computer. Akuarsi pengumpulan data sangat meningkat karena peranti lunak dapat diprogram untuk mengurang respon yang “tidak sampai” (offbase) atau “di luar kisaran” (out of range). Peranti lunak CAI juga mencegah pewawancara menanyakan pertanyan yang salah atau berada dalam urutan yang salah karena pertanyaan secara otomatis dikirimkan kepada responden dalam susunan yang berurutan. Hal tersebut akan menghilangkan bias oleh pewawancara, hingga batas tertentu.
CATI dan CAPI
Ada dua tipe program wawancara dengan bantuan computer:
CATI (computer-assisted telephone interviewing)
CATI, yang digunakan dalam organisasi penelitian (research Organization), berguna sebab respons terhadap survey bisa diperoleh dari orang-orang di seluruh dunia karena PC dihubungkan (networked) pada sistem telepon.
CAPI (computer-assited personal interviewing)
Memiliki kelebihan dalah hal bisa dikelola sendiri (self administrated); yaitu responden dapat menggunakan computer mereka sendiri untuk menjalankan program setelah menerima peranti lunak dan memasukkan respons mereka, sehingga mengurangi kesalahan dalam merekam.
Keuntungan paket peranti lunak
Dengan kemajuan besar teknologi dan penurunan biaya peranti keras dan lunak, wawancara dengan bantuan computer cukup menjanjikan untuk menjadi metode pengumpulan data yang utama di masa depan. Komputer sangat memudahkan pekerjan pewawancara terkait. Indeks data otomatis bisa dilakukan dengan program khusus. Dua mode operasi adalah pembuatan indeks dan pencarian data dengan kecepatan tinggi.
Bagiaan II: Kuesioner
Kuesioner (questionnaires) adalah daftar pertanyan tertulis yang telah dirumuskan sebelumnya yang akan responden jawab, biasanya dalam alternatif yang didefinisikan dengan jelas.
Kuesioner yang diberikan secara pribadi
Keuntungan utama memberikan kuesioner secara pribadi adalah bahwa peneliti atau seorang anggota dari tim penelitian dapat mengumpulkan semua respons lengkap dalam periode waktu singkat. Keraguaan apa pun yang responden mungkin miliki terhadap beberapa pertanyaan bisa diklarifikasi di tempat. Peneliti juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan topik penelitian dan memotivasi responden untuk memberikan jawaban secara jujur. Menyebarkan kuesioner kepada sejumlah besar orang pada saat yang sama lebih murah dan memakan lebih sedikit waktu dibandingkan mewawancara.
Kuesioner surat (mail questionnaires)
Kelebihan kuesioner ini adalah bahwa daerah geografis yang luas dapat dicakup dalam survey.
Kekurangannya adalah tingkat pengembalian yang rendah, keraguaan apa pun yang responden miliki tidak dapat diklarifikasi, sulit untuk membuktikan keterwakilan sampel karena mereka yang merespon survey mungkin sama sekali tidak mewakili populasi yang seharunya diwakili.
Pedoman untuk Desain Kuesioner
Prinsip dasar kuesioner bisa difokuskan pada tiga bidang, yaitu:
Prinsip susunan kata
Mengacu pada factor, seperti:
Ketepatan isi pertanyaan
Sifat varoabel yang diteliti-perasaan subjektif atau fakta objektif-akan menentukan jenis pertanyaan yang diajukan. Tujuan masing-masing pertanyaan sebaiknya dipertimbangkan dengan hati-hati sehingga variabel bisa diukur secara memadai dan tanpa ada pertanyaan yang tidak berguna.
Bagaimana pertanyaan disampaikan dan tingkat kefasihan bahasa yang digunakan
Bahasa kuesioner sebaiknya disesuaikan dengan tingkat pemahaman responden.
Tipe dan bentuk pertanyaan diajukan
                Pertanyaan terbuka (open ended question) memungkinkan responden untuk menjawab cara yang mereka pilih.
                Pertanyaan tertutup (closed question), sebliknya, akan meminta responden untuk membuat pilihan di antara serangkaian altenatif yang diberikan oleh peneliti.
                Pertanyaan yang disusun secara positif dan negatif. Daripada menyampaikan semua pertanyaan secara positif, disarankan memasukkan beberapa pertanyaan yang disusun secara negatif (negatively worded questions), sehingga kecendrungan responden untuk secara mekanis melingkari titik di salah satu ujung skala bisa diminimalkan.
                Pertanyaan yang memiliki respon ganda( doble balanced question), yaitu pertanyaan yang membuka kemungkinan respons yang berbeda pada subkalimatnya. Pertanyaan semacam itu sebaiknya dihindari dan lebih baik mengajukan dua atau lebih pertanyaan terpisah.
Pertanyaan ambigu. Bahkan pertanyaan yang tidak memiliki respons ganda mungkin disusun secara ambigu dan responden menjadi tidak yakin apa arti pertanyaan yang sesunguhya. Respons atas pertanyaan ambigu menimbulkan bias karena respondenyang berbeda mungkin mengartikan item dalam kuesioner tersebut secara berbeda. Hasilnya akan berupa campuran kumpulan respon ambigu yang tidak secara akurat memberikan jawaban yang tepat pada pertanyaan.
                Pertanyaan yang bergantung pada ingatan (recall dependent question). Beberapa pertanyaan mungkin mengharuskan responden untuk mengingat pengalaman dari masa lalu yang sudah kabur dalam memori mereka. Jawaban atas pertanyaan yang bergantung pada ingatan mungkin bias.
                Pertanyaan yang mengarahkan (leading question), sebaiknya tidak disampaikan dalam car tertentu yang mengarahkan responden untuk memberikan respon yang peneliti sukai dan inginkan dari mereka.
                Pertanyaan yang bermuatan (loaded question). Jenis bias lain dalam pertanyaan terjadi ketika pertanyaan disampaikan dalam cara yang bermuatan emosional.
Keinginan disukai secara social (social desirability). Terkadang item-item tertentu yang mengungkap penerimaan social dengan sengaja disisipkan pada beberapa poin dalam kuesioner dan sebuah indeks tentang tendensi penerimaan social individu dihitung dari sana.
Panjang pertanyaan. Pertanyaan yang sederhana dan singkat lebih disukai daripada yang panjang.
Mengurutan pertanyaan
Urutan pertanyaan dalam kuesioner sebaiknya membawa responden dari pertanyaan yang bersifat lebih umum ke pertanyaan spesifik, dan dari pertanyaan yang relatif mudah ke pertanyaan yang semakin sulit dijawab.
Data klasifikasi atau informasi pribadi
Keputusan akan pertanyaan yang meminta informasi pribadi sebaiknya muncul di awal atau akhir kuesioner sepenuhnya merupakan pilihan peneliti. Sejumlah peneliti meminta data pribadi pada bagian akhir dan bukan awal kuesioner (Oppenheim, 1986). Alasannya mungkin adalah pada saat responden mencapai bagian akhir kuesioner, ia telah diyakinkan akan legitimasi dan kemurnian pertanyaan yang diajukan oleh peneliti, dan karena itu, akan lebih cenderung untuk bersedia memberikan informasi pribadi. Peneliti yang lebih suka meminta kebanyakan informasi pribadi pada bagian awal mungkin berpendapat bahwa setelah responden memberikan bebrapa sejarah pribadi mereka, mereka secara psikologis akan mengidentifikasikan diri dengan kuesioner, dan mungkin merasakan suatu komitmen untuk merespon.
Prinsip Pengukuran
Data hendaknya dikumpulkan dalam cara yang memudahkan kategorisasi dan pengodean.
Penampilan umum atau “getup” kuesioner
Pendahuluan yang baik
Pendahuluan yang baik yang secara jelas mengungkapkan identitas peneliti dan menyampaikan tujuan survey. Penting pula membangun suatu hubungan dengan responden dan memotivasi mereka untuk menjawab pertanyaan dalam kuesioner dengan sepenuh hati dan antusias.
Menyususn pertanyaan, member instruksi dan petunjuk, serta penjajaran yang baik
Menyusun pertanyaan secara logis dan rapi dalam bagian yang tepat dan memberikan instruksi tentang bagaimana melengkapi item-item di setiap bagian akan membantu responden menjawabnya tanpa kesulitan.
Data pribadi
Informasi tentang Penghasilan dan Data Pribadi Lainnya yang Sensitif
Pertanyaan terbuka di akhir
Kuesioner bisa memasukkan sebuah pertanyan terbuka di akhir yang memungkinkan responden untuk mengomentari aspek apa pun yang mereka inginkan.
Menyimpulkan kuesioner
Kuesioner sebaiknya diakhiri dengan sebuah catatan yang sopan, yang mengingatkan responden untuk memeriksakan kembali semua item yang telah diisi.
Tinjauan desain kuesioner
Mencoba dulu pertanyaan terstruktur
Desain dan Survei Kuesioner Elektronik
Survei kuesioner online muah didesain dan disebarkan jika computer mikro dihubungka ke jaringan computer.
SPSS (Statistical Package for Social Sciences) mempunyai bebrapa program peranti lunak untuk tujuan penelitian, termasuk (1) SPSS Data Entry Builder untuk memebuat survey yang dapat disebarkan melalui Web, telepon, atau surat; (2) SPSS Data Entry Enterprise Server untuk memasukkan respons; dan (3) SPSS 11.0 untuk analisis data dan grafik.
Bagian III: Metode Pengumpulan Data Lainnya
Survei Observasional (Observationa Surveys)
Sementara wawancara dan kuesioner mengungkap respons dari subjek, adalah mungkin untuk memperoleh data tanpa mengajukan pertanyaan kepada responden. Orang dapat diamati dalam lingkungan kerja mereka sehari-hari atau dalam situasi lab, dan aktivitas serta perilaku mereka atau item minat lainnya bisa dicatat dan direkam.
Pengamat Nonpartisipan (Nonparticipant-Observer)
Peneliti mungkin mengumpulkan data yang diperlukan dalam kapasitas tersebut tanpa menjadi bagian integral dari system organisasi.
Pengamat Partisipan (Participant-Observer)
Peneliti juga dapat memainkan peran pengamat partisipan. Di sini, peneliti memasuki organisasi lingkungan penelitian, dan menjadi bagian tim kerja.
Studi Observasional Terstruktur versus Tidak Terstruktur
Studi Observasional Terstruktur
Bila pengamat mempunyai kumpulan kategori aktivitas atau fenomena yang telah direncanakan sebelumnya untuk dipelajari, hal tersebut merupakan studi observasional terstruktur (structured observational studies).
Studi Observasional Tidak Terstruktur
Studi yang dilakukan apabila pengamat akan mencatat secara praktis semua yang diobservasi maka disebut observasional tidak terstruktur (unstructured observational studies).
Kelebihan dan Kekurangan Studi Observasional
Kelebihan Studi Observasional
1.       Data yang diperoleh melalui observasi peristiwa, sebagaimana adanya, pada umunya lebih dapat dipercaya dan bebas dari bias responden.
2.       Dalam studi observasional, lebih mudah untuk mencatat akibat dari pengaruh lingkunagn pada hasil spesifik.
3.       Lebih mudah untuk mengobservasi kelompok individu tertentu dari siapa sebaliknya mungkin sulit untuk mendapatkan informasi.
Kekurangan Studi Observasional
1.       Perlu bagi pengamat untuk hadir secara fisi, sering untuk periode eaktu yang panjang.
2.       Metode pengumpulan data ini tidak saja lambat, tetapi juga membosankan dan mahal.
3.       Karena periode observasi yang lama, kelelahan pengamat bisa dengan mudah terjadi, sehingga dapa membiaskan data yang dicatat.
4.       Meskipun suasana hati, perasaan, dan sikap bisa ditebak dengan mengobservasi ekspresi wajah dan perilaku nonverbal lain, proses pemikiran kognitif individu tidak dapat ditangkap.
5.       Pengamat harus dilatih tentang apa yang diobservasi dan bagaiman caranya, serta cara-cara untuk menghindari bias pengamat.
Bias dalam Studi Observasional
Dalam setiap penelitiaan bias dapat saja terjadi, kemungkinan kesalahan pencatatan, kehilangan ingatan, ataupun kesalahan dalam mengintrepretasikan aktivitas.
Pengumpulan Data Melalui Observasi Mekanis
Ada situasi di mana mesin dapat menyediakan data dengan mencatat peristiwa yang diminati sebagaimana adanya, tanpa seorang peneliti perlu hadir secara fisik.
Metode Proyektif
Ide atau pemikiran tertentu yang tidak dapat dengan mudah diungkapkan dengan kata-kata atau yang tetap berada pada tingkat bahwa sadar dalam pikiran respnden selalu dapat diangkat ke permukaan melalui penelitian motivasional (motivational research). Teknik yang lazim untuk mendapatkan data semacam itu adalah asosiasi kata, penyelesaiaan kalimat, thematic appreciation tests (TAT), tes inkblot, dan sebagainya.
Multimetode Pengumpulan Data
Karena hampir semua metode pengumpulan data memiliki beberapa bias yang berkaitan dengannya, mengumpulkan data melalui multimode dan dari berbagai sumber akan menambah keketatan penelitiaan. Demikian juga, jika data yang diperleh dari beberapa sumber menunjukkan tingkat kesamaan, kita akan memiliki keyakinan lebih kuat mengenai ketepatan data.
Lingkungan di Mana Data Diperoleh
Data dapat diperoleh di lapangan maupun di lab.
Dimensi Internasional dari Survei
Persoalan Tertentu dalam Instrumentasi untuk Penelitian Lintas Budaya
Hal ini perlu diperhatikan ketika mendesain instrument untuk mengumpulkan data dari berbagai Negara. Karena setiap Negara memiliki bahasa yang berbeda, adalah penting untuk memastikan bahwa penerjemahan ke dalam bahasa local secara akurat sesuai dengan bahasa asli.
Persoalan dalam Pengumpulan Data
Persoalan penting  yang ada dalam pengumpulan data lintas budaya, diantaranya;
Kesepadanan Respons, Dipastikan dengan mengadopsi prosedur pengumpulan data yang seragam dalam beragam budaya. Metode yang identik dalam memperkenalkan studi, peneliti, instruksi tes, dan kata-kata penutup, dalam kuesioner yang diberikan secara pribadi, akan memberikan kesepadanan dalam motivasi, orientasi tujuan, dan sikap respon.
Pemilihan Waktu Pengumpulan Data, Digunakan untuk perbandingan lintas budaya.
Status Orang yang Mengumpulkan Data
Keuntungan Manajerial
Sebagai sponsor penelitian manajer akan bisa memutuskan tingkat kecanggihan data yang ingin diperoleh, berdasarkan kompleksitas dan kegawatan situasi.
Etika dalam pengumpulan data
Etika dan peneliti
1.       Memperlakukan informasi yang diberikan responden sebagai sangat rahasia dan menjaga privasi responden merupakan salah satu tanggung jawab utama peneliti
2.       Menjelaskan tujuan penelitian.
3.       Tidak mencapuri urusan pribad.
4.       Tidak boleh melangar harga diri dan kehormatan subjek.
5.       Tidak boleh memaksa
6.       Pengamat nonpartisipan harus sedapat mungkin tidak mencampuri.
7.       Dalam studi lab, subjek harus diberitahu sepenuhnya mengenai alas an eksperimen setelah mereka berpartisipasi dalm studi.
8.       Subjek tidak boleh dihadapkan pada situasi yang mengancam mereka baik fisik maupun mental.
9.       Tidak boleh ada penyampaian yang salah atau distorsi dalam melaporkan data yang dikumpulkan selama studi.
Perilaku etis reponden
1.       Subjek, setelah menyetujui pilihan untuk berpartisipasi dalam sebua studi, harus bekerja sama sepenuhnya dalam tugas-tugas yang diberikan.
2.       Responden juga wajib menyampaikan respon secara benar dan jujur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Calendar