Jumat, 04 Mei 2012

Proses Penelitian Langkah 4 dan 5: Kerangka Teoritis dan Penyusunan Hipotesis

Share it Please


Kebutuhan akan Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis adalah model konseptual yang berkaitan dengan bagaimana seseorang menyusun teori atau menghubungkan secara logis beberapa foktor yang dianggap penting untuk masalah. Teori tersebut mengalir secara logis dari dokumentasi penelitian sebelumnya dalam bidang masalah. Menghbungkan keyakinan logis seseorang dengan penelitian yang dipublikasikan, mempertimbangkan keterbatasan dan hambatan situasi, adalah sangat penting dalam membangun dasar ilmiah untuk meneliti masalah penelitian. Singkatnya, kerangka teoritis membahas saling ketergantungan antar variabel yang dianggap perlu untuk melengkapi dinamika situasi yang sedang diteliti. Penyusunan kerangkakonseptual tersebut membantu kita untuk mengendalikan atau menghipotesiskan dan menguji hubungan tertentu dan dengan demikian meningkatkan pemahaman kita mengenai dinamika situasi.


Variabel
Variabel adalah apapun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai. Nilai bisa berbeda pada berbagai waktu untuk objek atau orang yang sama, atau pada waktu yang sama untuk objek atau orang yang berbeda.
Jenis variabel
Empat jenis variabel utama:
1.    Variabel terikat (dependent variable, disebut juga variabel kriteria – criterion variable)
Menjadi perhatian utama peneliti. Tujuan peneliti adalah memahami dan membuat variabel terikat, menjelaskan variabilitasnya, atau memprediksinya.
2.     Variabel bebas (independent variable, disebut juga variabel prediktor – predictor variable)
Variabel yang mempengaruhi variabel terikat, entah secara positif atau negative.
3.     Variabel moderator (moderating variable)
Variabel yang mempunyai pengaruh ketergantungan (contingent effect) yang kuat dengan hubungan variabel terikat dan variabel bebas.
4.     Variabel antara (intervening variable)
Variabel yang mengemuka antara waktu variabel bebas muali bekerja memengaruhi variabel terikat, dan waktu pengaruh variabel bebas terasa pada variabel terikat.

Kerangka teoritis
Kerangka toritis adalah jaringan asosiasi yang disusun, dijelaskan, dan dielaborasi secara logis antar variabel yang dianggap relevan pada situasi masalah dan diidentifikasi melalui proses seperti wawancara, pengamatan, dan survey literatur. Pengalaman dan intuisi uga berperan dalam menyusun kerangka teoritis.
Komponen kerangka teoritis
Hal mendasar yang harus diperhatikan dalam kerangka teoritis:
1.  Variabel yang dianggap relevan untuk studi harus diidentifikasi dan dinamai dengan jelas dalam pembahasan.
2.   Pembahasan harus menyebutkan mengapa dua atau lebih variabel berkaitan satu sama lain. Hal ini sebaiknya dilakukan untuk hubungan penting yang diteorikan berlaku diantara variabel.
3.    Bila sifat dan arah hubungan dapat diteorikan berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, maka harus ada indikasi dalam pembahasan mengenai apakah hubungan  akan positif atau negative.
4.  Harus ada penjelasan yang gambling mengenai mengapa kita memperkirakan hubungan tersebut berlaku. Argumen bisa ditarik dari temuan penelitian sebelumnya.
5.     Suatu diagram skematis kerangka teoritis harus diberikan agar pembaca dapat melihat dengan mudah memahami hubungan yang diteorikan.

Penyusunan hipotesis
Setelah kita mengidentifikasi variabel penting dalam suatu situasi dan menetapkan hubungan antarvariabel melalui pemikiran logis dalam kerangka teoritis, kita berada dalam posisi untuk menguji apakah hubungan yang diteorikan benar-benar terbukti kebenarannya. Dengan menguji hubungan tersebut secara ilmiah melalui analisis statistic yang tepat, atau melalui analisis kasus negative dalam penelitian kuantitatif, kita akan memperoleh informasi terpercaya mengenai jenis hubungan yang eksis diantara variabel yang berlaku dalam situasi masalah. Hasil pengujian tersebut member kita beberapa solusi mengenai apa yang dapat diubah dalam situasi yang dihadapi untuk memecahkan masalah. Merumuskan pernyataan yang dapat diuji semacam itu disebut penyusunan hipotesis.
Definisi hipotesis
Hipotesis bisa didefinisikan sebagai hubungan yang diperkirakan secara logis diantara dua atau lebih variabel yang diungkapkan dalam bentuk pernyataan yang dapat diuji. Hubungan tersebut diperkirakan berdasarkan jaringan asosiasi yang ditetapkan dalam kerangka teoritis yang dirumuskan  untuk studi penelitian. Dengan menguji hipotesis dan menegaskan perkiraan hubungan, diharapkan bahwa solusi dapat ditemukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.
Pernyataan hipotesis: format
Pernyataan jika-maka (if-then statement)
Hipotesis adalah pernyataan yang dapat diuji mengenai hubungan atarvariabel. Hipotesis juga dapatmenguji apakah terdapat perbedaan antara dua kelompok yang terkait dengan variabel. Untuk menguji apakah hubungan atau perbedaan yang diperkirakan tersebut eksis atau tidak, hipotesis dapat disusun sebagai proposisi atau dalam bentuk pernyataan jika-maka (if-then statement).
Hipotesis direksional dan nondireksional
Jika dalam menyatakan hubungan antar dua variabel atau membandingkan dua kelompok, istilah-istilah seperti positif, negative, lebih dari, kurang dari, dan semacamnya digunakan, maka hipotesis tersebut disebut direksional (directional) karena arah hubungan antar variabel (positif/negative) ditunjukkan.
Hipotesis nondireksional (nondirectional) adalah hipotesis yang mengendaliakan hubungan atau perbedaan, tetapi tidak memberikan indikasi mengenai arah dari hubungan atau perbedaan tersebut.
Hipotesis nol dan alternatif
Hipotesis nol (hipotesis nihil atau null hypotheses) adalah proporsi yang menyatakan hubungan yang definitive dan tepat diantara dua variabel. Hipotesis alternative, yang merupakan kebalikan dari hipotesis nol, adalah pernyataan yang mengungkapkan hubungan atar dua variabel atau menunjukkan perbedaan antar kelompok.
Langkah-langkah yang harus diikuti dalam pengujian hipotesis:
1.     Menyatakan hipotesis nol dan alternative
2.   Memilih uji statistic yang tepat berdasarkan apakah datayang dikumpulkan adalah parametric atau nonparametric
3.      Menentukan tingkat signifikansi yang diinginkan
4.      Memastikan jika hasil dari analisis computer menunjukkan bahwa tingkat signifikansi terpenuhi.
5.  Jika nilai hitung lebih besar dari nilai kritis, hipotesis nol ditolak, dan alternatif diterima dan sebaliknya.
Pengujian hipotesis dengan penelitian kuantitatif: analisis kasus negatif
Hipotesis juga dapat diuji dengan data kualitatif. Untuk menguji hipotesis bahwa beberapa faktor merupakan sebab utama yang mempengaruhi prilaku dan lain-lain,peneliti akan mencari data yang menyangkal hipotesis. Bahkan jika suatu kasus tunggal tidak mendukung hipotesis, teori tersebut harus direvisi. Penemuan baru melalui penolakan atas hipotesis semula, disebut metode kasus negative, memungkinkan peneliti unutk merevisi teori dan hipotesis hingga waktu teori tersebut menjadi kukuh.

Keuntungan manajerial
Cukup mudah untuk mengikuti gerak maju penelitian dari tahap pertama ketika manajer merasakan masalah, kepengumpulan data awal, kepenyususnan kerangka teoritis berdasarkan survey literature dan dipandu oleh pengalaman dan intuisi, serta ke perumusan hipotesis untuk diuji.
Jelas bahwa setelah masalah diidentifikasi, pengertian yang baik mengenai keempat jenis variabel yang berbeda memperluas pemahaman manajer. Misalnya dlam hal bagaimana berbagai faktor bergesekan dengan keadaan organisasi. Pengetahuan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa kerangka teoritis dibangun dan hipotesis disusun memampukan manajer untuk menjadi hakim yang cerdas terhadap laporan penelitian yang diberikan oleh konsultan. Demikian pula pengetahuan mengenai arti signifikansi, dan mengapa sebuah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak, membantu manajer untuk bertahan dalam, atau berhenti dari dugaannya yang, walaupun masuk akal, tidak terbukti. Jika pengetahuan tersebut tidak dimiliki, banyak temuan penelitian tidak akan terlalu berguna bagi manajer dan pengambilan keputusan akan memunculkan kebingungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Followers

Calendar