Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 November 2011

Adakah Ekonomi Islam?



Ekonomi bukanlah persoalan baru dalam Islam. Perancangan dan aktiviti ekonomi telah berlaku dalam zaman Nabi Yusuf a.s yang menjadi Menteri Ekonomi pertama di Mesir. Baginda telah meletakkan asas Ilmu Ekonomi dengan membuat satu perancangan rapi bagi memastikan negara mempunyai bekalan yang mencukupi apabila menghadapi musim kemelesetan. Namun begitu kegiatan ekonomi pada awal Islam agak terbatas dengan kegiatan jual-beli sahaja di pasaran yang mudah. Mulai abad kedua Hijrah bermulalah beberapa kajian mengenai kegiatan ekonomi secara khusus dan lahirlah tulisan-tulisan mengenai hukum riba, sistem harga, monopoli, percukaian, zakat, kewangan kerajaan dan sebagainya. Tulisan-tulisan ini membicarakan hukum hakam muamalat mengikut mazhab masing-masing.Dua tokoh yang sering disebut sebagai bapa Ekonomi Islam ialah Ibni Taymiyah (1262-1328 Masehi) dan Ibn Khaldun (1332-1406 Masehi). Ibn Taimiyah yang berpusat di Damsyik adalah terkenal dengan pandangannya mengenai harga setara, pasaran sempurna, kawalan harga, monopoli, penyorokan dan spekulasi. Manakala Ibn Khaldun pula, di dalam kitabnya yang terkenal, iaitu Mukaddimah Ibn Khaldun, menyentuh banyak perkara ekonomi seperti nilai, buruh, sistem harga, hukum permintaan dan penawaran, penggunaan dan pengeluaran, wang, modal, kewangan negara, dll. Beliau yang berasal dari Haramaut dan berpindah ke Andalus merupakan tokoh ekonomi dengan pemikiran ekonomi yang penting yang mendahului Adam Smith dengan jarak waktu 400 tahun.
Continue Reading...

KOPERASI DALAM WAWASAN SISTEM EKONOMI ISLAM




A.      Arti Ekonomi dalam Islam
Ekonomi berasal dari bahasa Yunani, Oikonomos, yang berarti “pengaturan urusan-urusan rumah tangga”. Tetapi kemudian berkembang, menjadi urusan negara, dalam hal ini negara kota di Yunani. Kemudian kata Ekonomi diberi pengertian yang dikhususkan pada persoalan yang berkenaan dengan kebendaan dan kekayaan saja.
Ilmu Ekonomi adalah ilmu tentang bagaimana menciptakan atau mewujudkan kesejahteraan material, sehingga ilmu ini berusaha untuk menemukan teori tentang bagaimana mencari keuntungan yang sebesar-besarnya dengan usaha dan tenaga yang sehemat-hematnya, dan bagaimana sistem penggunaannya (konsumsi) dan cara pembagiannya (distribusi) kepada masyarakat.
Continue Reading...

Selasa, 24 Mei 2011

ekonomi islam menurut para ahli


Definisi Ekonomi dalam Islam Menurut Para Ahli
Ekonomi dalam islam adalah ilmu yang mempelajari segala prialaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan memperoleh falah (kedamaian dan kesejahtraan dunia dan akhirat).
Kata islam setelah ekonomi dalam ungkapan ekonomi islam berfungsi sebagai identitas tanpa mempengaruhi makna atau definisi ekonomi itu sendiri. Karena definisinya lebih ditentukan oleh perspektif atau lebih tepatnya lagi worldview yang digunakan sebagai landasan nilai.
Pada tingkat tertentu isi definisi ekonomi islam sangat terkait sekali dengan wacana islamisasi ilmu pengetahuan (islamization of knowledge) science dalam islam lebih dimaknakan sebagai segala pengetahuan yang terbukti kebenarannya secara ilmiah yang mampu mendekatkan manusia kepada Allah SWT (revelation standard – kebenaran absolut). Sedangkan science dikenal luas dalam dunia konvensional adalah segala ilmu yang memenuhi kaidah-kaidah metode ilmiah (human creation – kebenaran relatif).
Prilaku manusia disini berkaitan dengan landasan-landasan syariat sebagai rujukan berprilaku dan kecenderungan-kecenderungan dari fitrah manusia. Dan dalam ekonomi islam, kedua hal tersebut berinteraksi dengan porsinya masing-masing hingga terbentuklah sebuah mekanisme ekonomi yang khas dengan dasar-dasar nilai Ilahiyah.
Berikut definisi ekonomi dalam islam menurut para ahli:
S.M Hasanuzzaman,
“Ilmu ekonomi islam adalah pengetahuan dan aplikasi ajaran-ajaran dan aturan-aturan syariah yang mencegah ketidak adilan dalam pencarian dan pengeluaran sumber-sumber daya, guna memberikan kepuasan bagi manusia dan memungkinkan mereka melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah dan masyarakat.”
M.A. Mannan,
“Ilmu ekonomi islam adalah suatu ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari permasalahan ekonomi dari orang-orang yang memiliki nilai-nilai islam.”
Khursid Ahmad,
“Ilmu ekonomi islam adalah suatu upaya sistematis untuk mencoba memahami permasalahan ekonomi dan prilaku manusia dalam hubungannya dengan permasalahan tersebut dari sudut pandang islam.”
M.N. Siddiqi,
“Ilmu ekonomi islam adalah respon para pemikir muslim terhadap tantangan-tantangan ekonomi zaman mereka dalam upayanya mereka mengacu kepada Al-Qur’an dan As Sunnah maupun akal dan pengalaman.”
M. Akram Khan,
“Ilmu ekonomi islam bertujuan mempelajari kesejahtraan manusia (falah) yang dicapai dengan mengorganisir sumber-sumber daya bumi atas dasar kerjasama dan partisipasi.”
Louis Cantori,
“Ilmu ekonomi islam tidak lain merupakan upaya untuk merumuskan ilmu ekonomi yang berorientasi manusia dan berorientasi masyarakat yang menolak akses individualism dalam ilmu ekonomi klasik.”
Ekonomi adalah masalah menjamin berputarnya harta diantara manusia, sehingga manusia dapatmemaksimalkan fungsi hidupnya sebagai hamba Allah untuk mencapai falah di dunia dan akherat kelak. Ekonomi adalah aktifitas yang kolektif.

Continue Reading...

Followers

Calendar