Ekonomi bukanlah persoalan baru dalam Islam. Perancangan
dan aktiviti ekonomi telah berlaku dalam zaman Nabi Yusuf a.s yang menjadi
Menteri Ekonomi pertama di Mesir. Baginda telah meletakkan asas Ilmu Ekonomi
dengan membuat satu perancangan rapi bagi memastikan negara mempunyai bekalan
yang mencukupi apabila menghadapi musim kemelesetan. Namun begitu kegiatan
ekonomi pada awal Islam agak terbatas dengan kegiatan jual-beli sahaja di
pasaran yang mudah. Mulai abad kedua Hijrah bermulalah beberapa kajian mengenai
kegiatan ekonomi secara khusus dan lahirlah tulisan-tulisan mengenai hukum riba,
sistem harga, monopoli, percukaian, zakat, kewangan kerajaan dan sebagainya.
Tulisan-tulisan ini membicarakan hukum hakam muamalat mengikut mazhab
masing-masing.Dua tokoh yang sering disebut sebagai bapa Ekonomi Islam ialah
Ibni Taymiyah (1262-1328 Masehi) dan Ibn Khaldun (1332-1406 Masehi). Ibn
Taimiyah yang berpusat di Damsyik adalah terkenal dengan pandangannya mengenai
harga setara, pasaran sempurna, kawalan harga, monopoli, penyorokan dan
spekulasi. Manakala Ibn Khaldun pula, di dalam kitabnya yang terkenal, iaitu
Mukaddimah Ibn Khaldun, menyentuh banyak perkara ekonomi seperti nilai, buruh,
sistem harga, hukum permintaan dan penawaran, penggunaan dan pengeluaran, wang,
modal, kewangan negara, dll. Beliau yang berasal dari Haramaut dan berpindah ke
Andalus merupakan tokoh ekonomi dengan pemikiran ekonomi yang penting yang
mendahului Adam Smith dengan jarak waktu 400 tahun.
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan
Selasa, 08 November 2011
Adakah Ekonomi Islam?
KOPERASI DALAM WAWASAN SISTEM EKONOMI ISLAM
A.
Arti Ekonomi dalam Islam
Ekonomi berasal dari
bahasa Yunani, Oikonomos, yang
berarti “pengaturan urusan-urusan rumah tangga”. Tetapi kemudian berkembang, menjadi
urusan negara, dalam hal ini negara kota
di Yunani. Kemudian kata Ekonomi diberi pengertian yang dikhususkan pada
persoalan yang berkenaan dengan kebendaan dan kekayaan saja.
Ilmu Ekonomi adalah ilmu
tentang bagaimana menciptakan atau mewujudkan kesejahteraan material, sehingga
ilmu ini berusaha untuk menemukan teori tentang bagaimana mencari keuntungan
yang sebesar-besarnya dengan usaha dan tenaga yang sehemat-hematnya, dan
bagaimana sistem penggunaannya (konsumsi) dan cara pembagiannya (distribusi)
kepada masyarakat.
Selasa, 24 Mei 2011
ekonomi islam menurut para ahli
Definisi Ekonomi dalam
Islam Menurut Para Ahli
Ekonomi dalam islam adalah ilmu
yang mempelajari segala prialaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
dengan tujuan memperoleh falah (kedamaian dan kesejahtraan dunia dan akhirat).
Kata islam setelah ekonomi dalam
ungkapan ekonomi islam berfungsi sebagai identitas tanpa mempengaruhi makna
atau definisi ekonomi itu sendiri. Karena definisinya lebih ditentukan oleh
perspektif atau lebih tepatnya lagi worldview yang digunakan sebagai landasan nilai.
Pada tingkat tertentu isi
definisi ekonomi islam sangat terkait sekali dengan wacana islamisasi ilmu
pengetahuan (islamization of knowledge) science dalam islam lebih dimaknakan
sebagai segala pengetahuan yang terbukti kebenarannya secara ilmiah yang mampu
mendekatkan manusia kepada Allah SWT (revelation standard – kebenaran absolut).
Sedangkan science dikenal luas dalam dunia konvensional adalah segala ilmu yang
memenuhi kaidah-kaidah metode ilmiah (human creation – kebenaran relatif).
Prilaku manusia disini berkaitan
dengan landasan-landasan syariat sebagai rujukan berprilaku dan
kecenderungan-kecenderungan dari fitrah manusia. Dan dalam ekonomi islam, kedua
hal tersebut berinteraksi dengan porsinya masing-masing hingga terbentuklah
sebuah mekanisme ekonomi yang khas dengan dasar-dasar nilai Ilahiyah.
Berikut definisi ekonomi dalam
islam menurut para ahli:
S.M Hasanuzzaman,
“Ilmu ekonomi islam adalah
pengetahuan dan aplikasi ajaran-ajaran dan aturan-aturan syariah yang mencegah
ketidak adilan dalam pencarian dan pengeluaran sumber-sumber daya, guna
memberikan kepuasan bagi manusia dan memungkinkan mereka melaksanakan
kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah dan masyarakat.”
M.A. Mannan,
“Ilmu ekonomi islam adalah suatu
ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari permasalahan ekonomi dari orang-orang
yang memiliki nilai-nilai islam.”
Khursid Ahmad,
“Ilmu ekonomi islam adalah suatu
upaya sistematis untuk mencoba memahami permasalahan ekonomi dan prilaku
manusia dalam hubungannya dengan permasalahan tersebut dari sudut pandang
islam.”
M.N. Siddiqi,
“Ilmu ekonomi islam adalah respon
para pemikir muslim terhadap tantangan-tantangan ekonomi zaman mereka dalam
upayanya mereka mengacu kepada Al-Qur’an dan As Sunnah maupun akal dan
pengalaman.”
M. Akram Khan,
“Ilmu ekonomi islam bertujuan
mempelajari kesejahtraan manusia (falah) yang dicapai dengan mengorganisir
sumber-sumber daya bumi atas dasar kerjasama dan partisipasi.”
Louis Cantori,
“Ilmu ekonomi islam tidak lain
merupakan upaya untuk merumuskan ilmu ekonomi yang berorientasi manusia dan
berorientasi masyarakat yang menolak akses individualism dalam ilmu ekonomi
klasik.”
Ekonomi adalah masalah menjamin
berputarnya harta diantara manusia, sehingga manusia dapatmemaksimalkan fungsi
hidupnya sebagai hamba Allah untuk mencapai falah di dunia dan akherat kelak.
Ekonomi adalah aktifitas yang kolektif.
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
Followers
Calendar
Designed By Templateism | Seo Blogger Templates