Jumat, 04 Mei 2012

PENGAMBILAN SAMPEL

Share it Please



POPULASI, ELEMEN, KELOMPOK POPULASI, SAMPEL, SUBJEK, DAN PENGAMBILAN SAMPEL
Populasi, Populasi mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau hal minat yang ingin peneliti investigasi.
Elemen, Sebuah elemen merupakan suatu anggota populasi.
Kelompok Populasi, Kelompok organisasi merupakan kumpulan semua elemen dalam populasi di mana sampel diambil. Meskipun kelompok populasi berguna dalam memberikan sebuah daftar tiap  elemen dalam populasi, hak tersebut mungkin tidak selalu merupakan dokumen mutakhir dan terbaru.
Sampel, Sampel adalah sebagian dari populasi. Sampel terdiri atas sejumlah anggota yang terpilih dari populasi.
Subjek, Subjek adalah satu anggota dari sampel, sebagaimana elemen adalah satu anggota dari populasi.
PENGAMBILAN SAMPEL
Pengambilan sampel adalah proses memilih sejumlah elemen secukupnya dari populasi, sehingga penelitian terhadap sampel dan pemahaman tentang sifat atau karakteristiknya akan membuat kita dapat menggeneralisasikan sifat atau karakteristik tersebut pada elemen populasi. Karakteristik populasi seperti ยต (population mean), s (population standar deviation), dan s2 (population variance) disebut parameter populasi.
Alasan Pengambilan Sampel
Alasan untuk menggunakan sampel dan bukannya mengumpulkan data seluruh populasi adalah dalam investigasi penelitian yang melibatkan beberapa ratus bahkan ribuan elemen, secara praktis mustahil untuk mengumpulkan data, menguji, atau menelaah tiap elemen. Bahkan jika pun mungkin, hal tersebut akan terhalang faktor waktu, biaya, dan sumber daya manuasia lainnya.
Representasi Sampel
Adalah mungkin untuk memilih sampel sedemikian sehingga mewakili populsi. Tetapi, selalu ada sedikit kemungkinan bahwa nilai sampel mungkin berada di luar parameter populasi.
NORMALITAS DISTRIBUSI
Atribut atau karakteristik populasi umumnya berdistribusi normal. Bila kita akan menaksir karakteristik populasi dari sampel yang mewakili akurasi yang masuk akal, sampel harus dipilih sedemikian sehingga distribusi karakteristik yang diteliti mengikuti pola distribusi normal yang sama dalam sampel seperti dalam populasi. Dari teorema limit tengah, kita tahu bahwa distribusi pengambilan sampel dari rata-rata sampel berdistribusi normal. Tanpa menghiraukan apakah atribut populasi berdistribusi normal atau tidak, jika kita mengambil sejumlah besar sempel secara memadai dan memilihnya dengan teliti, kita akan memperoleh distribusi pengambilan sampel dari rata-rata yang berdistribusi normal.

PENGAMBILAN SAMPEL CARA PROBABILITAS DAN NONPROBABILITAS
Ada dua tipe utama desain pengambilan sampel: pengambilan sampel cara probabilitas dan nonprobabilitas. Dalam pengambilan sampel cara probabilitas besarnya peluang atau probabilitas elemen populasi untuk terpilih sebagai subjek diketahui. Sedangkan cara nonprobabilitas besarnya peluang elemen untuk terpilih sebagai subjek tidak diketahui.
PENGAMBILAN SAMPEL CARA PROBABILITAS
Pengambilan sampel cara probabilitas dapat bersifat tidak terbatas atau terbatas.
Pengambilan Sampel Acak Sederhana atau Tidak Terbatas
Dalam desain pengambilan sampel cara probabilitas tidak terbatas, yang lebih dikenal sebagai pengambilan sampel acak sederhana, tiap elemen populasi memiliki peluang yang diketahui dan sama untuk terpilih sebagai subjek.
Pengambilan Sampel Cara Probabilitas Kompleks atau Terbatas
Efisiensi ditingkatkan dalam hal lebih banyak informasi yang dapat diperoleh untuk ukuran sampel tertentu yang menggunakan beberapa prosedur pengambilan sampel cara probabilitas kompleks dibanding desain pengambilan sampel acak sederhana. Lima desain pengambilan sampel cara probabilitas kimpleks yang paling lazim adalah:
Pengambilan Sampel Sistematis
Pengambilan sampel sistematis adalah kemungkinan bias sistematis yang menyusup ke dalam sampel.

Pengambilan Sampel Acak Berstrata
Pengambilan sampel acak berstrata melibatkan proses stratifikasi atau segregasi yang diikuti dengan pemilihan acak subjek dari setiap strata. Populasi terlebih dulu dibagi ke dalam kelompok saling eksklusif yang relevan, tepat, dan berarti dalam konteks studi.
Stratifikasi merupakan desain pengambilan sampel penelitian yang efisien; yaitu, hal tersebut menyediakan lebih banyak informasi dengan ukuran sampel yang diberikan.

Pengambilan Sampel Klaster
Kelompok atau kumpulan elemen yang secara ideal akan memiliki heterogenitas di antara anggota kelompok, dipilih untuk penelitian dalam pengambilan sampel klaster. Jika beberapa kelompok dengan heterogenitas intra kelompok dan homogenitas interkelompok ditemukan, maka pengambilan sampel acak klaster atau kelompok idealnya bisa dilakukan dan informasi diperoleh dari tiap anggota dalam klaster yang dipilih secara acak.
Unit biaya pengambilan sampel klaster jauh lebih rendah daripada desain pengambilan sampel secara probabilitas lainnya. Tetapi, pengambilan sampel klaster mengandung lebih banyak bias dan merupakan desain pengambilan sampel cara probabilitas yang paling sedikit generalisasinya, karena kebanyakan klaster dalam konteks organisasi tidak mengandung elemen heterogen. Pengambilan sampel klaster dapat dilakukan dengan satu tahap dan multitahap.

Pengambilan Sampel Area
Desain pengambilan sampel area merupakan klaster geografis. Yaitu, jika penelitian berkaitan dengan populasi dalam area geografis yang dapat diidentifikasi pengambilan sampel area daat dilakukan.

Pengambilan Sampel Dobel
Desain pengambilan sampel dobel adalah desain pengambilan sampel di mana pada awalnya sebuah sampel digunakan dalam penelitian untuk mengumpulkan sejumlah informasi pendahuluan dan kemudian subsampel dari sampel pertama tadi dipalai untuk mengungkap sesuatu secara lebih dalam.

PENGAMBILAN SAMPEL CARA NONPROBABILITAS
Dalam desain pengambilan sampel cara nonprobabilitas, probabilitas elemen dalam populasi untuk terpilih sebagai subjek sampel tidak diketahui. Hal tersebut berarti bahwa temuan dari studi terhadap sampel tidak dapat secara menyakinkan digeneralisasikan pada populasi. Tetapi, peneliti bisa saja suatu waktu kurang memedulikan generalisasi dibanding memperoleh beberapa informasi pendahuluan secara cepat dan murah.
Beberapa desain pengambilan sampel cara nonprobabilitas lebih bisa diandalkan daripada lainnya dan dapat memberi sejumlah petunjuk penting pada informasi yang bermanfaat berkaitan dengan populasi. Desain pengambilan sampel cara probabilitias terdiri atas pengambilan sampel yang murah dan pengambilan sampel bertujuan.

Pengambilan Sampel yang Murah
Pengambilan sampel yang murah merupakan pengumpulan informasi dari anggota populasi yang dengan senang hati bersedia memberikannya.
Pengambilan Sampel Bertujuan
Pengambilan sampel bertujuan adalah pengambilan sampel yang hanya terbatas pada jenis orang tertentu yang dapat memberikan informasi yang diinginkan, entah karena mereka adalah satu-satunya yang memilikinya atau memenuhi beberapa kriteria yang ditentukan oleh peneliti. Dua tipe utama pengambilan sampel bertujuan :
Pengambilan Sampel Berdasarkan Pertimbangn Tertentu
Pengambilan sampel berdasarkan pertimbangn tertentu melibatkan  pemilihan subjek yang berada di tempat yang palingmenguntungkan atau dalam posisi terbaik untuk memberikan informasi yang diperlukan.
Pengambilan Sampel Kuota
Pengambilan sampel kuota memastikan bahwa kelompok tertentu secara memadai terwakili dalam penelitian melalui penggunaan kuota. Kuota yang ditentukan bagi setiap subkelompok adalah berdasarkan total jumlah tiap kelompok dalam populasi.
Pengambilan sampel kuota bisa dianggap sebagai sebuah bentuk pengambilan sampel berstrata proporsional. Sampel kuota pada dasarnya merupakan sampel berstrata di mana subjek dipilih secara tidak acak.

PENGAMBILAN SAMPEL DALAM PENELITAN LINTAS BUDAYA
Saat sedang melakukan penelitian lintas budaya adalah hal yant tepat untuk menentukan poin-poin sebagai koleksi data an instrumen pengembanga, seorang peneliti harus peka terhadap persoalan dalam memilih sampel yang sesuai di negar-negara yang berbeda.

PERSOALAN KETELITIAN DAN KEYAKINAN DALAM MENENTUKAN UKURAN SAMPEL
Ketelitian
Ketelitian mengacu pada seberapa dekat taksiran kita dengan karakteristik populasi yang sebenarnya. Biasanya, kita akan menaksir parameter populasi berada dalam suatu kisaran, berdasarkan taksiran sampel.
Ketelitian adalah fungsi dari kisaran variabilitas dalam distribusi pengambilan sampel dari rata-rata sampel. Yaitu, jika kita mengambil sejumlah sampel berbeda dari suatu populasi, dan mengambil rata-rata ari masing-masing sampel, kita biasanya kan menemukan bahwa mereka semua berbeda, berdistribusi normal dan ada dispersi yang berkaitan dengan sampel. Semakin kecil dispersi, semakin besar probabilitas bahwa rata-rata sampel akan lebih dekat dengan rata-rata populasi. Semakin tinggi ketelitian yang disyaratkan, semakin besar ukuran sampel yang diperlikan.

Keyakinan
Keyakinan menunjukkan seberapa yakin bahwa taksiran kita akan benar-benar berlaku bagi populasi. Keyakinan mencerminkan tingkat keyakinan di mana kita dapat menyatakan bahwa taksiran kita terhadap parameter populsi, berdasarkan statistik sam pel akan berlaku.

DATA SAMPEL, KETELITIAN, DAN KEYAKINAN DALAM PENAKSIRAN
Karena taksiran point tidak menyediakan ukuran kemungkinan kesalahan, kita melakukan penaksiran interval untuk memastikan penaksiran yang relatif akurat terhadap parameter populasi. Statistik yang memiliki distribusi yang sama sebagai distribusi pengambilan sampel rata-rata yang digunakan dalam prosedur ini, biasanya statistik z atau t.

TRADE OFF ANTARA KEYAKINAN DAN KETELITIAN
Jika memnginginkan ketelitian yang lebih tinggi, atau keyakinan yang lebih besar, atau keduanya, ukuran sampel perlu ditingkatkan. Tetapi, bila ukuran sampel tidak dapat ditingkatkan, karena alasan apapun maka, dengan n yang sama, cara satu-satunya utnuk mempertahankan tingkat ketelitian yang sama adalah dengan mengorbankan keyakinan dengan apa kita dapat memprediksi penaksiran. Yaitu, mengurangi tingkat keyakinan atau keyakinan terhadap taksiran kita.
Perlu bagi peneliti untuk mempertimbangkan aspek-aspek ketika membuat keputusan mengenai ukuran sampel untuk penelitian: (1) seberapa besar keelitian yang dibutuhkan dalam menaksir karakteristik populasi yang diteliti, (2) berapa besar keyakinan yang benar-benar diperlukan, (3) sampai tingkat apa variabilitas karakteristik populasi diteliti, (4) bagaimana analisis biaya manfaat dari meningkatkan ukuran sampel.

DATA SAMPEL DAN PENGUJIAN HIPOTESIS
Selain untuk menaksir parameter populasi, data sampel juga dapat dipakai untuk menguji hipotesis mengenai nilai populasi dan bukan hanya menaksir nilai populasi.

MENENTUKAN UKURAN SAMPEL
Ukuran sampel dipengaruhi oleh tingkat ketelitian dan keyakinan yang hanya berkaitan dengan satu variabel. Tetapi, dalam penelitian, kerangka teoritis memiliki beberapa variabel penelitian, dan muncul pertanyaan bagaimana kita menentukan ukuran sampel jika semua faktor dimasukkan. Krejcie dan morgan (1970) sangat menyederhanakan keputusan ukuran sampel dengan menyusun sebuah table yang memastikan model keputusan yang baik.

PENTINGNYA DESAIN PENGAMBILAN SAMPEL DAN UKURAN SAMPEL
Bila desain pengambilan sampel yang tepat tidak digunakan, ukuran sampel yang besar tidak akan, dalam dirinya sendiri, memungkinkan temuan untuk digeneralisasikan pada populasi. Demikian pula, kecuali ukuran sampel memadai untuk tingkat ketelitian dan keyakinan yang diinginkan, tidak ada desain pengambilan sampel, betapapun lengkapnya, yang akan berguna bagi peneliti untuk memenuhi tujuan studi. Karena itu, keputusan pengambilan sampel harus mempertimbangkan desain pengambilan sampel dan ukuran sampel.
EFISIENSI DALAM PENGAMBILAN SAMPEL
Efisiensi dalam pengambilan sampel tercapai ketika untuk tingkat ketelitian tertentu, ukuran sampel dapat dikurangi, atau untuk tingkat ketelitian tertentu, tingkat ketelitian dapat ditingkatkan. Pemilihan desain pengambilan sampel bergantung pada tujuan penelitian, sekaligus tingkat dan sifat efisiensi yang diinginkan.

PENGAMBILAN SAMPEL DALAM KAITAN DENGAN STUDI KUALITATIF
Studi kualitatif menggunakan sampel kecil yang berarti bahwa generalisai temuan sangat terbatas. Prosedur analisis data kebanyakan berupa tipe nonparametrik dan validitas eksternal akan rendah. Dalam studi kualitatif adalah mungkin untuk menggunakan desain pengambilan sampel apa pun, tetapi jika tujuan penelitian semata-mata untuk mengeksplorasi dan mencoba memahami fenomena, pengambilan sampel yang mudah hampir selalu digunakan.
Tinjauan Keputusan Ukuran Sampel
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ukuran sampel yaitu: (1) tingkat ketelitian yang diinginkan, (2) risiko yang bisa diterima dalam menaksir tingkat ketelitian tersebut, (3) besar variabilitas dalam populasi tersebut sendiri, (4) keterbatasan waktu dan biaya , dan dalam sejumlah kasus (5) ukuran populasi tersebut sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Calendar