Tampilkan postingan dengan label TEORI AKUNTANSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEORI AKUNTANSI. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2011

AKUNTANSI Untuk PERUBAHAN HARGA


RERANGKA AKUNTANSI POKOK
Telah dibahas di bab sebelum ini bahwa akuntansi harus mempunyai
rerangka akuntansi pokok untuk memproses data dasar. Data dasar harus
dipertahankan keutuhan atau integritasnya untuk merunut dengan seksama
riwayat transaksi. Rerangka akuntansi pokok akan menghasilkan statement
keuangan dasar.
Continue Reading...

PENGUNGKAPAN dan SARANA ITERPRETIF


PENGUNGKAPAN
Secara konseptual, pengungkapan merupakan bagian integral dari
pelaporan keuangan. Secara teknis, pengungkapan merupakan langkah akhir
dalam proses akuntansi yaitu penyajian informasi dalam bentuk seperangkat
penuh statement keuangan.
Fungsi dan Tujuan Pengungkapan
Secara umum, tujuan pengungkapan adalah menyajikan informasi yang
dipandang perlu untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan dan untuk
melayani berbagai pihak yang mempunyai kepentingan berbeda-beda.
Continue Reading...

Sabtu, 10 Desember 2011

Income Smoothing


ABSTRAKS

Perataan laba merupakan normalisasi laba yang dilakukan secara sengaja untuk mencapai trend atau level laba tertentu  motivasi yang mendorong dilakukannya perataan laba adalah untuk memperbaiki hubungan dengan kreditor, investor, dan karyawan, serta meratakan siklus bisnis melalui proses psikologis.
Perataan laba yang dilaporkan dapat didefinisikan sebagai usaha yang sengaja untuk meratakan dan mengfluktuasikan tingkat laba sehinnga pada saat sekarang dipandang normal bagi suatu perusahaan. Dalam hal ini, perataan laba menunjukkan suatu usaha manajemen perusahaan untuk mengurangi variasi abnormal laba dalam batas-batas yang diijinkan dalam praktik akuntansi dan prinsip manajemen yang wajar (sound).
Pengakuan adalah pencatatan jumlah rupiah secara resmi ke dalam sistem  akuntansi sehingga  jumlah tersebut  terefleksi  dalam statemen keuangan. Definisi pendapatan  harus dipisahkan  dengan pengakuan pendapatan  dan pengukuran pendapatan. Pendapatan hanya dapat diakui kalau memenuhi kualitas keterukuran (measurability) dan keterandalan (reliability). Pendapatan diakui pada saat penjualan, produksi selesai, secara proposional dengan penyelesaian produksi, dan pada saat penerimaan kas.
Continue Reading...

DEFINISI AKRESI, APRESIASI, DAN PENGHEMATAN KOS


PENDAHULUAN

Pengakuan merupakan suatu pencatatan jumlah rupiah secara resmi ke dalam sistem akuntansi sehingga jumlah tersebut terefleksi dalam laporan keuangan. Pengakuan pendapatan tidak boleh menyimpang dari landasan koseptual. Oleh karena itu, secara konseptual  pendapatan hanya dapat diakui jika memenuhi kualitas keterukuran (measurability) dan keterandalan (realibility). Kualitas tersebut harus dioperasionalkan dalam bentuk kriteria pengakuan pendapatan (recognition criteria). Pendapatan yang diukur dengan jumlah penghargaaan sepakatan produk  yang terjual baru akan menjadi pendapatan yang sepenuhnya setelah produk selesai diproduksi dan penjualan benar-benar terjadi. Dengan kata lain, pendapatan belum dapat terealisasi sebelum terjadinya penjualan (transfer produk) yang nyata ke pihak lain. Ada dua konsep penting dalam pembentukan pendapatan yaitu pembentukan pendapatan (earning of revenue) dan realisasi pendapatan (realization of revenue). Dalam masalah teoritisnya terdapat berbagai kaidah pengakuan (recognition role) diantaranya adalah Pada saat kontrak penjualan, Selama proses produksi bertahap, saat produksi selesai, pada saat penjualan dan saat pengumpulan kas. Selain itu dalam pengakuan pendapatan sebagai fungsi kegiatan produksi di kenal dengan istilah akresi, apresiasi, dan penghematan kos.
Continue Reading...

LABA (INCOME)


Makna Income dalam perpajakan adalah sebagai jumlah kotor sehingga diterjemahkan sebagai penghasilan sebagaimana digunakan dalam Standart Akuntansi Keuangan, sedangkan dalam Akuntansi istilah income adalah dimaknai sebagai jumlah bersih sehingga istilah laba lebih menggambarkan apa yang dimaksud dengan income. Dan lebih menunjuk pada konsep FASB.
Continue Reading...

Biaya


Pengertian biaya idak dapat dipisahkan dengan pengertian kos dan asset dan juga rugi. Embahasan tersebut hanya menyebutkan bahwa bila kos tidak memenuhi definisi asset(dapat ditangguhkan pembebanannya terhadap pendapatannya). APB selanjutnya bahwa seperti pendapatan, biaya timbul hanya dalam kaitannya dengan kegiatan penciptaan laba yang mengakibatkan perubahan ekuitas., dilain pihak, timbulnya kewajiban untuk pembelian asset bukan merupakan biaya karena ekuitas tidak dapat berubah pada saat pembelian tersebut.
Continue Reading...

PENDAPATAN


Definisi
Pendapatan dapat di definisi dari beberapa konsep, antara lain :
a.    Konsep aliran musik, pendapatan merupakan aset
b. Konsep aliran keluar, pendapatan adalah penyerahan produk yang diukur atas dasar penghargaaan produk tersebut.
c. Secara netral, pendapatan merupakan produk perusahaan sebagai hasil dari upaya produktif. Pendapatan diukur dengan jumlah rupiah aset baru yang diterima dari pelanggan. 
Continue Reading...

Selasa, 08 November 2011

KEWAJIBAN




            Kewajiban mempunyai tiga karakteristik utama yaitu :
a.   Pengorbanan manfaat ekonomik masa datang
      Untuk dapat disebut disebut sebagai kewajiban, suatu objek harus memuat suatu tugas atau tanggung jawab kepada pihak lain yang mengharuskan kesatuan usaha untuk melunasi, menunaikan, atau melaksanakannya dengan cara mengorbankan manfaat ekonomik yang cukup pasti di masa datang.
b.  Menjadi keharusan sekarang untuk mentransfer aset
Selanjutnya untuk dapat disebut sebagai kewajiban, suatu pengorbanan ekonomik masa datang harus timbul akibat keharusan sekarang.
Pengertian ”sekarang” dalam hal ini mengacu pada dua hal : waktu dan adanya. Waktu yang dimaksud adalah tanggal pelaporan ( neraca ).
Keharusan terdiri dari :
  • Keharusan kontraktual : keharusan yang timbul akibat perjanjian atau peraturan hukum yang di dalamnya kewajiban bagi suatu kesatuan usaha dinyatakan secara eksplisit ataau implisit dan mengikat.
  • Keharusan konstruktif : keharusan yang timbul akibat kebijakan kesatuan usaha dalam rangka menjalankan dan memajukan usahanya memenuhi apa yang disebut praktik usaha yang baik atau etika bisnis dan bukan untuk memenuhi kewajiban yuridis.
  • Keharusan demi keadilan : keharusan yang ada sekarang yang menimbulkan kewajiban bagi perusahaan semata – mata krena panggilan etis atau moral dari pada karena peraturan hukum atau praktik bisnis yang sehat.
  • Keharusn bergntung atau bersyraat : keharusan yang pemenuhnnya tidak pasti karena bergantung pada kejadian masa datang atau terpenuhinya syarat – syarat tertentu di masa datang.
 c.   Timbul akibat transaksi masa lalu
      Transaksi masa lalu yang dimaksud di sini adalah transaksi yang menimbulkan keharusan sekarang telah terjadi.
Continue Reading...

ASET




Teori elemen statemen keuangan tidak terbatas pada penlaran tentang definisi, tetapi meliputi pula penalaran tentang pengukuran, penilaian, pengakun, penyajian, dan pengungkapan. Penalaran ini menjadi dasar dalam pemilihan kebijakan baik pada tingkat perekayasaan maupun penetapan standar.
Konsep kesatuaan usaha menegaskan bahwa perusahaan merupakan entitas yang berdiri sendiri dan bertindak atas namanya sendiri dan perusahaan menjadi fokus pelaporan. Jadi fungsi pengelolaan dan pemilikan terpisah sehingga keduanya dipandang sebagai huubungan bisnis. Hubungan bisnis dapat dipertahankan kalau aset yang dikelola manajemen selalu ditunjukkan asal atau sumbernya.
Setelah badan usaha berdiri dan pemilik menanamkan dana ke badan usaha, upaya badan usaha dalam mendatangkan pendapatan dilakukan dengan menyediakan barang dan jasa yang melibatkan pemerolehan berbagai aset.
Aset merupakan elemen neraca yang akan membentuk informasi semantik berupa posisi keuangan, jika dihubungkan dengan elemen yang lain yaitu kewajiban dan ekuitas.
Continue Reading...

KONSEP DASAR




Konsep dasar pada umumnya, merupakan abstraksi atau konseptualisasi karakterisitik lingkungan tempat atau wilayah diterapkannya pelaporan keuangan.
Continue Reading...

RERANGKA KONSEPTUAL – SUATU MODEL





Salah satu model adalah rerangka konseptual yang dikembangkan oleh FSAB yang diwujudkan dalam seperangkat pernyataan resmi yang disebut Statement of Financial Accounting Concepts.
Rerangka FASB memuat empat komponen konsep utama yaitu :
  1. Tujuan pelaporan  keuangan (bisnis dan nonbisnis)
  2. Karakteristik kualitatif informasi
  3. Elemen statemen keuangan
  4. Pengukuran dan pengakuan (termasuk penggunaan nilai sekarang)
Continue Reading...

PEREKAYASAAN PELAPORAN KEUANGAN




 
Pelaporan keuangan nasional harus direkayasa secara saksama untuk pengendalian alokasi sumber daya secara automatis melalui mekanisme sistem ekonomik yang berlaku. Dalam pelaporan keuangan, pengendalian secara automatis dicapai dengan ditetapkannya suatu pedoman pelaporan keuangan yaitu PABU / GAAP, termasuk didalamnya standar akuntansi.
Continue Reading...

PENALARAN ( REASONING )





Penalaran marupakan proses berpikir logis dan sistematis untuk membentuk dan mengevaluasi suatu keyakinan (belief) terhadap suatu pernyataan atau asersi (assertion).
Penalaran melibatkan proses penurunan konsekuensi logis dan proses penarikan simpulan / konklusi dari serangkaian pernyataan atau asersi.
Continue Reading...

PENGERTIAN TEORI AKUNTANSI




Akuntansi keuangan membahas tentang bagimana prosedur, metoda, dan teknik pencatatan transaksi keuangan dilakukan untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan yang telah ditetapkan. Standar akuntansi memberi pedoman ( pendefinisian, pengukuran, penilaian, pengakuan, dan pengungkapan elemen – elemen atau pos – pos laporan keuangan ) perlakuan akuntansi terhadap suatu kejadian.
Akuntansi yang dipraktikkan dalam suatu negara sebenarnya tidak terjadi begitu saja secara ilmiah namun praktik yang dijalankan dirancang dan dikembangkan secara sengaja untuk mencapai tujuan sosial tertentu. Dan praktik akuntansi dipengaruhi oleh faktor lingkungan ( sosial, ekonomi, politis ). Karena itu, struktur dan praktik akuntansi akan berbeda antara negara yang satu dengan yang lainnya ( perbedaan muncul dikarenakan struktur dan praktik tersebut disesuaikan dengan kondisi negara, tempat dimana akuntansi tersebut dijalankan ).
Dalam bab ini teori akuntansi akan membahas perlakuan – perlakuan dan model – model alternatif yang dapat menjadi jawaban atas masalah – masalah yang dihadapi dalam praktik akuntansi. Praktik yang baik dan maju tidak akan dapat dicapai tanpa suatu  landasan teori yang baik. Karena itu praktik dan profesi harus dikembangkan atas dasar penalaran.
Continue Reading...

Followers

Calendar