Tampilkan postingan dengan label audit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label audit. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 Desember 2011
Kamis, 10 November 2011
SIKLUS PENGELUARAN
Pegertian
Siklus Pengeluaran ialah kejadian-kejadian yang berkaitan dengan
perolehan barang dan jasa dari entitas-entitas lain dan pelunasan
kewajiban-kewajiban yang berkaitan.
Tujuan
Ialah untuk menukar kas dengan barang dan jasa yang diperlukan oleh
perusahaan. Tujuan ini dapat diuraikan lagi menjadi :
- Menjamin bahwa barang yang dibeli benar-benar dibutuhkan oleh perusahaan.
- Manjamin bahwa barang yang diterima sesuai dengan yang dipesan dan barang dalam kondisi yang baik.
- Malindungi barang sampai saat digunakan.
- Menentukan bahwa faktur pembelian barang dan jasa sudah benar dan sah.
- Mencatat dan mengklasifikasi biaya dengan teliti dan secepatnya.
- Membukukan kewajiban (utang) dan pembayaran kas ke rekening pemasok di buku besar utang dagang.
- Menjamin bahwa semua pembayaran sudah melalui otorisasi.
- Mencatat dengan mengklasifikasi pembayaran kas dengan teliti dan segera.
- Menyiapkan berbagai dokumen dan laporan yang berhubungan dengan pengadaan barang dan jasa.
AUDIT SIKLUS PRODUKSI
Siklus produksi (production cycle)
meliputi perencanaan serta pengendalian produksi dari jenis-jenis dan kuantitas
barang yang akan diproduksi, tingkat persediaan, serta transaksi dan peristiwa
yang berkaitan dengan proses pabrikasi. Transaksi yang terjadi dalam siklus ini dimulai pada saat bahan baku
diminta untuk produksi, dan berakhir ketika barang yang diproduksi ditranfer
kebarang jadi.
Audit Siklus Personalia
Siklus
personalia suatu perusahaan meliputi kejadian-kejadian dan kegiatan-kegiatan
yang bersangkutan dengan pemberian kompensasi kepada pimpinan dan pegawai
perusahaan. Siklus personalia berkaitan dengan dua siklus lain. Pembayaran
kompensasi kepada karyawan dan pembayaran pajak penghasilan karyawan yang
dipotong perusahaan dari penghasilan karyawan berhubungan dengan transaksi
pengeluaran kas dalam siklus pengeluaran. Kemudian, pendistribusian biaya
tenaga kerja pabrik ke barang dalam proses berkaitan dengan siklus produksi.
PENGAUDITAN dan PROFESI AKUNTAN PUBLIK
Definisi Pengauditan:
pengauditan adalah suatu proses sistematis untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti yang berhubungan dengan asersi tentang tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi secara objektif untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Jenis-jenis Audit:
- Audit Laporan Keuangan
- Audit Kesesuaian
- Audit Oprasional
Jenis-jenis Auditor:
- Auditor Pemerintah
- Auditor Intern
- Auditor Independen atau Akuntan Publik
Jasa-jasa Akuntan Publik
Jasa Atestasi
- Audit atas Laporan Keuangan Historis
- Review atas Laporan Keuangan Historis
- Jasa Atestasi Lainnya
Jasa Non-Atestasi
- Jasa Akuntansi
- Jasa Perpajakan
- Jasa Konsultasi Manajemen
Minggu, 08 Mei 2011
study break
BAB 18
- This document is an engraved, prenumbered form showing the number of bonds owned by a bondholder.
- Stock certificate
- Bond certificate
- Bond indenture
- Broker’s advice
- While recording investing transactions, all of the following functions need to be carried out, except:
- Recording purchases, sales, and income
- Recording market adjustments and reclassifications
- Reviewing purchases, sales, and income transactions
- Assessing investment performance and reporting
- All of the following are proper classification for investments, except:
- Held-to-maturity securities
- Daily securities
- Trading securities
- Available-for-sale securities
- Cash is related to all of the following cycles, except:
- Revenue Cycle
- Financing Cycle
- Expenditure Cycle
- All of the Above
- This test of details of transactions for cash balances involves the counting of all undeposited cash receipts and change funds.
- Perform Cash Cutoff Tests
- Trace Bank Transfers
- Count Cash on Hand
- Tests to Detect Lapping
- ______ is a form of fraud the results in the deliberate misappropriation of cash receipts.
- Kiting
- Cash Counts
- Compensating Balance
- Lapping
BAB 19
- These types of events provide evidence with respect to conditions that did not exist at the date of the balance sheet but arose subsequent to that date.
- Type 1 subsequent events
- Type 2 subsequent events
- Overall review
- Balance sheet date
B. Type 2 subsequent events
- This item is obtained to complement other audit procedures, including confirmation of oral representations given to the auditor by management.
- Client representation letter
- Letter of audit inquiry
- Final review
- Auditor’s report
A. Client representation letter
- The total of uncorrected misstatements, projected uncorrected misstatements, and estimated misstatements for an account is called ______.
- Known misstatement
- Likely misstatement
- Aggregate likely misstatement
- Tolerable misstatement
B. Likely misstatement
- This is an internal control deficiency that adversely affects the company’s ability to initiate, record, process or report external financial data reliably in accordance with GAAP.
- Material weakness
- Corroboration
- Misappropriation
- Significant deficiency
D. Significant deficiency
- The management letter may include all of the following items, except:
- Internal control matters
- Management recommendations
- Tax-related matters
- All of the above
D. All of the above
BAB 20
- This level of assurance intends to give the positive expression of opinion by the CPA regarding an assertion by management.
- Audit-level assurance
- Review-level assurance
- Agreed-upon procedures
- No assurance
A. Audit-level assurance
- This defines the services associated with the review or the compilation of financial statements of a nonpublic entity.
- SAS
- SSAE
- SSARS
- GAAS
C. SSARS
- All of the following are risks associated with doing business electronically, except:
- Business and information privacy practices
- Transaction integrity
- Information protection
- All of the above
D. All of the above
4. Of the four SysTrust Principles, this one
describes the system being protected against unauthorized physical and logical
access.
- Availability
- Security
- Integrity
- Maintainability
B. Security
5. This type of prospective financial information
presents, to the best of the responsible party’s knowledge and belief, an
entity’s expected financial position, results of operations, and cash flows.
- Budget
- Financial forecast
- Financial projection
- All of the above
B. Financial forecast
6. This is the AICPA’s branded version of performance
measure.
- CPA Compilations
- CPA Risk Advisory
- CPA Performance View
- CPA Eldercare
B.
CPA
Performance View
BAB 21
1. This part of the internal auditing definition states
the auditor’s judgment has value when it is free of bias.
A.
Internal
B.
Independent
and objective
C.
Systematic,
disciplined approach
D.
Helps an
organization accomplish its objectives
C.
Independent
and objective
2. These IIA Attribute and Performance standards
describe the nature of internal audit services and provide quality criteria
against which the performance of these services can be measured.
A.
Attribute
Standards
B.
Performance
Standards
C.
Implementation
Standards
D.
None of the
above
B. Performance Standards
3. Which of the following is not a phase of the
operational audit?
- Select auditee
- Perform audit
- Report findings to stockholders
- Perform followup
C. Report findings to stockholders
4.
This type of
government audit concern examining, reviewing, or performing agreed-upon
procedures on a subject matter or an assertion about a subject matter and
reporting on the results.
- Financial audits
- Attestation engagements
- Performance audits
- Compliance audits
B. Attestation engagements
5. Within the General Standards of GAGAS, this standard
states that staff assigned to perform the audit or attestation should
collectively possess adequate professional competence for the tasks required.
- Independence
- Professional judgment
- Competence
- Quality Control and Assurance
C. Competence
6.
This act
established the concept of a single organizationwide government audit
encompassing both financial and compliance audits.
- Securities Act of 1933
- Securities Act of 1934
- Single Audit Act
- None of the above
C. Single Audit Act
BAHAN RUJUKAN
2.1 Pemeriksaan Internal
Ada baiknya apabila kita akan
meninjau lebih jauh tentang pemeriksaan internal penjualan, maka sebaiknya kita
membahas terlebih dahulu apa sebenarnya yang menjadi pengertian dari
pemeriksaan internal itu sendiri.
2.1.1 Pengertian Pemeriksaan Internal
Pemeriksaan internal (internal auditing) merupakan terjemahan
dari “Internal Auditing”. The
Institute of Internal Auditors (II A,1999; 14) mengatakan bahwa pemeriksaan internal adalah :
“Internal auditing is an independent, objective assurance and consulting
activity designed to add value and improve an organization’s operations. It
help an organization accomplish its objectives by bringing a systimatic,
diciplines approach to evaluate and improve the effectiveness of risks
management, control and governance processes”.
Pemeriksaan internal adalah suatu aktivitas
independen, yang memberikan jaminan keyakinan serta konsultasi yang dirancang
untuk memberikan suatu nilai tambah serta meningkatkan kegiatan operasi perusahaan.
Pemeriksaan internal dapat membantu perusahaan dalam usaha pencapaian tujuannya
dengan cara memberikan suatu pendekatan disiplin yang sistematis untuk
mengevaluasi dan meningkatkan keefektifan resiko.
Pemeriksaan internal tidak hanya memiliki 1
(satu) pengertian saja, banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai
pemeriksaan internal. Salah seorang ahli yang mengemukakan pendapat lain
mengenai pemeriksaan internal adalah Mulyadi
(1998; 107) mengatakan bahwa :
“Pemeriksaan internal merupakan kegiatan
penilaian yang bebas, yang terdapat dalam organisasi yang dilakukan dengan cara
memeriksa akuntansi, keuangan, kegiatan lain yang memberikan jasa pada
manajemen“.
Dari 2 (dua) pengertian di atas maka dapat
ditarik kesimpulan bahwa pemeriksaan internal (internal auditing) merupakan suatu aktivitas pemeriksaan dan juga
penilaian terhadap kegiatan operasi perusahaan yang membantu organisasi untuk
mencapai tujuannya dengan menggunakan suatu alat manajemen yaitu pengendalian
internal.
AUDITING INTERNAL, OPERASIONAL, DAN PEMERINTAHAN
AUDITING
INTERNAL
Definisi Auditing Internal
Auditing internal adalah
aktivitas pemberian keyakinan serta konsultasi yang independent dan objektif,
yang dirancang untuk menambah nilai dan memperbaiki operasi organisasi.
Auditing internal membantu organisasi mencapai tujuannya dengan
memperkenalkanpendekatan yang sistematis dan berdisiplin untuk mengevaluasi
serta meningkatkan efektivitas proses manajemen risiko, pengendalian, dan
pengelolaan.
Evolusi Auditing Internal
Auditing internal dimulai
sebagai fungsi klerikal yang dilakukan oleh satu orang, yang terutama terdiri
dari pelaksanaan verifikasi tagihan secara independent sebelum melakukan
pembayaran. Setelah bertahun-tahun, auditing internal berevolusi menjadi
aktivitas yang sangat professional yang mencakup penilaian atas efisiensi dan
efektivitas semua tahap operasi perusahaan, baik yang bersifat keuangan maupun
non keuangan.
Standar-Standar Praktik
IIA telah menetapkan standar
praktik yang mengikat para anggotanya. Standar umum yang berkaitan dengan
masalah-masalah berikut ini :
- Indepenensi
- Keahlian professional
- Ruang lingkup pekerjaan
- Pelaksanaan pekerjaan audit
- Pengelolaan departemen auditing internal
ATTEST AND ASSURANCE SERVICES, AND RELATED REPORTS
Chapter 21-22
Adalah jasa-jasa profesional independen
yang meningkatkan mutu informasi, atau konteksnya, bagi pengambil keputusan.
Assurance service dapat membantu orang-orang mengambil keputusan yang lebih
baik dengan meningkatkan informasi yang tersedia bagi mereka. Karena itu
assurance service dapat :
·
Mengambil informasi dengan menggunakan alat-alat
pengukuran yang ada atau yang disempurnakan
·
Meningkatkan reiabilitas informasi dengan
mengurangi resiko informasi yang berkaitan dengan keputusan itu
·
Meningkatkan relevansi informasi yang digunakan
dalam pengambilan keputusan
Kecenderungan
teknologi Informasi (TI) yang mempunyai implikasi penting sebagai berikut:
1.
Akan lebih mudah menarik, memprodiksi, melacak
dan menganalisis informasi.
2.
Tegnologi skuriti akan terus meningkat.
3.
Ti akan mempercepat pergeseran kekuasaan dari
mereka yang menyiapkan informasi ke mereka yang menggunakan informasi.
4.
Akses dapat menggantikan pelaporan.
5.
Ti dapat mengubah hubungan di antara pemberi
keyakinan dan penyusun serta pemakai informasi.
Ada empat tema kunci yang muncul dari pembahasan ini dengan
pelanggan.
·
Pertama,
anggota dewan komisaris, manajemen senior, dan karyawan lain mminta
informasi yang lebih baik tentang risiko
yang mereka hadapi.
·
Kedua,
manajemen, dewan komisaris, investor, kreditor, dan pihak lain meminta
informasi yang lebih baik tentang kinerja untuk memahami apkah sasaran telah
tercapai.
·
Ketiga,
pengambilan kputusan meminta informasi yang lebih baik tentang mutu informasi
dan system pengambilan keputusan yang mereka gunakan.
·
Tema
keempat yang muncul dari pembahasan dengan para pengambil keputusan
berkaitan dengan peran yang dimainkan sebagai perantara informasi.
PELAPORAN LAPORAN KEUANGAN YANG TELAH DIAUDIT
BAB 20
♣ STANDAR
PELAPORAN
STANDAR
PELAPORAN UTAMA
Standar pelaporan pertama
menyatakan:
“ Laporan harus menyatakan apakah
laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang
berlaku umum “.
Standar pelaporan pertama
mengharuskan auditor untuk secara eksplisit menyatakan apakah laporan keuangan
telah disajikan secara wajar sesuai
dengan GAAP. Standar ini mengharuskan pernyataansuatu pendapat, bukan
pernyataan tentang fakta. Untuk tujuan standar ini, GAAP tidak hanya mencakup
prinsip-prinsip akuntansi, seperti prinsip biaya, tetapi juga metode
penerapanya, seperti metode masuk pertama keluar pertama (FIFO) dan masuk akhir
keluar pertama (LIFO) untuk persediaan, serta metode penyusutan garis lurus dan
jumlah angka tahun.
Sumber-sumber
GAAP
Frasa prinsip akuntansi yang
berlaku umum (GAAP) meliputi pedoman yang luas serta ketentuan, aturan, dan
prosedur yang spesifik. Tidak ada kompilasi tunggal dari seluruh prinsip
akuntansi yang telah ditetapkan.
Perumusan
GAAP
Prinsip-prinsip yang berasal dari
sumber ini disebutkan dalam Rule 203 dari AICPA Code of Professional Conduct sebagai prinsip akuntansi yang dirumuskan
(promulgated accounting
principles). Sesungguhnya, AICPA menyatakan bahwa setelah prinsip-prinsip
yang dirumuskan berlaku untuk laporan keuangan entitas, maka prinsip iu harus
diikuti guna memenuhi standar pelaporan pertama.
Rule 203 juga memberikan suatu
pengecualian. Jika terdapat situasi yang tidak biasa sehingga ketaatan terhadap
prinsip yang dirumuskan akan mengakibatkan laporan keuangan menjadi
menyesatkan, maka prinsip ddari satu kategori lainya dapat digunakan. Situasi
ini tidak biasa yang dikemukakan dalam Rule 203 terutama terdiri dari peraturan
perundangan baru atau evolusi dari bentuk transaksi bisnis yang baru.
STANDAR
PELAPORAN KEDUA
Standar pelaporan kedua adalah:
“ Laporan yang harus menunjukkan
situasi diman prinsip-prinsip tersebut belum diterapkan secara konsisten selama
periode berjalan dalam kaitanya dengan periode sebelumnya “.
Tujuan
dari standar ini adalah (1) untuk memberikan keyakinan bahwa komparabilitas
laporan keuangan diantara periode-periode akuntansi tidak dipengaruhi secara
material oleh perubahan prinsip akuntansi dan (2) untuk mempersyaratkan
pelaporanyang tepat oleh auditor apabila komparabilitas telah dipengaruhi
secara material oleh perubahan semacam itu.
PENYELESAIAN AUDIT / TANGGUNG JAWAB SESUDAH AUDIT
MENYELESAIKAN
PEKERJAAN
Melakukan Review atas Peristiwa
Kemudian
Tanggung jawab auditor untuk
menilai kewajaran laporan keuangan klien tidak terbatas pada pemeriksaan atas
peristiwa dan transaksi yang terjadi hingga tanggal neraca. AU 560, Subsequent
Events, menyatakan bahwa auditor juga mempunyai tanggung jawab spesifik atas
peristiwa dan transaksi yang :
- mempunyai pengaruh material terhadap laporan keuangan
- terjadi sesudah tanggal neraca tetapi sebelum penerbitan laporan keuangan serta laporan auditor
Auditor
harus mengidentifikasi dan mengevaluasi peristiwa kemudian sampai tanggal
laporan auditor, yang biasanya merupakan akhir dari pekerjaan lapangan.
Tanggung jawab ini dapat dilaksanakan dalam dua cara berikut :
- Mewaspadai peristiwa kemudian dalam melaksanakan pengujian substantif akhir tahun seperti pengujian pisah batas dan mencari kewajiban yang belum tercatat
- Melaksanakan prosedur audit yang ditetapkan dalam AU 560.12
Membaca Notulen Rapat
Notulen rapat pemegang saham,
dewan komisaris, dan subkomitenya, seperti komite keuangan dan komite audit,
dapat memuat hal-hal yang mempunyai signifikansi audit. Pembacaan notulen rapat
biasanya dilakukan segera setelah hal itu tersedia, guna memberikan auditor
kesempatan maksimum untuk menilai signifikansi auditnya. Pembacaan notulen
rapat oleh auditor harus didokumentasikan dalam kertas kerja.
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
Followers
Calendar
Designed By Templateism | Seo Blogger Templates