Jumat, 04 Mei 2012

PENGUKURAN: PENSKALAAN, KEANDALAN, VALIDITAS

Share it Please


SKALA PERINGKAT
Berikut skala peringkat yang sering dipakai dalam penelitian organisasi:
Skala Dikotomi
Skala dikotomi digunakan untuk memperoleh jawaban Ya atau Tidak.
Skala Kategori
Skala kategori menggunakan banyak item untuk mendapatkan respons tunggal.
Skala Likert
Skala likert didesain untuk menelaah seberapa kuat subjek setuju atau tidak setuju dengan pernyataan pada skala 5 titik.
Skala Diferensial Semantik
Beberapa atribut berkutub dua diidentifikasi pada skala ekstrem dan responden diminta untuk menunjukan sikap mereka pada hal yang biasa disebut sebagai jarak semantik terhadap individu, objek, atau kejadian tertentu pada masing-masing atribut. Kata sifat berkutub dua yang digunakan misalnya akan berupa istilah tertentu, seperti baik-buruk; kuat-lemah; panas-dingin. Skala diferensial semantik dipakai untuk menilai sikap responden terhadap merek, iklan, objek atau orang tertentu.
Skala Numerikal
Skala numerikal mirip dengan skala difensial semantik, dengan perbedaan dalam hal nomor pada skala 5 titik atau 7 titik disediakan, dengan kata lain sifat berkutub dua pada ujung keduanya.
Skala Peringkat Terperinci
Pada skala peringkat terperinci skala 5 titik atau 7 titik dengan titik panduan atau jangkar, sesuai keperluan, disediakan untuk tiap item dan responden menyatakan nomor yang tepat di sebelah masing-masing item, atau melingkari nomor yang relevan untuk tiap item.
Skala Jumlah Konstan atau Tetap
Disini responden diminta untuk mendistribusikan sejumlah poin yang diberikan ke berbagai item. Skala jumlah konstan atau tetap lebih bersifat skala ordinal.
Skala Stapel
Skala stapel secara simultan mengukur arah dan intensitas sikap terhadap item yang dipelajari. Skala ini memberikan ide mengenai seberapa dekat atau jauh respons individu terhadap stimulus. Karena skala ini tidak memiliki titik nol absolut, skala ini adalah skala interval.
Skala Peringkat Grafik
Gambaran grafis membantu responden untuk menunjukkan pada skala peringkat grafik jawaban mereka untuk pertanyaan tertentu dengan menempatkan tanda pada titik yang tepat pada garis. Terlihat seperti skala interval. Deskripsi singkat mengenai titik skala berguna sebagai pedoman dalam menempatkan peringkat daripada mewakili kategori diskrit.
Skala Konsensus
Skala juga dibuat berdasarkan konsensus, di mana panel juri memilih item tertentu, mengukur konsep yang menurut mereka relevan. Item dipilih terutama berdasarkan ketepatan atau relevansinya dengan konsep. Skala konsensus tersebut dibuat setelah item terpilih diperiksa dan diuji validitas dan keandalannya. Satu contoh skala konsensus konsensus adalah Thurstone Equal Apprearing Interval Scale, di mana sebuah konsep diukur dengan suatu proses rumit yang melibatkan sebuah panel juri. Skala ini jarang dipakai untuk mengkur konsep organisasional karena banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya.
Skala Lainnya
Ada juga beberapa metode penskalaan yang sudah sangat maju atau rumit seperti penskalaan multidimensional, di mana objek, orang, tau kedua-duanya diskalakan secara visual dan dilakukan analisis gabungan. Hal tersebut memberikan gambaran visual mengenai hubungan yang ada diantara dimensi sebuah konsep.
Biasanya skala linkert atau suatu bentuk skala numerikal paling sering digunakan untuk mengukur sikap dan perilaku dalam penelitian organisasional.


SKALA RANKING
Skala ranking digunakan untuk mengungkap preferensi antara dua atau lebih objek atau item. Tetapi, ranking semacam itu mungkin tidak memberi petunjuk yang pasti mengenai jawaban yang dicari. Berikut metode alternatif yang dapat dipakai:
Perbandingan Berpasangan
Skala perbandingan berpasanagan digunakan ketika di antara sujumlah kecil objek, responden diminta untuk memilih antara dua objek pada suatu waktu. Perbandingan berpasangan merupakan metode yang baik jika jumlah stimulus yang diberikan sedikit.
Pilihan yang Diharuskan
Pilihan yang diharuskan memungkinkan responden meranking objek secara relatif satu sama lain, si antara alternatif yang disediakan. Hal ini mempermudah responden, khususnya jika jumlah pilihan yang harus diranking terbatas jumlahnya.
Skala Komparatif
Skala komparatif memberikan standar atau poin referensi untuk menilai sikap terhadap objek, kejadian, atau situasi saat ini yang diteliti.
Singkatnya, skala nominal berkaitan dengan skala dikotomi atau kategori; data ordinal dengan semua skala ranking; dan data interval atau mirip interval berkaitan dengan skala peringkat lainnya. Skala diferensial semantik dan numerikal sebenarnya bukan skala interval, meskipun keduanya sering diperlakukan sebagai skala interval dalam analisis data.
Skala peringkat dipakai untuk mengukur kebanyakan konsep yang berhubungan dengan perilaku. Skala ranking digunakan untuk membuat perbandingan atau meranking variabel yang telah diungkap pada skala nominal.

KETEPATAN PENGUKURAN
Untuk menelaah bagaimana dapat memastikan bahwa ukuran yang dibuat adalah baik secara logis. Hal pertama yang dilakukan adalah menganalisis item terhadap respons atas pertanyaan yang mengungkap variabel, dan kemudian keandalan dan validitas ukuran dilakukan.
Analisis Item
Analisis item dilakukan untuk melihat pakah item dalam instrumen memang sudah seharusnya berada dalam instrumen atau tidak.  Tiap item diuji kemampuannyauntuk membedakan antara subjek yang total skornya tinggi, dan yang rendah. Dalam analisis item, mean antara kelompok skor tinggi dan kelompok skor rendah diuji untuk menemukan perbedaan signifikan melalui nilai-t.

KEANDALAN
Keandalan suatu pengukuran menunjukkan sejauh mana pengukuran tersebut tanpa bias dan karena itu menjamin pengukuran yang konsisten lintas waktu dan lintas beragam item dalam instrumen.
Stabilitas Pengukuran
Kemampuan suatu pengukuran untuk tetap sama sepanjang waktu meskipun terdapat kondisi pengujian yang tidak dapat dikontrol atau keadaan responden itu sendiri merupakan indikasi dari stabilitas dan kerentanannya yang rendah untuk berubah dalam situasi. Dua uji stabilitas adalah keandalan tes ulang dan keandalan untuk paralel.
Keandalan Tes Ulang
Koefisisen keandalan yang diperoleh dengan pengulangan ukuran yang sama pada kesempatan kedua disebut keandalan tes ulang. Yaitu, jika sebuah kuesioner yang mengandung sejumlah item yang diandalkan mengukur suatu konsep diberikan kepada sekumpulan responden saat ini, dan lagi kepada responden yang sama, katakanlah beberapa minggu hingga 6 bulan mendatang, maka korelasi antara skor yang diperoleh pada dua waktu yang berbeda dari sekumpulan responden yang sama disebut koefisien tes ulang.  Semakin tinggi koefisien tersebut, semakin baik keandalan tes ulang dan konsekuensinya, stabilitas ukuran melintasi waktu.
Keandalan Bentuk Paralel
Bila respons terhadap dua tes serupa yang mengungkap ide yang sama menunjukkan korelasi yang tinggi, kita memperoleh keandalan bentuk  paralel. Kedua tes memiliki item yang setara dan format respons yang sama, yang berubeh hanya susunan dan urutan pertanyaan. Bila kedua tes yang sebanding menghasilkan skor yang berkorelasi tinggi, kita bisa cukup yakin bahwa ukuran tersebut secara logis dan dipercaya, dengan varians kesalahan minimal yang disebabkan oleh susunan kata, urutan, atau faktor lain.
Konsistensi Internal Ukuran
Konsistensi internal ukuran merupakan indikasi homogenitas item dalam ukuran yang mengungkap ide. Konsistensi dapat diuji melalui keandalan antar item dan uji keandalan belah dua. Keandalan konsistensi antar item merupakan pengujian konsistensi jawaban responden atas semua item yang diukur. Keandalan belah dua mencerminkan korelasi antara dua bagian instrumen.

VALIDITAS
Ada beberapa jenis uji validitas yang digunakan untuk menguji ketepatan ukuran dan penulis menggunakan istilah yang berbeda untuk menunjukkannya. Uji validitas dibagi dalam tiga kelompok, yaitu validitas isi, validitas berdasar kriteria, dan validitas konsep.
Validitas Isi
Validitas isi memastikan bahwa pengukuran memasukkan sekumpulan item yamg memadai dan mewakili yang mengungkap konsep.
Validitas Berdasar Kriteria
Validitas berdasar kriteria terpenuhi jika pengukuran membedakan individu menurut suatu kriteria yang diharapkan diprediksi.
Validitas Konsep
Validiatas konsep menunjukkan seberapa baik hasil yang diperoleh dari penggunaan cocok dengan teori yang mendasari desain tes. Hal tersebut dinilai melalui validitas konvergen dan validitas diskriminan. Validitas konvergen terpenuhi jika skor yang diperoleh dengan dua instrumen berbeda yang mengukur konsep yang sama menunjukkan korelasi tinggi. Validitas diskriminan terpenuhi jika, berdasarkan teori, dua variabel diprediksi tidak berkorelasi, dan skor yang diperoleh dengan mengukurnya benar-benar secara empiris membuktikan hal tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Calendar